Pages

Social Icons

Beranda

Thursday, 27 June 2013

Dongeng King of The Jungle / Raja Hutan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog


                                                              King of The Jungle                                                             Versi Bahasa Inggris

 One day a tiger saw a fox walking alone. Then, he intended to attack the fox. When Tiger jumped on Fox, Fox cried out, "How dare you attack the king of the jungle?" Tiger looked at him in amazement. "Nonsense! You are not King!" "Certainly I am," replied the Fox. "All the animals run from me in terror! If you want proof, come with me." Fox went into the forest with tiger in heels. When they came to a herd of deer, the deer saw Tiger behind the Fox and ran in all direction. They came to a group of monkey, the monkey saw the tiger behind fox and they fled. Fox looked to tiger and said, "Do you need more proof than that? See how the animals flee at the first sight of me?" "I am surprised, but I've seen it with my own eyes. Forgive me attacking you, Great King." Tiger bowed low with great ceremony, he let the fox go.



                                                           Versi Bahasa Indonesia
                                                                 Si Raja Hutan

 Suatu hari seekor harimau melihat seekor rubah berjalan sendirian. Diapun berniat untuk menyerangnya. Saat Harimau melompat ke arah rubah, rubah berteriak, "Beraninya kamu menyerang Si Raja Hutan." Harimau memandang keheranan. "Omong kosong. Kamu bukan Si Raja Hutan!" "Tentu saja aku Si Raja Hutan," jawab Rubah. "Semua binatang lari ketakutan jika melihatku. Jika kamu ingin bukti, ayo ikut aku!" Rubah lalu masuk ke dalam hutan dengan Harimau mengikuti di belakangnya. Saat mereka mendatangi sekawanan kijang, mereka lari kocar kacir karena di belakang Rubah ada Harimau. Mereka mendekati tempat monyet membuat monyet-monyet melarikan diri karena melihat Harimau di belakang Rubah. Rubah menoleh ke arah Harimau dan berkata, "Kamu butuh bukti lagi? Lihat bagaimana binatang-binatang itu lari begitu melihat aku sekejap." "Aku terkejut. Tapi aku sudah melihat dengan mataku sendiri. Maafkan aku telah menyerangmu tadi, Paduka Raja," Harimau membungkuk memberi penghormatan kepada Rubah. Dia lalu membiarkan Rubah berlalu. Apa pesan moral dari cerita naratif tentang binatang di atas? Silahkan baca di postingan pesan moral narrative text Tiger and Fox disini. 




 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Tentang Asuhan Keperawatan Pada Pasien Stroke

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog

 Kelompok 1
Nama : Anita fitri f.
             Asih windarti   
              Aulia nur  s.
       Ayu cendana s.
ASUHAN KEPERAWATAN  PADA PASIEN STROKE
I. DEFENISI
Stroke :
Adalah disfungsi neurologi akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yang timbul secara mendadak (dalam beberapa detik) atau timbul secara cepat (dalam beberapa jam) dengan gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah fokal yang terganggu.
 Stroke :
defisit neurologi yang mempunyai awitan mendadak dan berlangsung 24 jam sebagai akibat dari CVD. Hampir sekitar 3/4  stroke akibatkan oleh obstruksi  vaskular (trombi atau emboli), mengakibatkan iskemia dan infark. Sekitar 1/4 kasus stroke  adalah haemorhagi, yang diakibatkan oleh penyakit vaskular hipertensif (yang menyebabkan haemoragi intraserebral), ruptur aneurisme, atau malformasi arteriovenosa (AVM).

II. ETIOLOGI :
A.  Trombosis, biasanya disebabkan oleh kerusakan lokal dinding pemuluh darah akibat aterosklerosis dan hipertensi.
B.  Embolisme, akan mengakibatkan keadaan yang terjadi perlahan-lahan sehingga pembuluh anatomosis tidak mempunyai kesempatan melebar dan mengkompensasi.
C. Perdarahan cerebri. 

III. PATOFISIOLOGI
Perdarahan cerebri termasuk urutan ketiga dari semua penyebab utama kasus GPDO (gangguan pembuluh darah otak) . Perdarahan intrakranial biasanya disebabkan  oleh ruptura arteria serebri. Ekstravasasi darah terjadi didaerah otak dan /atau subaraknoid, sehingga jaringan yang terletak disekitarnya akan tergeser dan tertekan.Darah ini sangat mengiritasi jaringan otak, sehingga menyeakan vasospasme pada arteria disekitar perdarahan. Spasme ini dapat menyebar keseluruh hemisfer otak. Bekuan darah yang semula lunak dan menyerupai selai merah akhirnya akan terlarut dan mengecil, sehingga otak otak yang terletak disekitar tempat bekuan dapat membengkak dan mengalami nekrosis.

IV. KLASIFIKASI:
     1.  Stroke Haemorhagi
    Disebabkan oleh pecahnya oleh pemuluh darah otak pada fokal  tertentu sehingga menyebabkan perdarahan yang akan menekan otak.
     2.  Stroke Non Haemorhagi.
     Disebabkan oleh adanya iskemia, suplai darah keotak menurun yang dapat menyebabkan
     hipoksia , anoksia dan hipoglikemia sehingga dapat menimbulkan infark pada bagian otak yang
    terkena.

V.PENATALAKSANAAN:
1. Terapi pengobatan.
     A. Pada Haemorhagik : - pemberian obat Antifibrinolitik
                                           - pemberian obat anti odema otak
     B. Pada Infark / Non Haemorhagik :
         - Pemberian anti odema otak
         - Pemberian anti agregasi platelet atau anti koagulan
         - Perbaikan metabolisme Otak.
2. Tindakan Perawatan .
·      Membebaskan jalan nafas
·      Menjaga tekanan darah yang mencukupi kebutuhan otak
·      Mencegah / mengurangi edema otak
·      Memperhatikkan miksi dan keseimbangan cairan
·      Memperhatikan defekasi dan nutrisi.
3. Terapi operatif
4. Pencegahan

VI. KOMPLIKASI.
·      Hernia otak
·      Aspirasi, atelektasis
·      Gagal nafas
·      Kontraktur
·      Disritmia jantung



Diagnosa Keperawatan

Perubahan ferfusi jaringan b/d Interupsi aliran darah
Tujuan :
Fungsi neurologis normal, dampak perubahan fungsi normal, sirkulasi otak normal
Intervensi  :
(Mandiri)
1.  Tentukan faktor-faktor yang b/d keadaan / penyebab khusus selama koma dan potensial terjadinya peningkatan TIK
2.  Pantau / catat neurologis sesering mungkin dan bandingkan keadaannya dengan keadaan normal / standard
3.  Pantau tanda-tanda vital
4.  Pertahankan keadaan tirah baring
Kolaborasi :
1.  Berikan O2 sesuai indikasi
2.  Berikan obat sesuai indikasi
Rasional :
1. Mempengaruhi penerapan intervensi
2. Mengetahui kecenderungan tingkat kesadaran dan potensial peningkatan TIK
3. Variasi mungkin terjadi o/k tekanan / trauma serebral pada daerah vasomotor otak
4. Aktifitas / stimulasi yang kontinudapat meningkatkan TIK. Istirahat total dan ketenangan mungkin diperlukan untuk pencegahan
Kolaborasi :
1.  Menurunkan hipoksia yang dapat menyebabkan vasodilatasi serebral dan tekanan meningkat / terbentuknya edema
2.  Dapat digunakan untuk meningkatkan / memperbaiki aliran darah serebral



 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Cerita Rakyat Jawa Barat Sangkuriang dalam Bahasa Inggris

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog

Once, there was a kingdom in Priangan Land. Lived a happy family. They were a father in form of dog,his name is Tumang, a mother which was called is Dayang Sumbi, and a child which was called Sangkuriang.
One day, Dayang Sumbi asked her son to go hunting with his lovely dog, Tumang. After hunting all day, Sangkuriang began desperate and worried because he hunted no deer. Then he thought to shot his own dog. Then he took the dog liver and carried home.

Soon Dayang Sumbi found out that it was not deer lever but Tumang's, his own dog. So, She was very angry and hit Sangkuriang's head. In that incident, Sangkuriang got wounded and scar then cast away from their home.

Years go bye, Sangkuriang had travel many places and finally arrived at a village. He met a beautiful woman and felt in love with her. When they were discussing their wedding plans, The woman looked at the wound in Sangkuriang's head. It matched to her son's wound who had left severall years earlier. Soon she realized that she felt in love with her own son.

She couldn't marry him but how to say it. Then, she found the way. She needed a lake and a boat for celebrating their wedding day. Sangkuriang had to make them in one night. He built a lake. With a dawn just moment away and the boat was almost complete. Dayang Sumbi had to stop it. Then, she lit up the eastern horizon with flashes of light. It made the cock crowed for a new day.
Sangkuriang failed to marry her. She was very angry and kicked the boat. It felt over and became the mountain of Tangkuban Perahu Bandung.

 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Cerita Rakyat Ajisaka dalam Bahasa Indonesia

Terimakasih Atas Kunjungannya :-) 
Thanks For Visiting My Blog A

Legenda atau cerita rakyat yang ada dalam setiap suku, yang menceritakan asal usul terjadinya suatu peristiwa memang menarik untuk di ceritakan kembali kepada anak-anak kita. Begitu juga dengan legenda Aji Saka yang konon dialah yang menciptakan tulisan/huruf Jawa, Ha Na Ca Ra Ka.
Legenda ini berawal dari kedatangan Aji Saka bersama dua orang pengawalnya yang setia, Durga dan Sembada dari India ke tanah Jawa yang terkenal keindahannya bagai Swargaloka. Mereka singgah di salah satu kerajaan bernama Medang Kamulan.

Sebelum meneruskan pengembaraannya, Aji Saka memerintahkan Durga untuk tinggal dan menjaga kapal mereka serta menitipkan sebuah keris pusaka yang harus ia jaga dengan sepenuh hati seperti ia menjaga nyawanya sendiri, dan tidak boleh di serahkan kepada siapapun juga selain Aji Saka sendiri yang memintanya.
Aji Saka melanjutkan perjalanannya bersama Sambada menuju ke Medang Kamulan. Sesampai mereka di desa, Aji Saka dan Sambada heran melihat desa yang mereka singgahi begitu sepi. Penduduk bersembunyi dan menutup rapat pintu dan jendela rumah mereka seolah takut keberadaan mereka di ketahui.
Tak lama, Aji Saka berpapasan dengan seorang tua yang berjalan bersama seorang anak gadis dengan wajah muram dan sedih. Bertanyalah Aji Saka kenapa mereka bersedih. Bapak tua itu bercerita bahwa hari ini tibalah ia memberikan persembahan untuk sang prabu sebagai santapan. Medang Kamulan di perintah oleh seorang raja berujud setengah manusia dan setengah raksasa, dan dalam beberapa hari sekali, sang raja meminta daging manusia untuk santapannya.
Mendengar cerita ini, Aji Saka merasa iba dan bertekad menolong penduduk desa. Maka, berkatalah ia pada si Bapak tua, bahwa dia yang akan menggantikan anak gadisnya sebagai santapan sang Prabu Dewatacengkar.
Maka, berangkatlah Aji Saka dan Sembada menemui sang Prabu. Prabu Dewatacengkar begitu gembira menyambut kedatangan Aji Saka, apalagi setelah melihat bahwa santapannya kali ini masih muda. Prabu dewatacengkar telah membayangkan menyantap daging muda yang masih segar.
Namun, sebelum sang Prabu menyantapnya, Aji Saka mengajukan syarat. Apabila sang Prabu mampu menarik habis kain sorbannya (ikat kepala) maka, Aji Saka akan dengan rela menyerahkan nyawanya untuk di santap. Syarat ini di sanggupi sang Prabu. Rakyat berduyun-duyun datang ke kota raja untuk melihat hal ini. Ajaib sekali dengan kesaktiannya, kain ikat kepala Aji Saka tak habis meski Prabu Dewatacengkar telah menariknya sampai keluar dari daerah kekuasaanya.
Akhirnya, sampailah Prabu Dewatacengkar di pesisir pantai Selatan. Anehnya, sesampainya sang prabu di pesisir pantai, habis pulalah kain ikat kepala Aji Saka. Maka, dengan kesaktiannya di kibaskanlah kain ikat kepala itu yang membuat Prabu Dewatacengkar terpelanting dan jatuh ke dalam pantai Selatan. Sesaat setelah tubuh sang Prabu di telan ombak, muncullah seekor buaya putih raksasa. Ternyata, ujud sang Prabu telah berubah menjadi buaya putih raksasa.
Setelah itu, Aji Saka di angkat menjadi raja Medang Kamulan. Setelah beberapa waktu memerintah, teringatlah Aji Saka akan Durga pengawalnya yang lain. Maka di utuslah Sambada untuk menjemput Durga untuk tinggal bersama mereka di Medang Kamulan. Berangkatlah Sembada menjemput Durga.
Sesampainya di tempat terakhir mereka berpisah, Sembada meminta kembali keris pusaka Aji Saka dan mengabarkan bahwa Aji Saka kini telah menjadi raja Medang Kamulan dan mengajak serta dirinya untuk tinggal di sana. Namun, karena Durga teringat pesan Aji Saka untuk tidak menyerahkan keris pusaka kepada siapapun kecuali dirinya, Durga tidak menyerahkannya. Terjadilah salah paham di antara keduanya, dan pertarunganpun tak dapat di elakkan. Karena mereka sama-sama sakti, akhirnya merekapun gugur bersama.
Lama berselang tak lagi terdengar kabar baik dari Sembada maupun Durga, akhirnya Aji Saka memutuskan untuk menjemput mereka sendiri. Namun terkejutlah dia saat tiba di tempat pertama ia meninggalkan Durga, Aji Saka melihat ke dua abdi setianya telah tewas dan menjadi bangkai. Sedih dan menyesal akan kecerobohannya maka, Aji Saka menulis ha na ca ra ka pada sebuah daun lontar.
Inilah aksara Jawa yang terkenal itu:
ha na ca ra ka artinya : Ada utusan
da ta sa wa la artinta : Saling bertengkar
pa dha ja ya nya artinya : Sama saktinya
ma ga ba tha nga artinya : Gugur bersama

LWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Cerita Rakyat dalam Bahasa Jawa Ajisaka

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog

AJISAKA

Kacarita ing jaman mbiyèn ana wong saka Tanah Hindhustan anom jenengé Aji Saka. Dhèwèké putrané ratu, nanging kepéngin dadi pandhita sing pinter. Kasenengané mulang kawruh rupa-rupa. Dhèwèké banjur péngin lunga mencaraké ngèlmu kawruh ing Tanah Jawa.
Banjur anuju sawijining dina Aji Saka sida mangkat menyang Tanah Jawa, karo abdiné loro sing jenengé Dora lan Sambada. Bareng teka ing Pulo Majethi padha lèrèn. Aji Saka banjur nilar abdiné loro; Dora lan Sambada ing pulo iku. Déné Aji Saka karo Sembada arep njajah Tanah Jawa dhisik. Dora diweling ora olèh lunga saka kono. Saliyané iku Dora wau dipasrahi keris pusakané, didhawuhi ngreksa, ora olèh dielungaké marang sapa-sapa. Aji Saka banjur tindak karo abdiné, Sembada menyang ing Tanah Jawa. Njujug ing negara Mendhang Kamolan. Sing jumeneng ratu ing kono ajejuluk Prabu Déwata Cengkar. Sang prabu iku senengané dhahar dagingé wong. Kawulané akèh sing padha wedi banjur padha ngalih menyang negara liya. Patihé diarani Kyai Tengger.

Kacarita Aji Saka ana ing Mendhang Kamolan jumeneng guru, wong-wong padha mlebu dadi siswané. Para siswané padha tresna marang Aji Saka amarga dhèwèké seneng tetulung.
Nalika semana Aji Saka mondhok nèng omahé nyai randha Sengkeran dipèk anak karo nyai randha. Kyai patih karo nyai randha iya wis dadi siswané Aji Saka. Anuju sawijining dina sang prabu Déwata Cengkar duka banget ora wong manèh sing bisa didhahar. Aji Saka banjur saguh dicaosaké sang nata dadi dhaharané. Sang nyai randha lan patih dadi kagèt banget. Nanging Aji Saka celathu yèn wong loro iku ora usah kuwatir yèn dhèwèké ora bakal mati. Banjur Aji Saka diateraké ngadhep prabu Déwata Cengkar.
Prabu Déwata Cengkar ya rumangsa éman lan kersa ngangkat Aji Saka dadi priyayi, nanging Aji Saka ora gelem. Ana siji panyuwuné, yaiku nyuwun lemah saiket jembaré. Sing ngukur kudu sang prabu dhéwé.
           
            Sang Prabu Déwata Cengkar iya banjur nglilani. Nuli wiwit ngukur lemah diasta dhéwé. Iketé Aji Saka dijèrèng. Iketé tansah mulur baé, dadi amba serta dawa. Iya dituti waé déning sang prabu. Nganti notog ing segara kidul. Bareng wis mèpèd ing pinggir segara, iketé dikebutaké. Déwata Cengkar katut mlesat kecemplung ing segara. Malih dadi baya putih, ngratoni saisining segara kidul.
           
            Sakbubare kuwi, Ajisaka diangkat dadi Raja Medang Komulan. Ajisaka eling marang Dora lan meling Sembada supaya marani lan ngajak Dora urip bareng ing Medang Komulan. Sembada banjur mangkat marani Dora. Saktekane ing panggonane Dora, Sembada njaluk kerise Ajisaka lan ngabari yen Ajisaka wis dadi Raja Medang Komulan lan ngajak urip bareng ing kono. Nanging , Dora eling marang dawuhe Ajisaka supaya kerise ora oleh dielungke marang sapa-sapa. Sidane, antarane wong loro kuwi dumadi salah paham lan pada padu. Amarga pada sektine, wong loro mau mati bareng.

            Pirang-pirang minggu urung entuk kabar, Ajisaka sidane mapak loro abdine mau. Nanging, saktekane ing panggonane Dora, Ajisaka kaget amarga reti loro abdine uwis dadi bangkai. Susah lan nyesel amarga tumindake kang kurang ati-ati, Ajisaka banjur nulis tulisan ing godhong lontar. Kang teka saiki dikenal kanthi Aksara Jawa.­

Unsur Instrinsik
-Tema                 :

-Tokoh lan watak :
1.     Ajisaka              : Satriya, kendel, pinter, kurang ngati-ati.
2.     Dora                 : Manut marang dawuh, setia.
3.     Sembada           : Manut marang dawuh, setia.
4.     Dewatacengkar  : Angkara murka.

-Alur                 : alur maju

-Amanat            : Tumindak-tumindak kang ala bakal kalah saka tumindak kang becik.
                           Kudu jelas lan ngati-ati ing tumindak lan menehi dawuh marang wong liya supaya ora
                           gawe nyesel.



Nama    : Ridwan Ahmad S.P.
Nomor  : 31
Kelas     : X.1
 

 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com