Social Icons

Wednesday, 4 July 2012

Asal Mula Nagari MINANGKABAU ( Cerita Rakyat dari Sum Bar)

Terimakasih Atas Kunjungannya



Dahulu, di Sumatera Barat, tersebutlah sebuah kerajaan bernama Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana. Rakyatnya pun senantian hidup aman, damai, dan tenteram. Suatu ketika, ketenteraman negeri itu terusik oleh adanya kabar buruk bahwa Kerajaan Majapahit dari Pulau Jawa akan menyerang mereka. Situasi tersebut tidak membuat para punggawa Kerajaan Pagaruyung gentar.

“Musuh pantang dicari, datang pantang ditolak. Kalau bisa dihindari, tapi kalau terdesak kita hadapi,” demikian semboyan para pemimpin Kerajaan Pagaruyung.

Suatu hari, Pasukan Kerajaan Majapahit pun tiba di Kiliran Jao, dekat perbatasan Kerajaan Pagaruyung. Di tempat, itu mereka mendirikan tenda-tenda sembari mengatur strategi penyerangan ke Pagaruyung. Menghadapi situasi genting itu, para pemimpin Pagaruyung pun segera mengadakan sidang.

“Negeri kita sedang terancam bahaya. Pasukan musuh sudah di depan mata. Bagaimana pendapat kalian?” tanya sang Raja yang memimpin sidang tersebut.

“Ampun, Paduka Raja. Kalau boleh hamba usul, sebaiknya kita hadapi mereka dengan pasukan berkuda dan pasukan bergajah,” usul panglima perang kerajaan.

“Tunggu dulu! Kita tidak boleh gegabah,” sanggah penasehat raja, “Jika kita serang mereka dengan pasukan besar, pertempuran sengit pasti akan terjadi. Tentu saja peperangan ini akan menyengsarakan rakyat.”

Suasana sidang mulai memanas. Sang Raja yang bijaksana itu pun segera menenangkannya.

“Tenang, saudara-saudara!” ujar sang Raja, “Saya sepakat dengan pendapat Paman Penasehat. Tapi, apa usulan Paman agar peperangan ini tidak menelan korban jiwa?”

Pertanyaan sang Raja itu membuat seluruh peserta sidang terdiam. Suasana pun menjadi hening. Semua perhatian tertuju kepada penasehat raja itu. Mereka tidak sabar lagi ingin mendengar pendapatnya. Beberapa saat kemudian, penasehat raja itu pun angkat bicara.

“Ampun, Paduka Raja. Untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah, alangkah baiknya jika musuh kita ajak berunding. Kita sambut mereka di perbatasan kemudian berunding dengan mereka. Jika mereka menolak, barulah kita tantang mereka adu kerbau,” ungkap penasehat raja.

“Hmmm... ide yang bagus,” kata sang Raja, “Bagaimana pendapat pendapat kalian semua?”

“Setuju, Paduka Raja,” jawab seluruh peserta sidang serentak.

Selanjutnya, sang Raja bersama punggawanya pun menyusun strategi untuk mengalahkan musuh tanpa pertumpahan darah. Sang Raja segera memerintahkan kepada putri Datuk Tantejo Garhano untuk menghiasi anak-anak gadisnya dan dayang-dayang istana yang cantik dengan pakaian yang indah. Datuk Tantejo Garhano adalah seorang putri yang memiliki tatakrama dan kelembutan. Sifat-sifatnya itu pun telah diajarkannya kepada anak-anak gadisnya serta pada dayang-dayang istana.

Setelah semua siap, Datuk Tantejo Garhano bersama anak-anak gadisnya serta dayang-dayang istana menuju ke perbatasan untuk menyambut kedatang pasukan musuh. Mereka pun membawa berbagai macam makanan lezat untuk menjamu pasukan Majapahit. Sementara itu, dari kejauhan, pasukan Pagaruyung terlihat sedang berjaga-jaga untuk menjaga segala kemungkinan yang bisa terjadi.

Tak berapa lama setelah rombongan Datuk Tantejo Garhano tiba di perbatasan, pasukan musuh dari Majapahit pun sampai di tempat itu.

“Selamat datang, Tuan-Tuan yang budiman,” sambut Datuk Tantejo Garhano dengan sopan dan lembut, “Kami adalah utusan dari Kerajaan Pagaruyung. Raja kami sangat senang dengan kedatangan Tuan-Tuan di istana. Tapi sebelumnya, silakan dicicipi dulu hindangan yang telah kami sediakan! Tuan-Tuan tentu merasa lapar dan capai setelah menempuh perjalanan jauh.”

Melihat perlakuan para wanita-wanita cantik itu, pasukan Majapahit menjadi terheran-heran. Mereka sebelumnya mengira bahwa kedatangan mereka akan disambut oleh pasukan bersenjata. Namun, di luar dugaan, ternyata mereka disambut oleh puluhan wanita-wanita cantik yang disertai dengan hidangan lezat. Dengan kelembutan para wanita cantik tersebut, pasukan Majapahit pun mulai goyah untuk melancarkan serangan hingga akhirnya menerima tawaran itu.

Setelah pasukan Majapahit selesai menikmati hidangan dan beristirahat sejenak, Datuk Tantejo Garhano segera mengajak pemimpin mereka ke istana untuk menemui sang Raja.

“Mari, Tuan! Raja kami sedang menunggu Tuan di istana!” bujuk Datuk Tantejo Garhano dengan santun.

“Baiklah, saya akan segera menemui raja kalian,” jawab pemimpin pasukan itu.

Setiba di istana, Datuk Tantejo Garhano langsung mengantar pemimpin pasukan itu masuk ke ruang sidang. Di sana, sang Raja bersama punggawanya terlihat sedang duduk menunggu.

“Selamat datang, Tuan,” sambut sang Raja, “Mari, silakan duduk!”

“Terima kasih, Paduka,” ucap pemimpin itu.

“Ada apa gerangan Tuan ke mari?” tanya sang Raja pura-pura tidak tahu.

“Kami diutus oleh Raja Majapahit untuk menaklukkan Pagaruyung. Kami pun harus kembali membawa kemenangan,” jawab pemimpin itu.

“Oh, begitu,” jawab sang Raja sambil tersenyum, “Kami memahami tugas Tuan. Tapi, bagaimana kalau peperangan ini kita ganti dengan adu kerbau. Tujuangan adalah untuk menghindari pertumpahan darah di antara pasukan kita.”

Pemimpin pasukan Majapahit itu terdiam. Setelah berpikir sejenak, akhirnya ia pun menyetujui usulan sang Raja.

“Baiklah, Paduka Raja. Kami menerima tawaran Paduka,” jawab pemimpin itu.

Akhirnya, kedua belah pihak bersepakat untuk beradu kerbau. Jika kerbau milik sang Raja kalah, maka Kerajaan Pagaruyung dinyatakan takluk. Tapi, jika kerbau milik Majapahit kalah, mereka akan dibiarkan kembali ke Pulau Jawa dengan damai.

Dalam kesepakatan tersebut, tidak ditentukan jenis maupun ukuran kerbau yang akan dijadikan aduan. Oleh karena ingin memenangi pertandingan tersebut, pasukan Majapahit pun memilih seekor kerbau yang paling besar, kuat, dan tangguh. Sementara itu, sang Raja memilih seekor anak kerbau yang masih menyusu. Namun, pada mulut anak kerbau itu dipasang besi runcing yang berbentuk kerucut. Sehari sebelum pertandingan itu dihelat, anak kerbau itu sengaja dibuat lapar dengan cara dipisahkan dari induknya.

Keesokan harinya, kedua kerbau aduan segera dibawa ke gelanggang di sebuah padang yang luas. Para penonton dari kedua belah pihak pun sedang berkumpul di pinggir arena untuk menyaksikan pertandingan yang akan berlangsung sengit tersebut. Kedua belah pihak pun bersorak-sorak untuk memberi dukungan pada kerbau aduan masing-masing.

“Ayo, kerbau kecil. Kalahkan kerbau besar itu!” teriak penonton dari pihak Pagaruyung.

Dukungan dari pihak pasukan Majapahit pun tak mau kalah.

“Ayo, kerbau besar. Cincang saja anak kerbau ingusan itu!”

Suasana di tanah lapang itu pun semakin ramai. Kedua kerbau aduan telah dibawa masuk ke dalam arena. Suasana pun berubah menjadi hening. Penonton dari kedua belah pihak terlihat tegang. Begitu kedua kerbau tersebut dilepas, kerbau milik Majapahit terlihat beringas dan liar. Sementara itu, anak kerbau milik Pagaruyung segera memburu hendak menyusu pada kerbau besar itu karena mengira induknya.

Tak ayal, perut kerbau milik Majapahit pun terluka terkena tusukan besi runcing yang terpasang di mulut anak kerbau milik Pagaruyung. Setelah beberapa kali tusukan, kerbau milik pasukan Majapahit akhirnya roboh dan terkapar di tanah. Melihat kejadian itu, penonton dari pihak Pagaruyung pun bersorak-sorak gembira.

“Manang kabau..., Manang kabau...,” demikian teriak mereka.

Akhirnya, pasukan Majapahit dinyatakan kalah dalam pertandingan tersebut. Mereka pun diizinkan kembali ke Majapahit dengan damai. Sementara itu, berita tentang kemenangan kerbau Pagarayung tersebar ke seluruh pelosok negeri. Kata manang kabau yang berarti menang kerbau pun menjadi pembicaraan di mana-mana. Lama-kelamaan, pengucapan kata manang berubah menjadi kata minang. Sejak itulah, tempat itu dinamakan Nagari Minangkabau, yaitu sebuah nagari (desa) yang bernama Minangkabau.

PIDATO -Tema Lingkungan-

Terimakasih Atas Kunjungannya


PIDATO

       Selamat Pagi, salam sejahtera bagi kita semua,
      Bapak/ Ibu guru yang saya hormati,
Dan teman teman yang saya cintai,
      Pertama tama marilah kita panjatkan puji serta syukur keharirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunianya kita dapat berkumpul di tempat ini dengan keadaan sehat dan tidak kurang satu apapun.
      Hadirin yang berbahagia,
      Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang cara-cara menjaga kesehatan. Sekarang ini berbagai penyakut sudah menyebar ke berbagai tempat tanpa pandang bulu, siapa sih yang ingin sakit? Tentu saja semuanya ingin sehat bukan? Saya akan memberikan berbagi sedikit tips untuk menjaga kesehatan, kita harus mengatur  pola makan kita, makanan yang kita makan haruslah seimbang minimal 4 sehat 5 sempurna, kemudian olahraga teratur setiap hari, mungkin untuk olahraga ada sebagian orang yang tidak sempat karena terlalu sibuk padahal olahraga itu penting minimal pemanasan dan pelemasan otot pada wakt bangun pagi, minum vitamin, istirahat yang cukup, mandi minamal 2 kali sehari, menjaga lingkungan tetap terjaga kebersihannya.
      Semoga apa yang sya sampaikan ini dapat bermanfaat bagi kehidupan kita semua. Saya kira cukup untuk pidato saya kali ini, apabila banyak kekurangan dalam saya menyampaikan, dan mungkin ada perkataan yang kurang berkenan saya mohon maaf. Dan terima kasih atas waktu yang sudah di berikan kepada saya.
Selamat pagi.

Branches Of Biology

Terimakasih Atas Kunjungannya


No.
Branch
Description
What is studied
Real Word Example
1.
Bacteriology
Branch of biology that studies bacteria
Anatomy of bacteri, klasification, etc
Protozoa, fungi and viruses
2.
Zoology
Branch of biology that studies particulars of animals
Studies particulars of animals
Anthropology, apiology,mammalogy,paleozoology
3.
cytology
Branch of biology that studies structure and function of animal and plant cells
Structure and function of animal and plant cells
Pleura, ureters, peritoneum, thyroid gland, etc.
4.
Botany
Branch of biology that studies particulars of plants
Studies particular of plants
Fungi, viruses, bacteria, algae, etc.
5.
Taxonomy
Branch of biology that studies organism classification
Classification of organism
Kingdom, Phylum, Class, Order, Family, Genus, Species
6.
Genetics
Branch of biology  that studies method or individual character inheritance ti its heredity
Method an character of individual inheritance
Viruses, bacteria, DNA
7.
Anatomy
Branch of biology that studies structure of organism’s body
Structure of organism’s body
Brain, heart, lungs, kidney, etc
8.
Mycology
Branch of biology that studies particulars of fungi
Particulars of fungi
Beer, wine, cheese, penicillin, etc.
9.
Morphology
Branch of biology that studies outer structure and organ function of an organism
Structure and organ organism
Morphology of bird, fish, whale, etc.

Widyaloka Intan A
                                                                                                                                    X.1/34










                                                                                                                                 
Widyaloka Intan A
                                                                                                                 X.1/34

The Benefit of Biology In various Fields

1.      Medical Field                                                               
       Improvement in the field of medicine cannot be separated from the support of biology science and other sciences. Biology science improvement in the field of medicine is expected to reduce death rate and increase food nutrient.
2.      Agricultural Field
       Improvement  in the biology science plays a role in food resource improvement, agricultural equipments technology advancement, proper fertilizer usage, top qualit seeds selection, maintenance and more controlled modern plant cultivation.
3.      Pharmaceutical Field
       With biology science advancement, people are succeeded finding out various kinds of drugs and vaccines. Alexander Fleming was succeeded in finding penicillin antibiotic while Edward Jenner found cowpox vaccine.

Geguritan (Puisi Bahasa Jawa) -GUSTI-

Terimakasih Atas Kunjungannya


WIDYALOKA INTAN ANINDHITA
       X.1 / 34

Tema               : Katresnan Marang Gusti
Amanat           : Kita manungsa kudu taat, setia, lan saged ngucapke syukur marang
                           Gusti lan kudu bisa naati apa sing diajarke Gusti



Gusti..
Awan, bengi, udan,panas..
Wis kok paringke marang manungsa..
Namung..
Manungsa dereng saged njaga lan asring kesupen ngucapke syukur..
            Gusti..
            Sampun akeh janji ingkang kula blenjani
            Akeh lelakon kula ingkang nglanggar salira panjenengan
            Akeh pangucap ingkang nglarani ati
Gusti..
Kula nyuwun pangapunten
Kula saestu nyesel
Kula janji, kula mboten nglaliakke salira panjenengan
Kula pengen saged terus ngucapke syukur dhateng panjenengan
            Gusti..
            Kula naming manungsa ingkang adoh saking kasempurnan
            Naming kula pengen dadi manungsa ingkang taat lan setia marang panjenengan
            Ingkang saged ngagemi lan njangkepi panyuwun panjenengan
            Sakniki lan saklami-laminipun..