Pages

Social Icons

Beranda

Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Friday, 16 August 2013

Lirik Lagu Sewu Kuto + Gancaran + Amanat

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog



SEWU KUTO
LIRIK :
Sewo kuto uwis tak liwati  Sewu ati tak takoni
Nanging kabeh  Podo rangerteni Lungamu neng endi
Pirang tahun aku nggoleki Seprene durung biso nemoni
Wis tak coba
Nglaliake jenengmu Soko atiku
Sak tenane aku ora ngapusi Isih tresno sliramu
Umpamane kowe uwis mulyo
Lilo aku lilo
Yo mung siji dadi panyuwunku Aku pengin ketemu
Senajan sak kedeping moto
Kanggo tombo kangen jroning dodo
Wis tak coba
Nglaliake jenengmu
Soko atiku
Sak tenane aku ora ngapusi
Isih tresno sliramu
Umpamane kowe uwis mulyo
Lilo aku lilo
Yo mung siji dadi panyuwunku Aku pengin ketemu
Senajan wektumu mung sedhela
Tak nggo tombo kangen jroning dodo
Senajan sak kedeping moto
Tak nggo tombo kangen jroning dodo

GANCARAN :
Sewu kuto wis tak liwati sewu wong uga wis tak takoni babagan lungamu.
nanging kabeh podo rangerteni lungamu menyang ngendi?
Pirang-pirang taun aku nggoleki kowe seprene uga durung bisa nemoni
wis tak coba nglalekake kowe nanging jenengmu kuwi saka atiku
sak tenane aku ora ngapusi babagan kuwi, buktine aku isih tresna sliramu
umpamane kowe wis mulyo uripmu, aku lila babagan lungamu
nanging, aku mung jaluk siji aku pengin ketemu karo kowe
senajan mung kanggo wektu sedelo, kuwi  kanggo tombo kangen ing dodoku
wis tak coba nglalekake kowe nanging jenengmu kuwi saka atiku
sak tenane aku ora ngapusi babagan kuwi, buktine aku isih tresna sliramu
umpamane kowe wis mulyo uripmu, aku lila babagan lungamu
nanging, aku mung jaluk siji aku pengin ketemu karo kowe
senajan mung kanggo wektu sedelo, kuwi  kanggo tombo kangen ing dodoku
senajan mung sak kedeping moto, kuwi  kanggo tombo kangen ing dodoku
AMANAT :
1.      Kudu Sabar ngenteni wong
2.      Lilakna wong sing mbok tresnani urip mulyo
3.      Tetep lanjutna uripmu




Nama  : Decky Adi P.
No.       : 01
Kelas    : XI IPS 2


ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Sunday, 28 July 2013

Puisi dalam Bahasa Jawa (Geguritan) Ngrantam Pesthi + Amanat

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog



Ridwan Ahmad S.P/ 31/ X.1

Tema     : Katresnan
Ngrantam  Pesthi

Dak deleng ing saben ayat-ayat nafasmu
Ing selaning tetes udan
Ing tapel wates wektu tan ana warana

Tumendhak ing pipi dhekik
Suwara ati kinunci
Dudu apus-apus mata ananging suasanane ndriya
Nggelar swiwi-swiwi nrabas edhum wengi
Nganti tresna asung janur kuning
Dudu pepunthone impen
Tresnaku marang sliramu
Munjuli dhuwure gunung
Munjuli jerone segara
Munjuli ambane alam donya


Amanat                                : Dadi wong oleh wae ngarepake rasa tresna. Nanging kudu dilakoni nganthi tenanan.
                                  Amarga tresna kuwi dudu kanggo dolanan.
                           


ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Wednesday, 3 July 2013

Kumpulan Puisi tentang Ibu dan Sahabat

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog

Kumpulan puisi ibu

IBU
Puisi Richard Fernando Putra Bela

Ibu kau mengandung 9 bulan
sampai engkau melahirkanku dengan susah paya
engkau merawatku sampai aku tumbuh besar
engkau juga merawatku tampa pamri
dan engkau juga merawatku dengan penuh kasih sayang

Ibu kau mengajariku berjalan sampai aku bisa berjalan
engkau juga mengajariku berbicara sampai aku bisa
Ibu kau bagaikan malaikatku
dikala aku sedih engkau selalu ada untuk menghiburku

Ibu.. aku juga merasa engkaulah pahlawanku
setiap aku kesusahan engkau selalu ada untuk membantuku
Ibu... bekerja keras
untuk menafkahiku
ibu... terima kasih atas pengorbananmu
yang engkau berikan kepada ku
Ibu...












TANGISAN MATA BUNDA


Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku











Tentang Sahabatku

Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan

Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan

Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian

Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran

Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian

Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan

Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya




SAHABAT ITU.....


Selalu hadir dalam kehidupan kita
Baik itu senang atau susah
Tak perlu berkata ia pasti mendengar
Semua cerita akan tercampur dengan bumbu kisahnya
Menegur kala kita salah mengambil langkah
Menyokong kala kita mengangkat satu keputusan
Bertanggung jawab walau tak ikut menyebabkan
Meniupkan hawa kedamaian kala kita terbalut dalam emosi

Dan…
Selalu seperti itu hingga takdir memisahkan

Source : http://google.co.id

 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Friday, 24 May 2013

Puisi : Daun Kering Karya Budhi Setyawan

Terimakasih Atas Kunjungannya :-) 
Thanks For Visiting My Blog 

DAUN KERING
   
  malam kian dingin
  ketika aku sembunyi di dalam suara gamelan
  yang di bawa oleh angin
   
  seperti tak putus
  aku mencari berita
  namun masih sepi
   
  ku ingin dekat 
  obormu yang menyala-nyala
  terangi langkah dan duniaku
   
  di mana adamu
  mengembara bertapa
  tanpa berita tanpa suara
   
  ku laksana daun kering
  melayang diterbangkan angin
  di ruang gelap gulita
   
  terasa kian berat
  hadapi hari-hari di depan
  berjalanku tak lagi tegap
   
  terselubung riuh dan ruwet
  jauh dari cahayamu
  kabut di seputaran pandangan 
   
  engkaulah
  guruku, kekasihku, oborku
  temanilah jiwaku belajar tentang cinta di dalam hati
   
  Karya :  Budhi setyawan

 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Saturday, 20 April 2013

Cerpen : Kelopak Mawar yang Jatuh

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog


Kelopak Mawar yang Jatuh

“ Apapun, aku relakan demi cintaku untukmu  ”
Pagi ini,matahari masih enggan-enggannya muncul dari balik peraduannya. Ayam jantan masih bermalasan menyeruakkan suaranya nan merdu dan elok karena masih ingin mengatupkan matanya untuk mencari makan siang terik nanti. Tiap pagi, kayuhan sepeda tua dan usang itu selalu terdengar saat laki-laki muda itu menuju tempat dimana ia menimba ilmu. Menyusuri jalanan dengan mengepakkan senyuman hangat yang selalu ia kembangkan saat berpapasan dengan orang dijalan.
Namanya tak asing lagi ditelingga anak-anak sekolah SMA Harapan Bangsa. Seseorang yang sangat lekat dengan setumpuk kertas yang beradu jadi satu menjadi sebuah karya dari berbagai ilmuwan di seluruh dunia yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi. Setiap haripun buku itu selalu berganti cover dan judul. Ya, si aneh kutu buku julukan dari teman sebayanya. Nama aslinya adalah Reza Aprianto. Seorang yang selalu pendiam dan bergelut dengan buku-buku bacaan. Dia hanya makan dengan sebuah buku tiap harinya, dengan kacamata kuda bejibun minus ia pake tiap hari. Sebenarnya dia memiliki wajah yang rupawan menarik perhatian. Namun sayang beribu sayang, tak ada satu gadis pun yang kecanthol dengan dia. Hingga Diaz seorang gadis yang berparas cantik , namun tingkahnya yang liar menjadikan nilai negatif bagi teman-temannya itu juga menolaknya karena penampilan Reza yang seperti misterius. Diaz adalah satusatunya wanita yang selalu ia puja dan bangga-banggakan. Sudah sekian lama Reza mencintai gadis itu, namun tiada keberanian yang kuat untuk menyatakan cintanya itu kepada Diaz. Cinta suci, penuh arti tersimpan dan tertata rapi jauh didalam lubuk hati Reza. Gadis yang ia taksir sejak ia duduk dibangku kelas 1 SMP.
Bulan Nopember,
Bel tanda masuk pelajaran dimulaipun berdendang, seperti biasa Reza selalu menyempatkan dirinya melirik sang pujaan hatinya Diaz di salah satu bangku yang kebetulan sebangku dengannya. Reza selalu mendapatkan nilai tertinggi dikelasnya sedangkan Diaz selalu mendapatkan nilai terendah dikelasnya. Hari ini akan diadakan ulangan Biologi, sama sekali Diaz belum belajar. Dengan segera dia pindah tempat duduk menuju tempat duduk kosong dekat Reza. Dengan hati yang senang dan berbunga-bunga, Reza mempersilahkan sang bunga hatinya untuk duduk di dekatnya.
“ Ulangan Bioologi nanti lo harus nyontekin gue! Kalau nggak, gue gapar lo! “ , kata Diaz
“Baiklah saying, apapun gue lakukan demi lo”
Suara tawa renyah seketika memenuhi seluruh isi kelas. HA..HA..HA
Pak Tomo ,guru Biologi yang terkenal garangpun masuk dengan sumringah.
“Anak-anak, keluarkan selembar kertas dan peralatan menulis kalian!”
Ulanganpun dimulai. Dengan sigap Diaz terus-terusan menyontek jawaban Reza. Namun, Reza tetap membiarkannya karena Diaz merupakan pujaan hati yang selama ini dia tunggu. Seketika,
“ Diaz, keluar kamu sekarang juga dari ruangan ini!”
“ Tapi , Pak. Saya pengen tetap ikut ulangan ini ”
“ Diaz, keluar kamu sekarang! “
“ Biar saya saja yang keluar, Pak” , seru Reza membela
“ Apa yang kamu lakukan Reza?”
“ Saya rela demi apapun untuk Diaz”
Huuuuuuuuuuuuu.. Seruan sorakan pun terdengar memecah keheningan di dalam kelas.
“ Baiklah, kalian berdua yang harus keluar!”
Dengan enteng, Diaz keluar kelas dan disusul Reza di belakangnya.

Bulan Desember,
Bulan pun berganti, Reza tidak akan pernah merobek kenangannya bersama Diaz di dalam memori nya. Gadis yang ia cintainya. Seperti biasa, Diaz membuat ulah, pagi ini dia sengaja mengumpulkan teman-teman se-geng nya untuk mengadakan tawuran dengan SMA lain istirahat nanti. Pada awal pelajaran dimulai Diaz mbolos dan lebih memilih makan di kantin.
Bel waktu istirahatpun berbunyi, dengan segera Diaz mengajak teman-temannya keluar sekolah dan siap untuk tawuran dengan siswa SMA lain. Tawuran pun berlangsung dengan sengit. Tanpa Diaz sadari sejumlah guru dari SMA-nya berhasil mengetahui dan memanggil Diaz menghadap Kepala Sekolah. Dan akhirnya, apa yang tidak ia inginkanpun terjadi. Skorsing 1 minggu
Selama skors Diaz berlangsung, Reza selalu ke rumahnya untuk membuatkan catatan-catatan pelajaran untuk Diaz. Bahkan dengan setianya , Reza selalu mengajari Diaz setiap dia selesai menyalinkan catatan untuk Diaz.
“ ngga usah lo susah payah kayak gini buat gue! Ngga ada gunanya!”
“ aku akan lakukan ini untuk mu, Aku sangat mencintaimu! “
“ Hahaha, Cuma karena cinta kamu rela seperti ini? Dasar Bodoh! Gue ngga akan nrima lo seandainya lo nembak gue “
“ Tapi Di, aku sangat mencintaimu “


Hari yang tidak diharapkan Diaz pun berakhir hari ini. Skorsing telah berakhir, senyumannya mengembang satu senti kekanan dan satu senti ke kiri. Dia kembali duduk di bangku kelas yang sangat ia rindukan. Kali ini, Reza tampak canggung melihat Diaz. Bukan malu ataupun hal lain, namun ia akan membuat strategi jitu untuk meluluhkan hati sang gadis impiannya. Bunyi bel istirahat berdendang memecahkan gendang telinga, Diaz duduk di sebuah bangku bercat putih di tengah taman luas, asri indah dan permai di sekolahnya. Tempat favorit Diaz dan juga teman-temannya. Dari balik tembok usang, Reza memperhatikan gadis itu dengan saksama dan penuh kasih sayang. Hari ini, Reza merelakan untuk tidak membaca buku bacaannya yang selalu menjadi teman bahkan makanan kesehariannya.
Dia mencoba menulis sebuah untaian kata-kata yang terajut dalam sebuah kalimat hingga menghasilkan suatu karya yang indah. Tulisan yang ia tulis dengan sepenuh hati dengan memperhatikan wajah manis Diaz.

Seandainya kata bisa bicara
Lebih jelas dari hanya sekedar kata
Mungkin aku tak perlu lagi membuat puisi cinta untukmu
Maka izinkanlah goresan tinta
Bicara lebih banyak tentang apa yang tersimpan
Tentang rasa yang ada dalam dada
Aku merasa seperti menginjak bumi pertama kali
Saat bertemu denganmu
Rambut yang indah
Mata yang mempesona
Bibir yang manis
Sebuah kesan yang begitu menggoda darimu
Dan, rasa ini pun lahir
Yang tak bisa terbaca dengan kata-kata
Yang mengusik hati dan pikiran
Aku hanya ingin mengenalmu lebih jauh
Berbincang tentang apapun
Dan menertawakan hembusan angin yang selalu bersama
Tidakkah aku aneh bagimu?
Aku mencoba menebak rembulan
Pun meleset, setidaknya kudapatkan sepotong bintang
Seandainya cintaku hanya bertepuk sebelah tangan
Setidaknya aku telah jujur mengungkapkannya padamu
Dan, apapun aku relakan demi cintaku untukmu
Walaupun , sendainya kamu tidak menyadari ketulusan pengorbananku






Puisi itu, akan Reza persembahkan untuk Diaz.

12 – 12 – 2012
Hari ini, adalah hari libur semester gasal. Reza memiliki sebuah harapan dimana dia akan menyatakan cintanya untuk Diaz. Pagi buta, dia sudah bangun untuk membuka kembali puisi yang telah ia rangkai dengan lembut tulusnya. Di masukkannya tulisan itu di dalam sebuah kotak kecil berbentuk hati berwarna merah muda. Ia kayuh sepeda tua usangnya dan kemudian mengarah ke sebuah toko dimana tercium wewangian semerbak yang membikin hati siapa saja dapat menikmati sebuah ketentraman dalam hati baik yang sedang dilanda kegembiraan maupun kegalauan.
Setangkai bunga mawar merah segar yang Reza pilih untuk sebuah tanda cintanya untuk Diaz. Sebuah tanda pengorbanan yang ia berikan untuk Diaz calon kekasih hatinya. Kemudian , dia arahkan kayuhan sepeda tua menuju salah satu toko aksesoris. Dia akan membelikan Diaz sebuah pengikat rambut yang cantik nan lucu. “ Diaz , semoga kau tidak melihat pemberianku ini dari nilainya. Namun kamu harus melihat pemberianku ini dari ketulusan hatiku saat aku memberikannya untukmu. Sebuah penjerat rambut ini aku lukiskan menjadi sebuah benda yang akan selalu kamu kenakan saat kita akan berkencan nanti “ , sederet ucapan dari hati Reza. Sebuah jepit rambut berwarna biru dengan hiasan seekor kupu-kupu plastic kecil yang menambah cantik penampilannya.
Reza bergegas kembali ke rumah untuk memoles dirinya. Ia kenakan kemeja kesayangannya pemberian dari neneknya saat ia masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Sudah lama ia tidak kenakan kemeja itu karena ngga ada satu alasanpun agardia memakainya. Dengan celana jeans hitam yang using pula ia pakai. Ia sisir rambut hitam lurusnya dengan rapi. Berulang kali ia mematutkan diri di depan cermin. Ia sangat yakin Diaz akan menerima cintanya nanti.
Matahari terik menyengat kulit setiap otang yang ada di bawahnya. Reza mengayuh kembali sepeda tuanya. Perasaan Reza kini menjadi bercampur aduk menjadi satu. Seorang Reza yang awalnya terlihat misterius dengan santapan buku setiap detiknya, kini berubah menjadi Reza yang memiliki wajah yang tampan , tinggi , putih dan maco. Beberapa langkah lagi dia akan sampai di rumah Diaz. Sesampainya di depan pintu gerbang perumahan Diaz, ia berhenti sesaat untuk memantapkan hatinya. Disapanya satpam penjaga pintu dengan wajah rupawannya.
Tiba-tiba, Hitam.. gelap .. pekat.. sakit.. semuanya berubah menjadi menyeramkan. Suasana itu begitu membuatku takut, membuat air mataku tumpah. Keadaan yang tadinya cerah berubah menjadi mendengung dengan petir yang membuat semua orang merasa tegang. Pandanganya seolah-olah kabur dan lamat-lama ia perhatikan  sebuah truck dengan kecepatan tinggi menghantam tubuhnya hingga sepeda tua kesayangannya remuk dan hancur berkeping-keping. Tubuhnya terpelanting hingga depan rumah Diaz. Kepalanya terbentur aspal cukup keras.
Diaz lari menghampiri tubuh Reza yang penuh dengan darah yang mengalir dari belakang kepalanya. Wajahnya penuh dengan darah dan luka yang menyayat seluruh pipinya. Wajah tampan Reza berubah menjadi memprihatinkan an menyedihkan. Air matapun jatuh dari matanya yang cantik itu. Air mata hangat dan penuh penyesalan meluncur bebas , mengalir dari pipi Diaz. Ia memeluk erat tubuh Reza yang bersimbah darah dan lemas itu. Banyak orang yang tengah datang menghampiri mereka berdua.
“ Rezaaaaaaaaaaaaa, maafkan aku “ sebuah kalimat penyesalan yang membuat seluruh orang yang menyaksikannya ikut meneteskan sebuah air mata duka.

Diaz baru menyadari adanya sebuah  bingkisan berwarna merah muda dan setangkai mawar merah tergenggam erat di tangan Reza. Di dalamnya terdapat sebuah kotak persegi biru kecil dan  kotak berbentuk hati berwarna merah muda. Perlahan-lahan ia buka kotak demi kotak dengan hati-hati. Ia temukan sebuah jepit rambut berwarna biru dan secarik puisi di dalam masing-masing kotak. Ia baca kata demi kata, kalimat demi kalimat serta bait demi bait puisi yang menggambarkan perasaan hati Reza kepada Diaz. Air mata Diaz kembali mengalir deras membanjiri pipinya. Ia menyesal telah menghiraukan Reza bahkan pernah ia mencaci-maki Reza. Ia telah menyia-nyiakan pengorbanan yang telah Reza berikan untuknya. Pengorbanan demi cintanya untuk Diaz, pengorbanan yang tulus keluar dari lubuk hati seorang kutu buku bernama Reza. Ia pungut kembali setangkai mawar merah itu. Diaz kecup mawar merah itu. Sebuah kelopak mawar yang jatuh membuat air mata Diaz untuk kesekian kalianya mengalir , kini hati Diaz hancur lebur dan jatuh bersama kelopak mawar itu. Ia peluk dan dekap erat tubuh Reza yang lemas itu. “ Apapun, aku relakan demi cintaku untukmu  ” sebuah kalimat yang hingga kini masih terngiang-ngiang di dalam pikiran Diaz. Sebuah kalimat yang tercantum dalam puisi yang telah Reza tuliskan untuk Diaz.  Tangisan penuh penyesalan yang hanya dapat ia perlihatkan untuk Reza. Air mata penuh dosa yang hanya bisa mengalir di depan jasad orang yang telah memberiak suci tulus cintanya, sebongkah pengorbanan untuknya dan kini semuanya telah berakhir bersama dengan kepergian Reza.


Note“Kelopak mawar yang telah jatuh selamanya tidak akan kembali lagi bersatu dengan badan mawarnya. Sama halnya dengan sebuah kisah cinta yang telah terukir manis dalam sebuah tulisan saya. Segala sesuatu yang telah kita sia-siakan selamanya tidak akan pernah kembali untuk kita peroleh kembali. “

Dini Rusnia Astari
X6 / 12



 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Puisi Karawang Bekasi karya Chairil Anwar

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog


KARAWANG BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi

Karya Chairil Anwar 


 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Monday, 15 April 2013

Puisi dalam Bahasa Jawa (Geguritan) Tema : Pahlawan , Judul : Raden Ajeng Kartini

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog


Nama : Fauziah Isnaini / X-1 / 15
Tema : Pahlawan

Raden Ajeng Kartini
Sanajan panjenengane wanita
Nanging gelem rekasa
Sanajan dipingit wong tuwa
Atine tetep mbela
Mbela kaum wanita
Aja nganti kalah prakosa

Jejere wanita
Kudu tetep siyaga
Ngowahi nasibe bangsa
Nurunake nasibe bangsa
Duwea wawasan kang jembar
Kanggo nggayuh lintang kang sumunar

Amanat :
-      Ngeluhurake derajad pahlawan.
-      Ngagungake asmane.
-      Ngormati perjuangane.
-      Ora lali dongakake supaya di tampa ing sisi Allah.


 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Puisi dalam Bahasa Jawa (Geguritan) : Ibu

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog


Geguritan


IBU
 
Ibu,
Meningi donya kang sangsaya tuwa,
sliramu panggah mesem ngujiwat,
jroning duhkita sing pait kasangsaya,
sliramu panggah santosa ing budi...

Ibu,
sliramu iku jati dhiri manusa prakosa,
sing tansah nggantha lan nglari panguripan,
datan ngrasa kasayahen lan kamomotan,
tansah asung jurung pamuji,
mring jiwa-jiwa kang rengka,
tansah paring winihing katresnan,
setya nepusi dina lan sasi,
dene lungiting angin lan samudramu,
ngimbuhi greget prauku lelayaran,
ngupadi tentreming ati,
ing sangkan paraning dumadi...

Ibu...
niyat ati namung hatur sembah bekti,
nyuwun donga kagem ingkang putra, Dedy...


 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Friday, 1 February 2013

Puisi : SEKOLAH - Oleh Muhammad Zakaria

Terimakasih Atas Kunjungannya :-) 
Thanks For Visiting My Blog 




Sekolahku
Muhammad Zakaria

Sekolah adalah arena pembelajaran
Ilmu dicari sambil berkawan
Banyak atau sedikit tergantung muatan
Siswa yang rajin pastilah girang

Ilmu dunia ada disana
Ilmu akhirat tesedia juga
Tergantung engkau pilih yang mana
Sebaiknya didapat dua-duanya

Bila engkau orang yang bijak
Akan mendapat tempat berpijak
Allah memberi hasil yang telak
Dunia akhirat pasti berdampak

Bumi ini ibarat bola
Salah langkah akan celaka
Sekolah tempat ilmu ditempa
Bahagia kelak engkau merasa

Rajinlah engkau wahai kawan
Janganlah lupa wahai teman
Dengan ilmu kita dapat berjalan
Pengaruh dunia kita takkan rawan.


Source  :
 http://kumpulankaryapuisi.blogspot.com


 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Sunday, 30 December 2012

Geguritan / Puisi Bahasa Jawa - Simbah (Nenek) - + Analisis Tema & Amanat

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
 Thanks For Visit My Blog


SIMBAH


Simbah . . . . .
Rikma pethak kang kagelung
Tutuk abrit amarga nginang
Lakumu sing teklak tekluk
Pitutur panjenengan kang becik
Katresnanmu marang anak-anakmu
Lan putu-putumu
Gegojekan panjenengan sing nglipur ati
Kang ngancani turu aku
Kala aku lara


Simbah . . . . .
Aku kangen sliramu
Nanging . . . . .
Donya uis misahne kita
Simbah . . . . .
Gusti sampun nimbali panjenengan
Aku sedih kala sliramu uwis ora ana
Nangis aku kudu iklas
Supados simbah
Saged tentrem ing alam kana




Tema              : katresnan
Amanat          : kudu bisa nglikasne tiang kang ditresnani dipendet gusti     ALLAH S.W.T




Nama             :  Affilla Fetty A.
No                   :  05
Kelas              :  X2





 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Geguritan (Puisi Bahasa Jawa) - Kanggo Kanca - + Analisis Tema lan Amanat

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visit My Blog


Kanggo Kanca
Biyen, tanganmu genggem tanganku
Biyen, pundakmu enek kanggo aku nangis
Biyen, guyumu nentremke atiku
Nanging saiki....
Tangan, pundak, guyumu ilang saka uripku
Kanca-kancaku kabeh,bayangna
Apa sajatining kahanan sajroning dunya
Yen ora ana welas lan asih
Ora ana uga kekancanan tanpa pamrih
Ing sakjroning manah atiku
Aku ngrasakna kepengin ngamuk wektu iku
Kanca lan kancaku
Elinga rasa ati
ku iki
Jaganen rasaning welas asih iki



Tema     : Geguritan iku nganut tema kekancanan kang rusak amarga ora ana welas asih
Amanat : Kita urip nang dunya iki kudu ana rasa welas asih marang kanca lan sedulur, kita kudu terus ana wektu kanca butuhne kita





AMAMI RETNO NITI A.
X2/6


 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com