Social Icons

Jumat, 09 November 2012

Beberapa Artikel Tentang ROKOK

Terimakasih Atas Kunjungannya




                                                                        Rokok :(                                              

Bagi kebanyakan orang mungkin rokok adalah suatu kebutuhan pokok. Banyak orang yang jika tidak merokok satu hari saja badan serasa pegal-pegal dan tak bertenaga. Kondisi seperti ini sudah masuk dalam kategori kecanduan. Hal ini dapat sangat berbahaya karena rokok mengandung zat-zat yang bersifat racun dan apabila zat-zat tersebut terhirup atau terkonsumsi oleh tubuh dapat menyebabkan penyakit seperti asma, angina, kanker paru-paru dan gangguan-gangguan kesehatan seperti yang tertera pada bungkus-bungkus rokok.
Kebiasaan merokok sudah timbul pada masyarakat sejak masih remaja. Faktor dari teman-teman dan lingkungan tempat tinggal dianggap sebagai factor utama yang menyebabkan timbulnya keinginan untuk merokok. Seorang pemuda atau bahkan anak-anak akan merasa mendapatkan penghargaan sosial atau merasa dianggap jagoan ketika berani untuk merokok. Faktor penasaran dan suka akan tantangan yang dimiliki anak muda dianggap sebagai faktor lain yang menyebabkan seseorang merokok. Keluarga dan orang tua juga mempunyai pengaruh besar yang menyebabkan kebiasaan merokok bagi anak-anak. Bukankah lucu jika orang tua yang suka merokok melarang anaknya untuk merokok. Karena pada dasarnya sifat anak-anak adalah meniru, maka anak akan cenderung meniru kebiasaan-kebiasaan orang di sekelilingnya termasuk kebiasaan merokok.
Kandungan utama rokok diantaranya adalah karbon monooksida(CO) yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, TAR yang dapat merusak sel paru-paru serta menyebabkan kanker, nikotin yang menyebabkan penyakit jantung dan gangguan sirkulasi darah, serta zat-zat lain yang bersifat racun bagi tubuh. Pada saat orang merokok, nikotin akan diterima oleh tubuh melalui reseptor asetilkolin-nikotinik yang selanjutnya disalurkan pada jalur imbalan dan jalur adrenergic. Pada jalur imbalan akan menimbulkan efek rasa nikmat, ketenangan pikiran, menekan nafsu makan dan meningkatkan daya piker karena sifatnya memacu system dopaminergik. Sedangkan pada jalur adregenik akan meningkatkan sorotin yang menimbulkan rasa senang dan keinginan untuk merokok lagi. Nikotin inilah yang menyebabkan orang kecanduan dan sulit untuk berhenti merokok.
Kandungan zat kimia yang terdapat pada rokok sangat berbahaya bagi tubuh. Tidak hanya menimbulkan berbagai gangguan pada kesehatan, rokok juga dapat merusak penampilan anda. Diantaranya adalah warna kulit pucat, kulit kendur, timbul garis di sekitar bibir, keriput, gigi dan gusi rusak, jari menguning, kanker mulut dan rambut rontok. Asap rokok juga menimbulkan berbagai gangguan pada mata, yaitu menyebabkan iritasi mata, katarak dan kerutan mata seperti kaki gagak. Tidak hanya merusak penampilan dari luar, rokok juga dapat menimbulkan kerusakan pada bagian dalam tubuh kita. Diantaranya adalah menimbulkan rapuhnya tulang, menurunnya stamina dan kemampuan reproduksi, serta menopause dini.
Selain berbahaya bagi kesehatan diri sendiri, rokok juga berbahaya bagi lingkungan dan ekosistem. Asap rokok yang dihembuskan setiap kali merokok mengandung bahan berbahaya seperti cadmium, arsenic dan timah sehingga menimbulkan polusi udara. Zat ini juga dapat mencemari air tanah karena jika terkena air selama 1 jam zat-zat tersebut akan larut dan mencemari air tanah. Setengah dari ikan yang terkena zat ini akan mati dalam hitungan jam. Hewan-hewan jenis unggas akan mengira punting rokok sebagai makanan yang mengakibatkan rusaknya saluran pernafasan sehingga banyak ditemui hewan jenis ini mati muda. Rokok juga mengakibatkan lebih dari 4500 kasus kebakaran yang terjadi di dunia selama 1 tahun.
Sumber :





                                                                        Dampak Merokok


Rokok dibuat dari daun tembakau. Tembakau (Nicotiana tabacum L.) mengandung suatu senyawa psikoaktif (zat yang dapat mempengaruhi mental, emosi, dan tingkah laku orang yang memakainya) yang disebut nikotin. Tembakau diduga berasal dari Argentina. Orang Indian merokok atau mengunyah tembakau dalam upacara adat sejak zaman dahulu. Columbus memperkenalkan tembakau ke Eropa pada tahun 1490-an. Dari Eropa, tembakau kemudian menyebar ke Afrika dan Asia.


Kebun tembakau. Dari daun tanaman inilah diperoleh bahan baku rokok.

Kadar nikotin dalam tembakau berkisar antara 1% – 4%. Jadi, dalam satu batang rokok terdapat sekitar 1,1 mg nikotin. Selain mengandung nikotin, rokok tembakau juga mengandung zat-zat organik lain dan berbagai bahan tambahan (zat aditif).

Pada waktu rokok diisap, tersedot pula hasil pembakaran yang berupa karbondioksida (CO2), karbonmonoksida (CO), PAH, tar, dinitrogen oksida (N2O), amonia, dan berbagai zat lain. Jumlah zat-zat itu tidak kurang dari 4000 macam senyawa. Sebagian besar nikotin terbakar ketika rokok dibakar, tetapi sekitar 0,25 mg nikotin per batang rokok sampai ke paru-paru. Efek negatif dari beberapa zat kimia yang berasal dari rokok adalah sebagai berikut :
Karbon monoksida (CO), merupakan gas yang sangat beracun, mudah terikat pada hemoglobin, sehingga mengurangi kemampuan darah mengikat oksigen. Hal itu akan mengakibatkan jantung bekerja lebih keras. Keracunan karbon monoksida dapat menyebabkan kematian.
PAH, merupakan zat penyebab kanker.
Tar dan resin, suatu cairan kental berwarna kuning-cokelat. Tar dan resin juga dapat mengiritasi sistem pernapasan, sehingga menjadi sulit bernapas. Keduanya dapat menumpuk dan mengganggu kerja paru-paru. Sekitar 30 jenis senyawa yang terdapat dalam tar diduga dapat menyebabkan kanker.
Nikotin, zat bersifat racun dan dapat menyebabkan adiksi (ketergantungan). Nikotin merupakan stimulan susunan saraf pusat. Dosis fatal nikotin pada manusia adalah 60 mg.

Perokok pemula dapat mengalami keracunan nikotin. Gejala keracunan nikotin ditandai dengan mual, muntah, nyeri kepala, keringat dingin, tak mampu memusatkan pikiran, kesadaran berkurang, dan denyut nadi bertambah cepat. Pada pemakaian rokok yang lama dapat terjadi ketergantungan fisik. Gejala pemantangan rokok berupa denyut jantung bertambah cepat, gemetar (tremor) pada tangan, suhu tubuh naik, dorongan yang kuat untuk merokok lagi, mudah marah, tekanan darah sedikit menurun, terasa ada kedutan pada otot, nyeri kepala, dan kehilangan selera makan (anoreksia). Banyaknya gejala pemantangan itulah yang menyebabkan seorang perokok berat susah berhenti merokok. Oleh karena itu, jangan pernah mencoba-coba merokok, sebab kebanyakan pecandu rokok berawal dari hanya sekedar mencoba-coba!

Merokok tembakau jelas merugikan kesehatan. Merokok terbukti menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker paru-paru, kanker mulut, penyakit jantung koroner, dan pengerasan pembuluh nadi (arteriosklerosis). Dewasa ini, ratusan ribu orang meninggal setiap tahun akibat merokok tembakau. Sebagain besar di antara perokok itu sebenarnya ingin berhenti. Akan tetapi, rokok bersifat candu (adiktif). Sekali seseorang terbiasa merokok, sangat sulit baginya untuk berhenti.


                                                                        Efek Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
 Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
 Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

EFEK NEGATIF MEROKOK:
*KANKER
Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:
tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)
menyerang jaringan biologis di dekatnya.
bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.
Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi. Pada umumnya, sel kanker membentuk sebuah tumor, kecuali pada leukemia. Reaksi antara asam tetraiodotiroasetat dengan integrin adalah penghambat aktivitas hormon tiroksin dan tri-iodotironina yang merupakan salah satu faktor yang berperan dalam angiogenesis dan proliferasi sel tumor.[1] Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline). Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi. Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa “ganas” (bersifat kanker) atau “jinak” (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.



                                                            Akibat Rokok
Kebiasaan merokok sering dikaitkan dengan terjadinya penyakit paru-paru dan jantung. Namun kenyataannya, kebiasaan merokok di negeri ini sudah sulit untuk dihilangkan, bahkan semakin lama semakin meningkat. Sebagian besar penduduk di negara lain, sudah mulai mengurangi konsumsi mereka terhadap rokok. Tetapi negara kita, indonesia, justru sebaliknya. Bahkan semua kalangan di negeri ini sudah menyentuh dan banyak mengkonsumsi rokok. Indonesia kini menempati ranking ke-4 sebagai negara dengan jumlah perokok terbesar didunia setelah Amerika Serikat, RRC dan Jepang. Sangat banyak sekali dampak negatif untuk tubuh jika kita terlalu banyak mengkonsumsi rokok, tetapi mengapa justru banyak orang yang tidak memperdulikan adanya hal itu. Justru mereka-mereka yang perokok, mengkonsumsinya setiap hari.
Fenomena merokok di Indonesia memang sudah sangat memprihatinkan dan bahkan sudah merambah ke anak-anak sekolah. Jika kita perhatikan di setiap jalan yang kita lalui, seperti di warung nasi, tempat-tempat nongkrong atau terminal, sering dijumpai sekumpulan siswa berseragam putih biru (SLTP) atau putih abu-abu (SLTA) bersenda gurau sambil berlomba “ mengepulkan asap”. Tidak hanya diluar sekolah mereka melakukan hal ini. Bahkan disekolah pun terkadang mereka mencari lokasi terpencil, yang mungkin seluruh penjaga atau guru sekolah tidak menjangkau tempat tersebut dan  memungkinkan mereka untuk merokok bersama sekumpulan kawannya. Terlebih lagi pada saat jam istirahat. Untuk tahap yang pertama, mungkin mereka melakukan hal ini karena ajakan dari temannya, atau mungkin keinginan dari dirinya sendiri untuk mencoba. Tetapi setelah beberapa kali mengkonsumsinya, bisa saja mereka terkena sydrom “kecanduan” terhadap barang negatif  yang memiliki bahan adiktif dan nikotin yang sangat tinggi tersebut. Namun setelah kecanduan, kebutuhan merokok pun meningkat dan bisa saja akibat desakan terhadap merokok malah mendorong siswa yang akhirnya mengambil salah langkah. Seperti membohongi atau menipu orang tua, dan mungkin karena demi rokok, ada diantaranya terjerumus pada tindakan kriminal seperti memeras atau mencuri.
Rokok merupakan suatu bahan adiktif yang memiliki beribu-ribu racun yang dapat menyerang seluruh organ tubuh manusia. Zat-zat yang terkandung di dalamnya mengandung tar, nikotin, karbon monoksida dan lain sebagainya. Banyak orang yang sudah mengetahui dampak apa yang akan timbul jika mengkonsumsi rokok, apalagi mengkonsumsinya secara berlebihan. Tetapi banyak juga yang tidak perduli akan bahaya itu, malah jumlah perokok sekarang semakin bertambah setiap tahunnya.
Kini merokok sudah benar-benar merambah di kalangan para remaja. Banyak para orang tua atau orang dewasa yang bertanya-tanya, bagaimana awal ia mencoba merokok sampai dengan bisa menjadi perokok berat? Sebenarnya hal yang memicu ia untuk merokok datang dari dirinya sendiri atau paksaan dari teman-temannya, dan pertanyaan-pertanyaan lain seterusnya. Ini permasalahan yang harusnya di cari dan di teliti. Hal ini salah dari lingkungan sekitar pergaulannya, atau memang orang tua yang kurang memberikan pemahaman kepada sang anak tentang apa yang sebaiknya di lakukan, maupun yang tidak. Harusnya para orang tua menyadari, bahwa tidak akan cukup pengetahuan yang diberikan disekolah jika tidak didorong dan diberi bekal pendidikan yang matang dari kedua orangtuanya.
Ada beberapa dampak positif dan negatif jika mengkonsumsi rokok :

Dampak negatif :
·         Merokok dapat mengganggu orang lain.
·         Merokok dapat meningkatkan ketergantungan.
·         Dapat menyebabkan pernapasan buruk akibat asap yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh.
·         Meningkatkan kemungkinan terkena kanker paru-paru.
·         Meningkatkan kemungkinan terkena stroke pada usia muda.
·         Menimbulkan bau yang tidak enak, dsb.


                                               
                                                            Mengurangi Dampak Rokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pria, Wanita, Tua, Muda, Miskin, Kaya, tak luput jadi pecandu rokok. Dari segi kesehatan, tak ada bukti sedikitpun manfaat menghisap tembakau. Namun tak mudah untuk melepas ketergantungan dari kebiasaan buruk ini.

Meski sebagian orang menganggap merokok sebagai suatu kebiasaan yang wajar, tapi pada kenyataannya merokok bukan sekedar kebiasaan, sebab rokok mengandung zat-zat seperti nikotin dan karbon monoksida yang dapat membuat orang kecanduan dan ingin terus-menerus merokok.

Nikotin sebagai zat alkaloid memiliki banyak dampak negatif, diantaranya meningkatnya tekanan darah dan detak jantung.

Tips Mengurangi Dampak Rokok

 Pada beberapa penelitian terakhir menemukan sebuah terapi herbal yang dapat mengurangi efek negatif nikotin, yaitu buah pisang. Dalam buah berkulit kuning ini terkandung zat-zat yang berguna bagi tubuh, diantaranya kalium, potasium, vitamin B6 dan B12.

Kalium dimanfaatkan oleh saraf otonom untuk mengontrol frekuensi denyut jantung, fungsi otak, dan proses fisiologi penting lainnya. Potasium juga terbukti membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, zat ini juga berperan utama dalam fungsi deyut syaraf dan kontraksi otot. Selain keunggulan potasium, vitamin B6 dan B12 dalam pisang juga mempunyai peranan yang sangat besar karena mampu menetralisir efek negatif nikotin dalam tubuh.

Untuk mendapatkan manfaat dari pisang tersebut, kita tak boleh asal mengkonsumsinya. Pilihlah pisang sudah matang, karena lebih muda dicerna, sehingga gula buah pada pisang diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorsi kedalam peredaran darah.

Konsumsilah beberapa buah pisang secara teratur untuk mengurangi dampak negatif nikotin pada rokok. Semoga bermanfaat.


















                                               
                                                            Rokok dan Kesehatan

Masyarakat perokok pada dasarnya menyadari bahwa tembakau yang dijadikan rokok merupakan salah satu potensi sumber penyakit dan mengganggu kesehatan diri maupun lingkungan sekitarnya. Hal ini wajar jikalau rokok merupakan salah satu sumber potensi penyakit manusia, karena rokok mengandung 4.000 macam zat berbahaya bagi tubuh manusia, salah satunya yang sering kita dengar dan kita baca dalam bungkus rokok adalah TAR. Suatu zat yang digunakan untuk campuran aspal jalan. tidak hanya TAR yang sering didengar oleh kita, dalam satu batang rokok tersebut juga terdapat beberapa zat yang sering kita dengar misalnya nikotin (kandungan pestisida), ammonia (kandungan pembersih lantai), karbon monoksida (gas beracun), formalin (bahan pengawet mayat), arsen (racun tikus), cadmium (bubuk batre), dan lain-lain.

Dengan kandungan yang sangat berbahaya itu, rokok tidak hanya berbahaya bagi sang penghisapnya namun juga bagi orang yang tidak sengaja menghisap asap (perokok pasif) dari rokok yang dihisap oleh si perokok, bahkan akan lebih berbahaya dampaknya kepada perokok pasif ketimbang si perokok itu sendiri. Hal ini disebabkan perokok pasif tidak langsung menghisap asapnya namun yang dihisapnya adalah limbah asap dari asap si perokok, terlebih lagi kalau yang menghisap asapnya adalah anak-anak yang notabene rentan atas segala bentuk penyakit atas diri dan tubuhnya.

Berdasar hasil studi Mortalitas Survei Kesehatan Nasional tahun 2001 menyebutkan bahwa di Indonesia, rokok meningkatkan risiko kematian penderita penyakit kronis menjadi 1,30–8,17 kali lebih besar. Di sisi lain, pada tahun 2005 biaya kesehatan yang dikeluarkan Indonesia karena penyakit terkait tembakau mencapai 18,1 miliar USD atau 5,1 kali lipat pendapatan negara dari cukai tembakau pada tahun yang sama (Kosen, S. 2007 Indonesia Report Card).

Berbagai macam penyakit yang menghantui para perokok, baik perokok aktif maupun pasif sangat mengerikan. Ini bisa dicermati dengan berbagai potensi penyakit seperti berbagai jenis kanker, penyakit paru, hipertensi, jantung iskemik, stroke, potensi kebutaan, gangguan reproduksi dan kesuburan, dan lain sebagainya menjadikan rokok merupakan salah satu produk legal berbahaya bagi yang mengkonsumsinya.

















                                                            Rokok dan Kemisikinan

Industri rokok maupun prilaku merokok di masyarakat dalam aspek sosial ekonomi tidak bisa dilepas dari perspektif kemiskinan. Pada aspek produksi, banyak faktor atau elemen yang terlibat pada aspek tersebut di antaranya adalah pemilik pabrik (pemodal), karyawan/buruh, petani tembakau sampai pada penjual rokok di pinggiran jalan. Ini bisa dicermati pada tahun 2008 produksi dan peredaran rokok di Indonesia sebanyak 250 miliar batang rokok (sumber: Global Tobacco Control Report, 2008).

Berdasar fakta dan data tersebut apabila di kalkulasikan secara awam, dari 250 miliar batang rokok di Indonesia potensi beredarnya uang hanya untuk konsumsi rokok sebesar Rp 125 triliun (asumsi 1 (satu) batang rokok seharga 500 rupiah), bandingkan dengan Anggaran Belanja Negara Tahun 2010 yang dianggarkan untuk bidang kesehatan yang hanya ± Rp 18 triliun, juga bidang bantuan sosial yang hanya ± Rp 64,2 triliun, maupun anggaran untuk bidang perlindungan sosial yang hanya ± Rp 3,4 triliun.

Ini berarti potensi pemiskinan rakyat Indonesia terbuka lebar, bagaimana tidak!!! Anggaran negara untuk peningkatan kualitas masyarakat baik secara sosial, ekonomi maupun kesehatan dikalahkan dengan peredaran rokok yang diperjualbelikan di Indonesia tanpa ada perlindungan regulasi bagi warganya. Di sisi lain berdasar hasil tongkrongan penulis pada komunitas pemulung di pinggiran Jakarta, 10 (sepuluh) orang 4 di antaranya anak berusia sekitar 15 tahunan yang diajak ngobrol di warung kopi adalah perokok dan mereka rata-rata menghabiskan 6–12 batang rokok/hari, kalau dirupiahkan dalam sehari mereka menghabiskan uang 6 ribu–9 ribu rupiah/hari, sedangkan pendapatan mereka sehari antara 15 ribu–20 ribu rupiah/hari. Ini berarti dari total pendapatan mereka 40–45% dipergunakan untuk menkonsumsi rokok.

Hal ini menyebabkan kebutuhan pokok keluarga sering terabaikan, kita bayangkan uang 6 ribu–9 ribu rupiah sebenarnya sangat berarti bagi mereka untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Disebabkan mereka sudah teradiktif dan kecanduan rokok serta mereka sangat sulit untuk berhenti dari kebiasaan merokok dan tertipu dengan sugesti iklan rokok yang menyebar tanpa batas, pada akhirnya mereka mengorbankan kualitas hidup diri dan keluarganya. Seringkali mereka terjebak antara konsumsi rokok dengan kebutuhan dasarnya ketika berhadapan dengan jumlah pendapatannya. Begitu juga saat penulis mengajak ngobrol beberapa buruh industri rokok besar di daerah Jawa Timur pada pertengahan tahun 2009 lalu, mendapati fakta bahwa 40–50% pendapatan mereka dihabiskan untuk mengkonsumsi rokok, yang notabene mereka setiap hari bergelut dengan aroma tembakau dan rokok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar