Thanks For Visiting My Blog
Pengertian Perubahan Sosial Budaya
Perubahan merupakan suatu keadaan yang berbeda dengan sebelumnya, sehingga jika kita membahas tentang perubahan selalu mempergunakan perbandingan secara kronologis (perbedaan waktu). Dalam sosiologi dikenal perubahan sosial (social change) dan perubahan budaya (cultural change). Perubahan sosial yaitu sebagai perubahan-perubahan yang menyangkut struktur sosial ataupun lembaga-lembaga sosial. Definisi semacam ini dikemukakan antara lain oleh Kingsley Davis dan Selo Soemardjan.
Perubahan budaya yaitu perubahan yang berkaitan dengan kebudayaan masyarakat, khususnya menyangkut sistem nilai.
Contoh Mengenai Perubahan Sosial Budaya
a. Perubahan Sosial
Sistem dan struktur pendidikan di Indonesia selalu mengalami perubahan.
Contoh : Dahulu di Indonesia wajib belajar ditempuh selama 6 tahun, sekarang menjadi 9 tahun.
b. Perubahan Budaya
Masyarakat yang semula seragam dalam kebudayaannya, menjadi beraneka budaya.
Contoh : Dahulu orang melakukan pengobatan melalui dukun, sekarang sudah dengan pengobatan secara medis melalui dokter.
c. Perubahan sosial yang diikuti oleh perubahan budaya
Desa menjadi kota kecil; daerah agraris menjadi kawasan industri.
Contoh : Maraknya pembangunan mall (supermarket). Dahulu orang berbelanja di pasar sekarang orang lebih banyak yang belanja di mall.
Contoh Gambar
Trend belanja di mall
žDengan demikian, dapat dikatakan bahwa perubahan sosial merupakan variasi dari carahidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaanmaterial, komposisi penduduk, ideologi maupun adanya difusi atau penemuan barudalam masyarakat.
Perubahan sosial juga merupakan segala perubahan pada lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasukdidalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalammasyarakat.
Agar dapat lebih memahami pengertian perubahan sosial budaya,
berikut ini akan diberikan contoh ilustrasi singkat yang menggambarkan
proses perubahan sosial dalam masyarakat desa.
Pertama
Masyarakat desa yang jauh dari keramaian kota sekalipun tidak luput dari perubahan. Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan, hanya bentuk perubahannya berjalan secara lambat tidak secepat masyarakat di kota. Saat ini orang-orang desa sudah mengenal perdagangan, alat-alat tranportasi modern, mengikuti berita-berita lewat radio dan televisi, bahkan dapat mengoperasikan handphone (HP) dan internet.
Berikut salah satu contoh gambar dari penggunaan alat-alat transportasi modern.
Contoh Gambar Penggunaan Alat-Alat Transportasi Modern
(Pertanian Modern)
Kedua
Handphone (HP) masuk desa, telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat di daerah pedesaan. Dahulu HP adalah barang yang berharga dan hanya digunakan oleh orang-orang tertentu saja. Namun, seiring berjalannya waktu sekarang HP sudah tidak lagi menjadi barang mewah dan hampir selurun masyarakat desa pun sudah memiliki HP.
Berdasarkan kedua contoh ilustrasi di atas dan mengacu pada teori perubahan sosial menurut Soerjono Soekanto, maka proses-proses perubahan sosial dapat diketahui dengan ciri-ciri tertentu, antara lain:
a. Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya, karena setiapmasyarakat akan mengalami perubahan baik cepat atau lambat
b. Perubahan terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu, dan diikuti oleh perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya
c. Perubahan sosial yang cepat biasanya diikuti dengan disorganisasi yang bersifat sementara, karena berada dalam proses penyesuaian diri. Disorganisasi ini akan diikuti oleh reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai baru
d. Perubahan tidak dapat dibatasi hanya pada bidang kebendaan atau spiritual saja, karena kedua bidang itu mempunyai ikatan yang timbal balik.
Source : http://nurulfadillah54.blogspot.com
ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com
No comments:
Post a Comment