Social Icons

Senin, 26 November 2012

Perkembangan Imperialisme dan Kolonialisme dan pergerakan Nasional Di Indonesia

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Komentarnya dong....

                                         PERKEMBANGAN IMPERIALISME KOLONIALISME
DAN PERGERAKAN NASIONAL
DI INDONESIA
Standar Kompetensi:
Memahami proses kebangkitan nasional.
Kompetensi Dasar:
Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme barat serta pengaruh yang ditimbulkan di berbagai
daerah.
Alokasi Waktu:
12 jampelajaran (6xpertemuan).
Dilaksanakan:
Pada pertemuan ke-10 dan 16.
Tujuan Pembelajaran:
Menjelaskan proses perkembangan kolonilaisme.dan imperialisme barat serta pengaruh yang ditimbulkan di berbagai daerah.

PENDAHULUAN

Pada abad ke 16 keadaan masyarakat Eropa mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Kemajuan dari berbagai bidang kehidupan di antaranya militer, ekonomi, sosial, dan teknologi. Mengingat kemajuan demi kemajuan dialami oleh negara-negara di Eropa menjadikan kebutuhan masyarakat akan rempah-rempah semakin meningkat tajam. Pada masa ini ada pertikaian yang terjadi antara Negara Islam dengan Eropa yang menimbulkan penutupan jalur perdagangan rempah-rempah di Eropa. Mengingat kebutuhan akan rempah-rempah tidak bisa dihindarkan lagi maka negara-negara Eropa berusaha untuk mendapatkan langsung dari pusat penjualannya. Negara-negara yang tertarik untuk melakukan ekspedisi dalam mencari rempah-rempah yaitu Spanyol, Belanda, Portugis, dan negara Inggris. Negara-negara tersebut berlomba-lomba untuk mengutus orangnya untuk menjelajah ke dunia untuk mencari tempat rempah-rempah.
Setelah bertahun-tahun melakukan ekspedisi di dunia maka negara-negara tersebut mulai menemukan tempat-tempat yang dianggap menghasilkan rempah-rempah. Daerah tersebut yaitu di benua Asia terutama di negara India, Cina, dan Indonesia. Pada awalnya kedatangan mereka sangat baik dan ramah. Akan tetapi lama kelamaan mereka sudah menunjukan penjajahnya terhadap bangsayang didatanginya. Dengan demikian maka munculnya konsep imperialisme dari negara-negara Eropa. Di dalam modul ini akan dijelaskan bagaimana perkembangan kolonialisme dan kebangkitan nasional di Indonesia. Pemaparan dan pelatihan akan disesuaikan dengan pengembangan dari kurikulum llmu Pengetahuan Sosial untuk SMK. Pada Modul ini dapat dipelajari dengan berbagai cara, seperti kerja mandiri, kerja kelompok, dan sebagainya. Cara manapun yang dipergunakan, pada akhirnya kegiatan belajar-mengajar, kalian diharapkan mampu memahami tentang perkembangan kolonialisme dan kebangkitan nasional di Indonesia.

MASUKNYA IMPERIALISME DAN KOLONIALISME BARAT DI INDONESIA
Pengertian Imperialisme dan Kolonialisme
Secara bahasa kata imperialisme berasal dari kata "imperare" yang artinya adalah usaha suatu negara untuk menguasai negara lain demi kepentingan ekonomi, politik, dan budaya agar mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi negaranya. Dari Situ kemudian berkembang istilahimperator yaitu sebutan untuk orang yang berkuasa atas suatu wilayah. Sedangkan wilayah kekuasaannya kemudian disebut dengan imperium.
Pengertian imperialisme secara umum adalah tindakan suatu negara atau bangsa yang ingin menaklukkan bangsa lain dengan tujuan untuk menguasai daerah tersebut agar dapat menunjang aspek kehidupan dari negara penakluk tersebut. Imperialisme biasanya dilakukan oleh negara atau bangsa yang memiliki kekuatan militer yang kuat serta memiliki persenjataan yang kuat pula sehingga mudah melakukan penaklukan. Biasanya negara-negara tersebut sudah mengalami kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan, misalnya Spanyol, Inggris, Belanda, Perancis, dan lain sebagainya.
Dalam sejarah, imperialisme yang dilakukan oleh negara-negara kuat dibedakan menjadi dua macam yaitu imperialisme kuno dan imperialisme modern. Keduanya memiliki kesamaan tujuan yaitu menguasai suatu daerah untuk kepentingan pribadi negara imperialis. Adapun perbedaan dari kedua imperialisme tersebut adalah sebagai berikut :
Jenis
Imperialisme Kuno
Imperialisme Modem
Dari waktu terjadinya


Dari segi kepentingan







Negara pelopor
Terjadi sebelum revolusi industri.

Berpijak pada semboyan 3G
(Go/d, Gospel, Glory).
Gold: memperoleh kekayaan
yang sebanyak-banyaknya
Gospel: menyebarkan agama.
Glory: memperoleh kejayaan politik (kekuasaan).

Portugis dan Spanyol

Terjadi setelah Revolusi Industri.

Menguasai suatu daerah untuk
kepentingan industri yaitu:
Tempat mendapatkan bahan
mentah.
Tempat memasarkan hasil.
Tempat menanam modal.


Inggris

Sedangkan Kolonialisme secara bahasa berasal dari katacolunus (colonia) yang dapat diartikan sebagai suatu tindakan untuk menguasai daerah tertentu. Kolonialisme membuat negara yang ditaklukkan menjadi negara koloni yaitu negara yang harus tunduk di bawah kekuasaan negara kolonial. Dalam kolinialisasi ini negara koloni hanya menjadi suatu negara yang harus mau mengikuti apa yang diperintahkan oleh negara kolonial dengan menggunakan cara kekerasan. Imperialisme dan kolonialisme berkembang karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
a. Keinginan untuk menjadi negara yang besar yaitu negara yang dapat menguasai daerah-daerah di seluruh dunia, seperti negara Inggris yang memiliki semboyan "matahari tidak akan tenggelam di negara Inggris". Perasaan sebagai bangsa yang istimewa secara ras sehingga rakyat dari daerah lain harus tunduk kepadanya.
b. Keinginan untuk menyebarkan agama atau ideologi. Hal ini disebut sebagai politik agama.
c. Memajukan kegiatan perdagangan suatu negara. Hal ini dipacu oleh ditutupnya suatu bandar perdagangan internasional Konstantinopel.

  1. Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia
Sejak zaman dulu bangsa Indonesia adalah penghasil rempah-rempah. Di samping itu Indonesia juga merupakan pemasok rempah-rempah terbesar dalam perdagangan internasional. Indonesia adalah negeri yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hal ini membuat bangsa asing ingin menemukan daerah Indonesia ini. Mereka ingin mencari tahu dan membuktikan apakah bangsa Indonesia adalah bangsa yang kayaakan rempah-rempah. Dengan begitu mereka berupaya untuk melakukan pelayaran Secara umum bangsa asing Eropa melakukan pelayaran dengan tujuan untuk menyebarkan agama dan mencari sumber kekayaan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu mereka datang untuk menjadi negara imperialis. Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi antara lain adalah:
a. Keinginan mendapatkan rempah-rempah ke daerah asal dengan harga yang murah.
b. Kemajuan dalam bidang pelayaran.
c. Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Usmani yang kemudian melarang orang-orang Eropa berdagang di Konstantinopel.
Ada beberapa negara Eropa yang ingin mendatangi Indonesia. Mereka datang pada waktu yang berbeda dan juga singgah ke tempat yang berbeda pula. Adapun negara-negara tersebut yang singgah ke Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Portugis.
Para pelaut kebangsaan Portugis merupakan pelopor dari pelayaran penjelajahan untuk menemukan suatu pulau di dunia. Portugis adalah negara yang memiliki jiwa petualangan yang besar sehingga mereka selalu berniat untuk bisa melakukan pelayaran. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat. Adapun tokoh-tokoh penjelajah samudera dari Portugis adalah:
1) Bartolomeus Diaz: menemukan Tanjung Harapan.
2) Vasco Da Gama: berlayar dan menjalin perdagangan dengan India. Bangsa Portugis datang ke Indonesia pada tahun 1512 M. Mereka datang pertamakali ke daerah Maluku dan kemudian terus melakukan petualangan sampai penjuru Nusantara. Sebelum mencapai Maluku, bangsa Portugis hijrah lebih dahulu ke Filipina akan tetapi di sana terjadi pertikaian dengan Spanyol dan kemudian Portugis melanjutkan pelayaran ke Indonesia. Pada awalnya kedatangan bangsa Portugis disambut dengan baik oleh rakyat Maluku. Tapi setelah mengetahui gelagat buruk bangsa Portugis rakyat Maluku terus berupaya mengusirnya. Niat buruk Portugis adalah menguasai rempah-rempah di Maluku. Kemudian bangsa Portugis terus menggali sumber rempah-rempah di Indonesia. Untuk mewujudkan tujuan tersebut Portugis berusaha berlayar ke timur untuk menemukan daerah Malaka dan ingin menguasai pusat perdagangan di Malaka. Demi tujuan tersebut Portugis melanjutkan ekspedisinya ke Timur. Ekspedisi yang dipimpin olehAlphonso d'Albuquerque tersebut pada tahun 1511 berhasil menguasai Malaka yang merupakan pusat perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara. Merupakan keuntungan besar bagi Portugis atas keberhasilannya menguasai Malaka, karena merupakan jalur perdagangan penting di Asia dan sekaligus dapatdijadikan sebagai batu loncatan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku. Keberhasilan Portugis mendapatkan rempah-rempah ke sumber aslinya menyebabkan kota Lisabon berkembang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Eropa.
b. Spanyol.
Spanyol adalah negara petualang atau penjelajah kedua dalam perburuan rempah-rempah di dunia. Upaya bangsa Spanyol mencari sumber rempah-rempah ke Indonesia tidak, kesampaian. Mereka justru sampai ke pulau milik Filipina. Spanyol sebelumnya pernah mendaratkan dirinya ke Sulawesi akan tetapi akibat perjanjian dengan Portugis maka Spanyol kembali ke Filipina. Adapun tokoh-tokoh penjelajah Samudra dari Spanyol yang popular antara lain adalah:
1) Christopher Columbus (1492): la berlayar ke Hindia Timur namun ternyata barn sampai di Amerika dan menamai penduduk di sana dengan nama suku Indian karena mengira sudah sampai ke Hindia.
2) Magellan: Pelaut ini pada tahun 1520 berhasil mendarat di kepulauan Filipina setelah berlayar menyusuri pantai selatan Benua Amerika dan Lautan Pasifik. Namun Magellan akhirnya tewas dalam pertempuran di Filipina. Pelayaran kemudian dilanjutkan oleh Sebastian d'elcano. Pelayarannya puJi akhirnya sampai ke Maluku. Namun karena terikat dengan perjanjian Tordesilas Spanyol akhirnya meninggalkan Maluku dan memusatkan kekuasaannya di Filipina. Mereka kemudian dikenal sebagai pengeliling dunia pertama kali. Pelayaran mereka sekaligus dapat mengungkapkan teori yang menyatakan bahwa bumi itu bulat.
c. Belanda.
Pada awalnya negara Belanda adalah negara jajahan Spanyol. Negara Belanda membeli rempah-rempah di bandar Lisabon Portugis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi bangsa Belanda tidak ingin terus-menerus membeli rempah-rempah dari Portugis. Mereka berupaya mencari sendiri untuk mendapatkan sumber rempah-rempah dari pusatnya. Maka untuk mewujudkannya Belanda berupaya untuk memerdekakan diri dari Spanyol. Setelah berhasil melepaskan din dari penjajahan Spanyot maka Belanda mulai melakukan pelayaran meskipun di Eropatelah muncul pusat-pusat perdagangan rempah-rempah dari wilayah Timur. Belanda pun akhirnyajuga berupaya untuk mendapatkan rempah-rempah langsung dari sumbernya. Kedatangan orang-orang Belanda ke Indonesia antara lain disebabkan oleh sikap Portugis yang melarang orang-orang Belanda berdagang di Lisabon yang waktu itu telah berkembang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Eropa Barat. Sebelum datang ke Indonesia seorang tokoh bangsa Belanda yaitu Claudius berupaya mencari peta ke Asia. Pada tahun 1594-1595 Claudius akhirnya menemukan peta tersebut walaupun masih rawan dengan serangan bangsa Portugis. Peta yang ditemukan tersebut diberi nama interario. Kedatangan orang-orang Belanda di Indonesia diawali pada tahun 1596. Ekspedisi pelayaran ke Indonesia dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Dalam pelayarannya pasukan Cornelis de Houtman berhasil mendaratkan kapalnya di Banten. Namun eskpedisi pertama ini kurang begitu menguntungkan karena mereka akhirnya diusir dari Banten karena sikap merekayang kurang ramah dan ingin menguasai perdagangan di Banten. Disamping itu Cornelis de Houtman juga tidak bisa bersahabat dengan rakyat Banten. Pada tahun 1598 para rombongan bangsa Belanda mulai berdatangan lagi ke wilayah Nusantara.
d. Inggris.
Kedatangan bangsa Inggris ke Nusantara bertujuan untuk melemahkan kekuatan Belanda yang berkuasa terlebih dahulu. Niat ini sudah ada sejak tahun 1806 dan pada tahun 1811 Inggris datang ke nusantara dan terns melakukan penyerangan. Akibat serangan tersebut maka Belanda mengalami kehancuran dan harus menandatangani perjanjian Kapitulasi Tuntang pada tanggal 11 September 1811 yang isinya sebagai berikut:
1) Daerah kekuasaan Belanda di Jawa dan sekitarnya harus menjadi milik Inggris.
2) Tentara Belanda yang berada di Indonesia menjadi tawanan Inggris.
3) Membiarkan pejabat Belanda yang mau bekerjasama dengan Inggris untuk
bekerja.
4) Belanda masih menanggung utang-utangnya.
Inggris sebenarnya telah memiliki kongsi dagang di India yang disebut EIC (Fast Indian Company). Meskipun mereka berhasil menjalin hubungan dagang dengan wilayah Aceh, Jayakarta, Banjar, Gowa, dan Maluku, namun akhirnya mereka kalah bersaing dengan Belanda. Akan tetapi setelah mereka menguasai bumi Nusantara perdagangan Inggris semakin kuat dan pemerintah Inggris terns berupaya membangun Indonesia.

3. Terjadinya Imperialisme di Indonesia
a. Masa Pendudukan VOC (Belanda)
Di antara bangsa-bangsa Barat yang datang ke Indonesia, yang akhirnya berkuasa paling lama adalah bangsa Belanda. Semenjak keberhasilan Cornelis de Houtman mendarat di Banten, semakin banyak pedagang Belanda yang berdatangan ke Indonesia. Kedatangan pedagang-pedagang Belanda tersebut akhirnya menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat antara pedagang-pedagang Belanda itu sendiri. Hal tersebut jelas merugikan aktivitas perdagangan Belanda sendiri.
Untuk mengatasi persaingan yang tidak sehat tersebut, Johan van Oldebarnevelt mengusulkan untuk dilakukan penggabungan (merger) terhadap semua perusahaan dagang
Belanda menjadi satu serikat dagang. Usulan tersbut kemudian diterima dan ditindaklanjuti dengan membentuk sebuah kongsi dagang yang disebut VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) pada tanggal 20 Maret 1602. VOC dibentuk dengan tujuan:
1) Menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda.
2) Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan bangsa Eropa lainnya seperti Portugis dan Spanyol.
3) Mendapatkan keuntungan dagang yang semaksimal mungkin.
Dalam perkembangan selanjutnya, keberadaan VOC di Indonesia tidak hanya tumbuh sebagai kongsi dagang, namun juga menjadi kekuatan politik yang banyak mempengaruhi perkembangan kekuasaan di Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena VOC sebagai sebuah kongsi dagang diberi hak istimewa [octroi) oleh pemerintah kerajaan Belanda. Hak-hak yang diperoleh oleh VOC antara lain:
1) Hak memonopoli perdagangan.
2) Hak memiliki tentara.
3) Hak mencetak mata uang sendiri.
4) Hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja daerah.
5) Hak memiliki pengadilan sendiri.
Hak-hak yang melekat pada organisasi tersebut menyebabkan VOC yang tadinya merupakan sebuah kongsi dagang, akhirnya berjalan seperti sebuah pemerintahan yang mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, maupun politik di Indonesia. Aktivitas monopoli mulai dilakukan oleh Pieter Both, yang merupakan GubernurJendralpertama VOC. Oleh Pieter Both kekuasaan VOC dipusatkan di Ambon yang merupakan daerah penghasil rempah-rempah. Untuk menunjang kegiatan monopolinyaVOC mengeluarkan kebijakan-kebijakan, antara lain:
1) Pelayaran Hongi, yaitu misi pelayaran Belanda untuk mengawasi dan menangkap para pedagang pribumi yang berusaha menjual rempah-rempah kepada pedagang-pedagang asing lain selain Belanda.
2) Ekstirpasi, yaitu usaha penebangan tanaman rempah-rempah yang dianggap over produksi sehingga harganya tetap stabil.
3) Contingenten, yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak yang berupa
hasil bumi.
Keberadaan VOC semakin berkibar ketika Jan Pieterszoon Coen diangkat sebagai Gubernur Jendral VOC yang baru. Pada masa kekuasaannya VOC mulai mempengaruhi kehidupan politik raja-raja di Indonesia. VOC berhasil memindahkan pusat kekuasaannya di Jayakarta yang kemudian diubah menjadi Batavia. Dari pusatnya di Batavia ini VOC berhasil memperluas pengaruhnya ke seluruh Nusantara. Akibat dari politik memecah-belah yang diterapkan oleh VOC, VOC akhirnya banyak mendapatkan wilayah kekuasaan baru yang tunduk pada pengaruh kekuasaan VOC. Daerah yang berhasil dipengaruhi oleh VOC antara lain adalah kerajaan Banten dan kerajaan Mataram. Meski telah berhasil mempengaruhi kekuasaan raja-raja pribumi dan mendapatkan wilayah kekuasaan yang luas, VOC akhirnya tidak mampu mempertahankan eksistensinya. Padatahun 1799 VOC dibubarkan karena mengalami kemunduran-kemunduran. Hal tersebut antara lain disebabkan karena: '
1) Pegawai VOC banyak melakukan korupsi,
2) VOC banyak menanggung utang karena besarnya biaya yang dikeluarkan untuk perang.
3) Kemerosotan moral di kalangan penguasa akibat sistem monopoli perdagangan.
4) Tidak berjalannya peraturan-peraturan yang telah diterapkan oleh VOC akibat banyaknya korupsi.
Dengan dibubarkannya VOC, maka kekuasaannya di Indonesia kemudian diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda. Namun kerajaan Belanda sendiri pada waktu itu juga berada di bawah kekuasaan Perancis, maka peralihan kekuasaan tersebut tidak mempengaruhi kondisi kehidupan politik dan sosial di Indonesia. Gubernur Jendral pertama yang ditempatkan di Indonesia adalah Herman Willem Daendels.
Pada masa kekuasaannya di Indonesia kebijakan yang diterapkan oleh Daendels antara lain:
1) Merombak sistem perintahan feodal dengan sistem pemerintahan modern ala
barat.
2) Para penguasa lokal dijadikan sebagai pegawai pemerintah.
3) Membagi wilayah Jawa menjadi sembilan daerah prefektur.
4) Menjadikan Batavia sebagai pusat pemerintahan.
5) Membentuk pengadilan keliling sebagai upaya memberantas korupsi.
Daendels juga medapat tugas yang utama yaitu mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Untuk menunjang tugasnya tersebut, Daendels mengeluarkan kebijakan-kebijakan pertahanan seperti:
  1. Membangunjalan Anyer-Panarukan yang dimaksudkan untuk mendukung
mobilitas pasukan.
2) Menambah jumlah prajurit.
3) Membangun pelabuhan-pelabuhan baru.
4) Membangun benteng-benteng pertahanan.
5) Membangun pabrik senjata.
Kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh Daendels tersebut ternyata menjadi boomerang bagi kekuasaan Daendels di Indonesia. Penindasan yang dilakukan terhadap rakyat menyebabkan Belanda kehilangan simpati dari rakyat Indonesia. Oleh karena itu pemerintah Belanda kemudian menarik Daendels dari Indonesia dan digantikan oleh gubernur jendral yanbaru yaitu Jansens. Pada tahun 1811 Indonesia jatuh ketangan Inggris. Belanda menyerah kepada Inggris melalui perjanjian Tuntang, yang antara lain berisi:
1) Seluruh kekuatan militer Belanda yang ada di Asia Tenggara harus diserahkan kepada Inggris.
2) Utang pemerintah Belanda tidak diakui oleh Inggris.
3) Pulau Jawa, Madura, dan semua pangkalan militer Belanda di luar Jawa menjadi wilayak kekuasaan Inggris.



b. Masa Pendudukan Inggris
Setelah berhasil merebut wilayah Indonesia, untuk mengatur jalannya pemerintahan di Indonesia Inggris menugaskan Thomas Stamford Raffles sebagai gubernurjendral di Indonesia.
Pada masa kekuasaannya, kebijakan-kebijakan yang diterapkan antara lain:
1) Dalam bidang pemerintahan:
a) Membagi pulau jawa menjadi 18 karesidenan.
b) Para bupati dijadikan sebagai pegawai negeri dan digaji dengan uang.
c) Melarangkerjapaksadanperbudakan.
2) Dalam bidang ekonomi dan keuangan:
a) Mengadakan perdagangan bebas.
b) Mengadakan penanaman kopi dan penjualan tanah kepada swasta.
c) Mengadakan landrente (sewa tanah). Sistem Sewa tanah ini akhirnya mengalami kegagalan.
Raffles juga mengembangkan kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan. Kegiatan dalam bidang ilmu pengetahuan yang menonjol antara lain:
  1. Membangun gedung harmoni untuk lembaga ilmu pengetahuan Bataviasche
Genootshap.
2) Menulis buku History of Java yang berisi tentang kebudayaan dan alam Jawa.
3) Bersama isterinya Olivia Marianne merintis pendirian Kebun Raya Bogor.
Dalam perkembangan politik selanjutnya, seiring dengan perkembangan politik yang terjadi di Eropa, yaitu kekalahan Perancis dalam perang koalisi dan disiarkan pada Convention of London, maka Inggris sejaktahun 1816 menyerahkan kembali kekuasaannya di Indonesia kepada Belanda. Semenjak itulah Indonesia kembali barada di bawah kekuasaan Belanda.
c. Masa Pendudukan Hindia Belanda
Berdasarkan konvensi London, Inggris menyerahkan kekuasaannya di Indonesia kepada Belanda. Kembalinya kekuasaan Belanda di Indonesia harus dihadapkan pada kenyataan bahwa banyak rakyat yang tidak menyukainya. Hal ini terbukti dengan banyaknya perlawanan dari berbagai daerah seperti Perang Diponegoro maupun Perang Paderi. Banyaknya perang yang harus dihadapi memaksa Belanda mengeluarkan kas negarauntuk membiayai perang. Akibatnya kas kerajaan Belanda mengalami defisit. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, GubernurJenderal Belanda di Indonesia yang berkuasa yaitu Van Den Bosch memberlakukan kebijakan yang dikenal dengan Culture Stelsell atau tanam paksa.Tujuannya adalah untuk mengisi kembali kas negeri Belanda yang kosong. Culture Stelsell atau tanam paksa yang diterapkan oleh Van den Bosch memuat beberapa ketentuan pokok seperti:
  1. Rakyat harus menyediakan tanahnya untuk ditanami tanaman yang laku di pasar internasional.
2) Rakyat menyediakan seperlima bagian tanahnya untuk tanaman yang ditentukan oleh pemerintah kolonial.
3) Tanah yang disediakan untuk tanam paksa dibebaskan dari pajak.
4) Kegagalan panen ditanggung oleh pemerintah Hindia Belanda.
5) Pekerjaaan yang diperlukan untuk menanam tanaman perdagangan tidak boleh melebihi pekerjaan menanam padi. Namun demikian, dalam pelaksanaannya penerapan Culture Stelsel ini banyak menyimpang dari aturan-aturan yang telah ditentukan, misalnya:
  • Rakyat harus menyediakan tanah sampai setengahnya, padahal aturannya hanya seperlimanya,
  • Tanahyangseharusnyabebaspajaktetapdikenai pajak.
  • Kegagalan panen yang dalam ketentuan ditanggung pemerintah kenyataannya ditanggung oleh petani.
  • Waktu tanam melebihi usia tanam padi.
Pelaksanaan tanam paksa benar-benar mampu untuk menutup kekosongan kas Negara Belanda. Akan tetapi tanam paksa jugatelah menciptakan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia. Akibat tanam paksa ini rakyat Indonesia banyak mengalami kelaparan seperti yang terjadi di Grobogan, Demak, dan sebagainya.
Tokoh-tokoh yang menentang penerapan tanam paksa ini antara lain:
1) Edward Douwes Dekker, tokoh liberal dengan nama samaran Multatuli ini menulis kebijakan tanam paksa dalam sebuah buku yang berjudul Max Havelaar, yang mengisahkan tentang penderitaan rakyat Indonesia akibat tanam paksa.
2) Baron van Hoevel, seorang misionaris yang pernah tinggal di Indonesia, ia
memimpin penerapan tanam paksa melalui parlemen Belanda.
3) Van de Venter merupakan pelopor adanya politik etis (politik balas budi) yaitu seruan pemerintah Belanda mau membalas budi terhadap rakyat Indonesia. Gagasannya dikenal dengan Trilogi Van de Venter yang meliputi irigasi, emigrasi, dan edukasi.
Sejak tahun 1870 ini pemerintah kemudian mengeluarkan UU Agraria dengan tujuan:
1) Melindungihakmilik petani atastanahnya dari pengusahaasing.
2) Memberikan kesempatan kepada swasta asing untuk menyewa tanah di Indonesia. Para pengusaha perusahaan guladiberi kesempatan lebih luas dengan melaksanakan liberalisme di Indonesia.

4. Dampak Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya
Masuknya bangsa-bangsa asing ke Indonesia menimbulkan dampak perubahan terhadap tatanan kehidupan bangsa Indonesia pada segala aspek, baik aspek politik, ekonomi, sosial, serta budaya. Berikut dijelaskan secara rinci dampak-dampak tersebut.
a. Dampak Politik
Sejak Daendels menjadi GubernurJenderal, dengan semangat revolusi Perancis, dia menerapkan pemerintahan modern di Indonesia. Raffles adalah orang ke dua yang meletakkan dasar-dasarpemerintahan modem dengan menerapkan sistem perpajakan. Para bupati dijadikan pegawai negeri dan diberikan gaji padahal menurut adat, kedudukan bupati turun-temurun, dan mendapatkan upeti dari rakyat. Dengan adanya kebijakan pemerintah, kolonial meletakkan hierarki administrasi di atas kedudukan bupati dan menjadi mereka sebagai alat kekuasaan pemerintah kolonial, terjadilah perubahan politik. Elit kerajaan dan birokrasi Jawa menjadi terikat kepada struktur pemerintah kolonial dan peranan politiknya menjadi berkurang. Peranan elite kerajaan bergeserdari urusan-urusan politik pada masalah lain seperti budaya.
b. Dampak Ekonomi
Penetrasi ekonomi Barat memperlihatkan pengaruh negatif terhadap ekonomi di Indonesia. Hal itu terlihat sejak VOC, menerapkan kongitochtenyang menghancurkan ekonomipertanian di Pulau Banda dan menerapkan sistem ekonomi monopoli. Kebijakan VOC menyebabkan golongan pedagang yang menjalankan perdagangan internasional mengalami kemunduran dan akhirnya hilang sama sekali. Syah bandar yang memegang peranan penting dalam perdagangan digantikan oleh pejabat Belanda.
Kebijakan tanam paksa dan ekonomi liberal menjadi Indonesia hanya sebagai negeri penghasil bahan mentah. Hal yang merangsang dalam perdagangan dunia seperti ekspor bahan mentah tidak dapat dinikmati oleh orang Indonesia. Secara ekonomi hal itu menyebabkan orang Indonesia harus mundur dari perdagangan dunia karena Belanda memaksakan monopolinya, bibit wiraswasta yang ada hilang sama sekali. Fungsi perantara dalam perdagangan dipegang oleh orang Timur asing (pedagang-pedagang Cina).
c. Dampak Sosial
Sistem perdagangan sewa yang diterapkan pemerintah mengakibatkan berkurangnya tanah-tanah subur untuk pertanian pangan karena sebagian besar tanah telah disewakan kepada pemilik modal dari Eropa, termasuk tanah persawahan. Banyak penduduk yang kehilangan mata pencaharian di bidang pertanian. Hal itu memaksa mereka mencari pekerjaan sebagai buruh di perkebunan-perkebunan besar yang dimiliki Belanda dan orang-orang Eropa lainnya. Akibatnya dalam masyarakat timbul golongan buruh yang hidupnya bergantung pada upah yang mereka terima. Dengan demikian, ekonomi yang semakin besar pengaruhnya di pedesaan. Golongan yang mendapat untung dari situasi itu adalah para kepala desa. Peranan mereka meningkat karena diberikan tugas mengawasi pekerjaan para buruh.
d. Dampak Budaya
Hal yang menonjol dalam kondisi budaya yang dihadapi bangsa Indonesia pada awal abad ke-20 ialah praktik diskriminasi yang diterapkan pemerintah Belanda. Diskriminasi itu ada yang berdasarkan ras dan ada pula yang berdasarkan golongan dalam masyarakat, bahkan berdasarkan suku bangsa. Dalam diskriminasi ras, warna kulit menentukan status seseorang. Pihak penjajah yang berkuasa sebagai goloangan kecil memliki hak-hak istimewa, sedangkan bangsa Indonesian yang merupakan golongan terbesar hidup hampir-hampirtanpa hak. Mereka hanya mempunyai kewajiban. Hubungan antara pihak yang berkuasa dan pihak yang dikuasai hampir-hampir tidak tidak ada. Sudah kita ketahui bahwa tidak semua anak Indonesia berhak menempuh pendidikan barat. Begitu pula dalam pemerintahan, tidak semua jabatan tersedia bagi orang Indonesia, walaupun pendidikannya sama, namun jabatan yang dipegang oleh orang Indonesia lebih rendah daripada jabatan yang dipegang oleh orang Belanda. Kalau pun jabatan sama, gaji orang Indonesia lebih kecil dibandingkan dengan gaji orang Belanda.


PERLAWANAN DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA DAIAM MENENTANG DOMINASI ASING

a. Perlawanan pada Abad ke-16 sampai 18
1) Perlawanan Demak terhadap Portugis
Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis dianggap merupakan ancaman bagi eksistensi Demak baik secara politik maupun ekonomi. Oleh karena itu pada tahun 1512 Demak di bawah pimpinan Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor berusaha untuk mengusir Portugis dari Malaka. Usaha tersebut belum membawa hasil. Upaya Demak untuk membendung pengaruh Portugis tidak berhenti di situ. Pada tahun 1527 Demak mengirimkan pasukan ke wilayah Jawa Barat di bawah pimpinan Fatahillah. Hal tersebut dilakukan karena Sunda Kelapa berupaya membangun kerjasama dengan Portugis. Pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahillah akhirnya berhasil merebut Sunda Kelapa. Untuk mengenang keberhasilan tersebuf, nama Sunda Kelapa akhirnya diubah menjadi Jayakarta.
2) Ternate Menentang Kekuasaan Portugis
Kedatangan Portugis di Ternate telah menyebabkan terjadinya pertentanga antara rakyat Ternate dengan Portugis. Hal tersebut disebabkan karena:
a) Portugis melakukan monopoli perdagangan.
b) Sikap Portugis yang terlalu angkuh dan sombong.
c) Terbunuhnya Sultan Hairun akibat pengkhianatan Portugis.
Perlawanan rakyat Ternate terhadap Portugis mencapai puncaknya pada tahun 1570 di bawah pimpinan Sultan Baabullah, putra Sultan Hairun. Pada tahun 1575 Sultan Baabullah berhasil mengusir Portugis dari Ternate.
3) Perlawanan Aceh
Pada masa Iskandar Muda, Aceh mengalami kejayaan. Kejayaan tersebut didukung oleh ekonomi dan juga militer yang kuat. Karena merasa terganggu dengan keberadaan Portugis di Malaka, kemudian Aceh mengirim pasukan ke Malaka.
4) Perlawanan Rakyat Maluku Menentang VOC
Pada tahun 1605 Belanda memasuki wilayah Maluku dan mengusir Portugis di Ambon. Tindakan Belanda yang sewenang-wenang mengakibatkan perlawanan rakyat Maluku terhadap VOC antara lain dipimpin oleh Kakiali, Kapten Hitu, Teluka Besi, Saidi, Sultan Jamaluddin, dan Pangeran Nuku dari Tidore. Perlawanan rakyat yang dipimpin Kakiali dan Kapten Hitu merupakan perlawanan terbesar karena kedudukan VOC sempat terancam di Maluku. Akhirnya GubernurJenderal Van Diemen dari Batavia datang ke Maluku. Van Diemen menjanjikan hadiah bagi orang yang dapat membunuh Kakiali. Perlawanan rakyat Maluku berikutnya dipimpin Sultan Jamaluddin dari kesultanan Tidore, namun pada tahun 1799 Sultan Jamaluddin ditangkap VOC dan dibuang ke Srilanka dan penggantinya adalah Patra Alam yang menjalin hubungan dengan VOC. Hal ini menyebabkan rakyat Tidore mengakui Pangeran Nuku (putra Jamaluddin) sebagai Sultan Tidore. Pangeran Nuku berhasil mengadu domba VOC dengan Inggris yang sama-sama ingin menguasai Maluku, namun ketika Pangeran Nuku wafat, tahun 1805, Belanda berhasil menguasai Tidore.
5) Perlawanan Rakyat Mataram terhadap VOC
Sultan Agung sebagai raja terbesar Mataram bercita-cita menyatukan Pulau Jawa di bawah kekuasaan Mataram. Namun cita-cita tersebut terhalang kekuasaan VOC di Batavia. Sultan Agung menyerang Benteng Holandia di Batavia untuk menumbangkan kekuasaan VOC. Serangan tersebut dilakukan 2 (dua) kali yaitu:
  • Perlawanan tahun 1628. Serangan ini dipimpin Tumengggung Bahureksa, serangan ini gagal karena kalah persenjataan dan kekurangan bahan pangan.
  • Perlawanan tahun 1629. Serangan ini juga gagal karena ketika pasukan Mataram membangun lumbung padi untuk persediaan perang di daerah Tegal dan Cirebon temyata diketahui VOC, akibatnya lumbung padi tersebut dibakar.
6) Perlawanan Rakyat Banten terhadap VOC
Kedatangan Belanda di Banten tahun 1596 menimbulkan kebencian di kalangan rakyat. Puncak perlawanan rakyat Banten dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa yang gigih melawan Belanda. Belanda berusaha mencari kelemahannya dengan politik adu domba. Sultan Haji (putra Sultan Ageng Tirtayasa) berusaha merebut tahta ayahnya dengan dibantu VOC. Tahun 1682 Sultan Ageng Tirtayasa menyerah kepada VOC. Ketika Sultan Haji berkuasa, kerajaan Banten harus menandatangani perjanjian dengan VOC sebagai balas jasa.

7) Perlawanan Hasanuddin dari Makasar
Sejaktahun 1655 Makasar diperintah Sultan Hasanuddin. Pada mengalami kejayaan. Perdagangan maju, karena Makasar merupakan pusat bagian timur Nusantara. VOC ingin memonopoli perdagangan di Makasar sehingga muncul perang antara Hasanuddin dan VOC. Untuk menghadapi perang tersebut VOC meminta bantuan Aru Palaka, Raja Bone, dan akhirnya Makasar jatuh ke tangan VOC.
Sultan Hasanudin harus menandatangani Perjanjian Bongaya (1667) yang isinya :
a) Makasar melepas semua daerah kekuasaannya.
b) VOC memonopoli perdagangan di Makasar.
c) Makasar harus mengganti kerugian perang.
d) Didirikan benteng-benteng Belanda Makasar.
e) Aru Palaka diakui sebagai raja Bone.

b. Perlawanan Abad ke-19
1) Perlawanan Rakyat Maluku Dipimpin Pattimura
Untuk melepaskan penderitaan rakyat Maluku akibat penjajahan Belanda, Pattimura
(Thomas Matullesi) melakukan perlawanan. Penyerangan dimulai tanggal 15 Met 1817 dengan menyerang Benteng Doorstede di Saparua. Pattimura dibantu oleh Christina Martha Tiahahu. Residen Belanda di Saparua, Van Den Berg, terbunuh. Belanda mengirimkan pasukan dari Ambon dipimpin Kapten Lisnet dan Meyer. Pattimura ditangkap Belanda dan dihukum gantung di Benteng New Victoria.
2) Perang Padri
Perang Padri pada awalnya adalah perang antara kaum Adat dengan kaum Padri
(agama). Perang saudara tersebut meluas karena Belanda ikut campur tangan membantukaum adat. Latar belakang perang antara kaum adat dan kaum Padri antara lain:
a) Keinginan kaum Padri meluruskan ajaran Islam di masyarakat.
b) Adanya adat-istiadat yang bertentangan dengan syariat Islam.
c) Perkembangan adat matrilineal tidak sesuai dengan ajaran Islam.
d) Perebutan pengaruh antara kaum adat dan golohgan agama. Pertempuran antara kaum
Padri dan kaum adat terjadi di kota Lawas. Perang saudara ini dimanfaatkan Belanda
untuk menguasai Sumatera dengan membantu kaum adat, namun kaum adat sadar
bahwa mereka hanya dimanfaatkan Belanda. Akhirnya kaum Padri dan kaum adat
bersatu untuk melawan Balanda. Perang Padri akhirnya dimenangkan Belanda setelah
ImamBonjoltertangkappadatahun 1837. Imam Bonjol akhirnya diasingkan ke Cianjur,
kemudian dipindah ke Minahasa dan akhirnya ke Manado sampai wafat tahun 1864.
3) Perang Banjar( 1859-1863)
Terjadinya Perang Banjar disebabkan oleh:
a) Belanda memonopoli perdagangan di Banjar.
b) Belanda ingin menguasai Banjar.
c) Belanda turut campur tangan dalam urusan istanadi Banjar.
d) Belanda tidak menghormati adat-istiadat di Banjar.
Pada tahun 1859 rakyat Banjar di bawah pimpinan Pangeran Hidayat dan Pangeran
Antasari mengadakan penyerangan terhadap Belanda. Namun perlawanan tersebut dapat dipatahkan oleh Belanda. Pangeran Antasari dan Pangeran Hidayat berhasil ditangkap oleh Belanda, dan akhirnya Belanda berhasil menanamkan kekuasaannya di Banjar.
4) Perlawanan Diponegoro (1825-1830)
Pangeran Diponegoro adalah bangsawan Mataram yang berusaha memhRhFiskan
tanah Mataram dari dominasi Belanda. Perlawanan tersebut pecah tahun 1825- 1830. Sebab-sebab perlawanan Pangeran Diponegoro adalah seba^rii hiiiikut:
a) Sebab umum:
(1) Kerajaan Mataram semakin sempit kekuasaan dan wilayahnya karena aneksasi
Belanda.
(2) Campur tangan Belanda dalam urusan intern di istana.
(3) Penderitaan dan kesengsaraan Mataram karena banyak pajak.
(4) Kaum ulama kecewa karena berkembangnya budaya barat;
(5) Bangsawan tidak diperkenankan menyewakan tanah.
b) Sebab khusus: Belanda membuat jalan di Tegalrejo yang melalui makam leluhur Diponegoro tanpa inorninta izin lerlebih dahulu
Perlawanan Diponegoro mendapat dukungan dari Kyai Mojo, Sentot Prawirodirjo, dan Pangeran Mangkubumi. Dalam perang tersebut Pangeran Diponegoro menggunakan siasat perang gerilya sehingga Belanda kewalahan menghadapinya. Akhirnya Belanda mengangkat Jenderal De Kock untuk memimpin pasukan dengan siasat Benteng Stelsel, artinya di setiap daerah yang dikuasai segera dibangun benteng, kemudian antara benteng yang satu dengan yang lain dihubungkan dengan jalan untuk gerak cepat pasukan. Perlawanan Diponegoro berakhirsetelah dijebak oleh Jenderal De Kock ketika mengadakan perundingan di Kedu. Akhirnya Diponegoro diasingkan di Batavia, kemudian ke Manado, dan terakhir di Makasar sampai wafat pada tanggal 8 Februari 1855,
5) Perang Bali (1846-1849)
Kerajaan-kerajaan di Bali mempunyai hukum tradisional yaitu Hukum Tawan Karang, yakni hukum yang menyatakan bahwa setiap kapal yang terdampar di pantai-pantai Bali beserta isinya menjadi hak kerajaan Bali. Belanda tidak mengakui peraturan tersebut. Sebab-sebab perlawanan rakyat Bali terhadap Belanda antara lain:
a) Belanda menuntut dihapusnya Hukum Tawan Karang.
b) Belanda memonopoli perdagangan di Bali.
Belanda menuntut agar kekuasaannya diakui raja-raja Bali. Tuntutan tersebut tidak dihiraukan rakyat Ball dan padatahun 1849 Belanda berusaha menguasai kerajaan Buleleng. Rakyat Buleleng yang dipimpin Patih Jelantik berusaha mempertahankannya dengan bertahan di Benteng Jagaraga. Rakyat Bali mengadakan perang Puputan yaitu perang dengan bertempur habis-habisan mempertahankan kehormatan sampai semua prajurit gugur.
6) Perlawanan Rakyat Aceh
Perang Aceh merupakan perang terlama yang dihadapi Belanda. Faktor factor terjadinya perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda antara lain:
a) Sebab umum:
(1) Belanda berusaha menguasai Aceh karena letaknya strategis.
(2) Berdasarkan Traktat Sumatera tahun 1871 Belanda berhak menguasai Sumatera.
(3) Permintaan Belanda agar Aceh tidak menjalin hubungan dengan Turki tidak dipenuhi.
b) Sebab khusus:
Tuntutan Belanda agar Aceh mengakui kekuasaan Belanda (1837) ditolak tegas oleh Sultan Mahmud Syah.
Pada tahun 1837 Belanda menyerang Aceh dan berhasil merebut Kotaraja dan istana sultan, namun Belanda tidak berhasil memadamkan perlawanan rakyat. Untuk mengatasi hal tersebut Belanda kemudian menggunakan taktik konsentrasi Stelsel dan juga mendatangkan ahli agama Islam ke Aceh, yaitu Dr. Snouck Hurgronye.
Untuk melaksanakan siasat perang tersebut dibentuklah pasukan marsose yang dipimpin oleh Jendral Van Heutz. Akibat serangan besardari Belanda, pejuang Aceh seperti Teuku Umar gugur, Panglima Polim menyerah, dan Cut Nyak Dien pun akhirnya tertangkap oleh Belanda. Akhir perlawanan Aceh ditandai dengan Plakat Pendek (perjanjian singkat) yang isinya menyatakan bahwa Aceh mengakui kekuasaan Belanda. Meskipun demikian perlawanan Aceh baru benar-benar bisa dipadamkan pada tahun 1917.

c. Munculnya Nasionalisme Indonesia
Pergerakan nasional di Indonesia dilatarbelakangi oleh beberapa hal berikut ini.
a. Pengaruh Edukasi dan Emansipasi.
Trias Van de Venter khususnya masalah edukasi (pendidikan) melahirkan golongan intelektual yang menjadi pelopor pergerakan nasional. Sebenarnya tujuan Belanda member kesempatan rakyat Indonesia dalam bidang pendidikan adalah bertujuan untuk mencari tenaga kerja murah dan terampil untuk mengurusi administrasi Hindia Belanda, namun ternyata bermanfaat bagi bangsa Indonesia dengan lahirnya kaum intelektual.

b. Diskriminasi masyarakat.
Imperialisme Belanda membagi masyarakat di nusantara menjadi 3 (tiga) kelas yaitu:
1) Golongan Belanda dan Indo (kelas I).
2) Golongan timurasing yaitu keturunan Cina dan Arab (kelas II).
3) Golongan pribumi (kelas III).
Golongan timur asing oleh Belanda ditempatkan sebagai golongan kelas II dengan tujuanagar lebih dapat menjalin hubungan dengan golongan kelas I, sehingga tidak bekerja sama dengan golongan pribumi (kelas III) untuk menentang Belanda.
c. Pengaruh paham-paham baru.
Paham-paham seperti nasionalisme, liberalisme, dan demokrasi yang lahir di negara-negara Eropa mempengaruhi negara-negara di Asia Afrika. Kebangkitan nasionalisme di Indonesia dimulai dengan lahirnya Budi Utomo 1908. Kelahiran Budi Utomo mengubah ciri perjuangan bangsa Indonesia. Ciri-ciri perjuangan'sebelum lahirnya Budi Utomo (1908) antara lain:
  • Pemimpin-centris, artinya perjuangan sangat tergantung pada pemimpin, jika pemimpin tertangkap atau wafat maka perjuangan selesai.
  • Bersifat kedaerahan.
  • Dipelopori kaum bangsawan tradisional.
  • Mengandalkan kekuatan senjata tradisional.
  • Belum ada persatuan dan kesatuan.
  • Tujuan perjuangan kurangjelas.
Ciri-ciri perjuangan setelah tahun 1908 antara lain:
  1. Pemimpin kolektif (bersama) artinya jika pemimpin perjuangan tertangkap, maka
segera diganti yang lain.
2) Bersifat nasional.
3) Dipelopori kaum intelektual.
4) Mengandalkan perjuangan diplomasi dengan organisasi modern.
5) Adanya persatuan dan kesatuan.
6) Tujuan perjuangan jelas, yaitu Indonesia merdeka.
Faktor-faktor pendorong lahirnya pergerakan nasional antara lain:
a. Faktor internal:
1) Penderitaan rakyat akibat imperiallsme.
2) Munculnya golongan kaum terpelajar. Kaum terpelajar dari berbagai daerah inilah yang mulai menyadari adanya persamaan nasib diantara mereka sebagai akibat dari penjajahan.
3) Kenangan kejayaan masa lalu.
b. Faktor eksternal:
1) KemenanganJepangatasRusiatahun 1904-1905.
2) Pengaruh pergerakan nasional di Asia seperti Cina, Filipina, dan India.
3) Masuknya paham liberalisme, nasionalisme, dan demokrasi.
AKTIVITAS SISWA
Dalam perjalanan sejarah bangsa kaum muda senantiasa tampil di depan untuk menjadi “pembuat sejarah dan merubah kehidupan berbangsa yang lebih baik”. Coba diskusikan Mengapa kaum muda senantiasa mengambil peran penting dalam perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara kearah yang lebih baik dari masa ke masa seperti : pada tahun 1928 (Sumpah pemuda), 1945 (menegakkan kemerdekaan), 1966 (munculnya ORBA), 1998 (Reformasi) ?


3. Organisasi Pergerakan Nasionalisme Indonesia
a. Budi Utomo
Budi Utomo lahir tanggal 20 Mei 1908 dengan pendiri Dr. Sutomo, yang saat itu merupaka mahasiswa STOVIA (Sekolah Kedokteran Jawa). Budi Utomo merupakan organisasi modern pertama di Indonesia. Selain Dr. Sutomo, perintis Budi Utomo adalah Dr. Wahidin Sudiro Husodo yang mendirikan Study Founds (dana pelajar) dengan tujuan membiayai pelajar yang tidak mampu. Budi Utomo disebut organisasi sosial dan perintis pergerakan nasional yang bergerak dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Budi Utomo bertujuan memajukan Hindia Belanda yang dicapai melalui pendidikan, pertanian, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Pada tanggal 5 Oktober 1908, Budi Utomo mengadakan Kongres I di Yogyakarta dengan hasil sebagai berikut;
1) Budi Utomo tidak berpolitik.
2) Kegiatan Budi Utomo ditujukan untuk bidang pendidikan dan kebudayaan,
3) Ruang gerak Budi Utomo terbatas pada Jawa dan Madura.
4) Bupati Karanganyar, R.T. Tirto Kusumo diangkat sebagai Ketua Budi Utomo
Pusat.
5) Keanggotaan Budi Utomo hanya terbatas pada suku bangsa yang berkebudayaan Jawa. Keanggotaan Budi Utomo yang bersifat terbuka baru diputuskan dalam kongres di Jakarta tahun 1931. Pada tahun 193^ Budi Utomo meleburkan diri dalam Parindra (Partai Indonesia Raya).
b, Sarekat Dagang Islam atau Sarekat Islam
Sarekat Dagang Islam berdiri tahun 1911 di kota Solo dengan pendiri H. Saman Hudi, seorang pedagang batik di Laweyan, Solo. Latarbelakang didirikannya Sarekat Dagang Islam antara lain:
1) Faktorekonomi.
Memperkuat pedagang-pedagang pribumi muslim dalam menghadapi domlnasi pedagang Cina yang bekerja sama dengan kolonial Belanda. Pedagang-pedagang Cina memonopoli bahan-bahan pembuat batik sehingga pedagang batik di Solo sangattergantung pada pedagang Cina,
2) Faktor agama,
Memajukan agama Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia.
Dalam perkembangannya nama Sarekat Dagang Islam diubah menjadi Sarekat Islam oleh H.O.S Cokroaminoto (pada tahun 1912) agar para anggotanya tidak terbatas hanya dari golongan pedagang tetapi meluas meliputi seluruh rakyat yang sedang dijajah. Tujuan Sarekat Islam antara lain:
1) Memajukan perdagangan.
2) Membantu para anggota dalam permodalan perdagangan.
3) Memajukan kehidupan agama Islam,
4)Memperbaiki pendapat yang keliru mengenai agama Islam, karena pemerintah kolonial Belanda sengaja membuat isu yang tidak benar terhadap ajaran Islam.
5) Memajukan pengajaran dan pendidikan untuk meningkatkan derajat bangsa.
Dalam waktu singkat, Sarekat Islam mampu menjadi organisasi yang populer di masyarakat karena sifatnya yang merakyat. Karena perkembangannya yang sangat pesat, pemerintah kolonial khawatir terhadap perkembangan tersebut. Pemerintah kolonial berusaha membendung perluasan perkembangan Sl dengan hanya mengeluarkan badan hukum bagi Sl lokal saja. Hal tersebut kemudian disikapi oleh Sl dengan membentuk Central Sarikat Islam (CSI) sebagai wadah untuk menjalin komunikasi antara SI-SI lokal yang ada. Keanggotaannya yang bersifat terbuka dan diperbolehkannya keanggotaan rangkap, disamping menguntungkan bagi perkembangan Sl ternyata juga membawa dampak negatif. Hal tersebut disebabkan karena Sarekat Islam kemudian disusupi paham komunis sehingga Sarekat Islam pecah menjadi 2 (dua) yaitu Sarekat Islam putih yang dipimpin Haji Agus Salim dan Sarekat Islam merah yang berhaluan komunis yang dipimpin Semaun dan Tan Malaka. Akibat perpecahan tersebut Sl kemudian mengeluarkan disiplin partai yang melarang keanggotaan rangkap bagi anggotanya.
c. Indische Parti)
Indische Partij merupakan organisasi politik pertama di Indonesia yang didirikan di Bandung 25 Desember 1912. Pendirinya adalah Tiga Serangkai yaitu Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat. Cita-cita Indische Partij disebarluaskan melalui surat kabar De Express. Tujuan Indische Partij adalah Indonesia merdeka, tetapi karena tujuannya itulah pemerintah kolonial anti terhadap IP sehingga tidak memberikan badan hukum bagi IP. Bahkan pada tahun 1913 tokoh Tiga Serangkai dibuang ke berbagai tempat karena tulisan Suwardi Suryaningrat di suratkabar dengan judul "Seandainya aku seorang Belanda" {All Ik een Nederlander was} yang merupakan sindiran terhadap pemerintah kolonial yang akan merayakan kemerdekaannya yang ke-100 di Indonesia. Tulisan tersebut membuat Belanda tersinggung dan Indische Partij dianggap sebagai organisasi berbahaya dan terlarang. Program kerja dari Indische Partij antara lain:
1) Menanamkan cita-cita persatuan nasional.
2) Memberantas segala bentuk tindakan yang membangkitkan kebencian antar agamadan ras.
3) Memberantas kesombongan sosial dalam pergaulan, baik bidang pemerintahan maupun kemasyarakatan.
4) Memperkuat pengaruh pro Indonesia dalam pemerintahan kolonial.
5) Menyerukan perbaikan ekonomi bangsa Indonesia, terutama kalangan ekonomi lemah.
d. Muhammadiyah
Organisasi sosial keagamaan yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November
1912 ini didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan. Tujuan Muhammadiyah antara lain:
1) Menyebarluaskan ajaran Islam yang sesuai Al Qur'an dan Al Hadits.
2) Memajukan pendidikan berlandaskan Islam.
3) Pengembangan pengetahuan yang diselaraskan dengan kehidupan modern.
4) Meningkatkan kesejahteraan hidup umat Islam.
Untuk menunjang tujuannya tersebut Muhammadiyah banyak mendirikan lembaga lembaga pendidikan, lembaga sosial, dan usaha penerbitan. Muhammadiyah juga mendirikan Ortom (organisasi otonom) seperti gerakan wanita Muhammadiyah yang disebut Aisyiah dangerakan kepanduan yaitu Hizbul Wathon.
e. Gerakan Pemuda
1) Trikoro Dharmo
Organisasi ini didirikan pada tanggal 7 Maret 1915. Pemimpinnya antara lain R. Satiman Wiryosanjoyo, Sunardi, dan Sutomo. Tujuannya mempererat hubungan antara murid-murid Bumi Putra, menambah pengetahuan umum, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan. Padatahun 1918 namaTrikoroDharmodiubah menjadi Jong Java.
2) Jong Sumatranen Bond.
Organisasi ini didirikan pada tanggal 9 Desember 1917. Tujuannya mempererat ikatan persaudaraan antara pemuda dan pelajar Sumatra serta membangkitkan para anggota dan orang luar untuk menghargai adat, budaya, dan sejarah Sumatra.
3) Perkumpulan pemuda yang lain, misalnya: Jong Celebes, Jong Ambon, Pemuda
Betawi, dan Sekar Rukun.
Sejak tahun 1926 mulai terlihat kecenderungan untuk bersatu di antara para pemuda, hal ini terwujud dengan berdirinya Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) dan Pemuda Indonesia (PI). Di bawah koordinasi organisasi tersebut pada tanggal 30 April - 2 Mei 1926 diadakan Kongres Pemuda I dan tanggal 26-28 Oktober 1928 diadakan Kongres II yang menghasilkan ikrarSumpah Pemuda.



f. Partai Komunis Indonesia (PKI)
PKI merupakan perkembangan dari ISDV (Indische Social Democratische Vereniging). Organisasi ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang Belanda yang bernama H.J.F.M Sneevliet di kota Semarang. Setelah ISDV mendapat anggota yang banyak dan terpengaruh keberhasilan Revolusi Rusia (1917), maka tanggal 23 Mei 1920 nama ISDV diubah menjadi Partai Komunis-
Indonesia dengan ketuanya Semaun dan wakilnya Darsono. Aksi yang dilakukan PKI mengarah pada kekerasan dan pemberontakan, sehingga anggota PKI banyak ditangkap dan dipenjara di Tanah Merah, Digul. Pada tahun 1926 PKI mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah kolonial, namun karena kurang perhitungan pemberontakan tersebut dapat dengan mudah ditumpas oleh pemerintah kolonial. Kegagalan pemberontakan tersebut tidak hanya merugikan PKI, namun merugikan perjuangan pergerakan nasional. Hal tersebut disebabkan karena pemerintah kolonial Belanda setelah pemberontakan PKI tersebut melakukan pengawasan secara ketat terhadap organisasi-organisasi politik lainnya, sehingga ruang gerak dari para pemimpin nasionalis menjadi sangat terbatas.
g. Taman Siswa
Organisasi ini didirikan oleh Ki Hajar Dewantoro pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta, tujuannya mewujudkan masyarakat yang tata tentrem, tertib, dan damai. Strategi yang ditempuh. Taman Siswa untuk mencapai tujuannya yaitu:
1) Menciptakan suasana kehidupan rumah tangga di sekolah.
2) Melaksanakan sistem pendidikan Indonesia.
3) Siswa yang lebih tua membimbing siswa yang lebih muda.
Pendidikan Taman Siswa mengembangkan sistem among dengan semboyannya, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Untuk mencegah perkembangan Taman Siswa, pada tahun 1932 pemerintah mengeluarkan peraturan yang disebut Ordonansi Sekolah Liar.
h. Partai Nasional Indonesia (PNI)
Partai Nasional Indonesia didirikan di Bandung pada tahun 1927. Tokoh-tokohnya adalah Ir. Soekarno, Mr. Sartono, dan Mr. Iskaq Cokroadisuryo. Tujuannya adalah mencapai Indonesia merdeka. Kegiatan yang dilakukan antara lain memperkuat rasa kebangsaan dan kesadaran atas persatuan bangsa Indonesia, memajukan perdagangan, pertanian, dan pengajaran yang bersifat nasional. Asas organisasi tersebut adalah antiimperialisme, antikolonialisme, self help, non kooperatif, dan self determination. Karena diangap revolusioner dan dituduh akan mengadakan pemberontakan, maka para pemimpin ditangkap dan organisasi PNI dibubarkan. Atas perlakuan pemerintah tersebut Sukarno mengadakan pembelaan di pengadilan negeri Bandung dengan pidato pembelaannya yaitu Indonesia Menggugat. Setelah Ir. Soekarno keluar dari penjara, berdiri Partai Indonesia (Partindo) yang diketuai oleh Sartono, sementara tokoh-tokoh yang kurang setuju dengan Partai Indonesia mendirikan PNI Baru yang diketuai oleh Moh.Hatta.
i. Gerakan Wanita
1) PutriMerdika(1912).
Tujuannya memberikan bantuan, bimbingan, dan penerangan kepada wanita pribumi dalam menuntut pelajaran dan mengemukakan pendapat di muka umum. Tokohnya antara lain R.A. Sabaruddin, R.A. Sutinah Joyopranoto, dan R. Rukmini,
2) Kartini Founds.
Pendirinya adalah Tuan dan Nyonya C. Th. de Venter, tujuannya menghimpun dana
bagi pendidikan bangsa Indonesia.
3) Keutamaan Isteri.
Pendirinya adalah R. Dewi Sartika di Bandung dengan tujuan mengajar anak gadis
agar mampu membaca, menulis, berhitung, dan keterampilan rumah tangga.
4) Kerajinan Amal Setia, Aisyiyah, Putri Budi Sejati, dan sebagainya.
Pada tanggal 22-25 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempuan
Indonesia.
j. Gerakan Buruh
Sl dan PKI adalah pendorong perkembangan buruh pada zaman kolonial Belanda. Aktivitas organisasi buruh yang mereka sponsori merupakan bagian dari kegiatan antikolonialisme buruh yang muncul, antara lain:
  • S.S. Bond (1905) yang mewakili kepentingan pegawai menengah dan atas di Jawatan KeretaApi.
  • Perserikatan Pegawai Pegadaian Bumi Putra (1916).
  • Persatuan Pergerakan Kaum Buruh (PPKB) yang berdiri di Yogyakarta tahun 1919 yang kemudian berubah nama menjadi Revolutionare Socialistische Vak Centrale (VSTP). Untuk mewujudkan keinginan adanya perubahan kesejahteraan realisasi tuntutan diwujudkan dalam pemogokan dan pemberontakan.
k. PPPKI (Permufakatan Perhimpunan Perhlmpunan Politik Kebangsaan Indonesia)
PPPKI merupakan badan kesatuan partai-partai politik Indonesia yang didirikan pada tanggal 17 Desember 1927. Pelopornya adalah Partai Nasional Indonesia, Tujuannya adalah menjalin interaksi ke arah persatuan antaranggota organisasi politik yang menjadi anggota guna mencapai Indonesia merdeka,
l. Kongres Pemuda
1) Kongres Pemuda I
Kongres Pemuda I diselenggarakan dl Jakarta tanggal 30 April • 2 Mei 1926. Tujuannya adalah menanamkan semangat kerjasama antar organisasi di Indonesia, Kongres pertama ini diketuai oleh M. Tabrani dari Jong Java,
2) Kongres Pemuda II
Kongres Pemuda II diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928. Kongres tersebut berhasil memutuskan:
a) Mengikrarkan Sumpah Pemuda.
b) Merah putih sebagai bendera nasional.
c) Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan.
d) Semua organisasi pemuda disatukan dalam wadah Indonesia Muda.
m. Parindra (Partai Indonesia Raya)
Dibentuk tanggal 26 Desember 1935, merupakan fusi dari BU dan FBI (Partai Bangsa Indonesia) serta organisasi lain yang bergabung di dalamnya. Pusat Parindra berada di Surabaya dan diketuai Dr. Sutomo. Asas Parindra kadang kooperasi dan kadang nonkooperasi, jadi tergantung situasi. Tujuannya adalah mencapai Indonesia Raya dan tujuan tersebut hendak dicapai melalui:
1) Mempertebalsemangatpersatuan.
2) Meningkatkan kesejahteraan rakyat.
3) Memperjuangkan pemerintahan sendiri.
n. MIAI (Majelis Islam A'la Indonesia)
MIAI berdiri di Surabaya pada bulan September 1937. Pendirinya antara lain K.H. Mas Mansyur (Muhammadiyah), K.H. Muhammad Dahlan, K.H. Wahab (NU), Wondo Amiseno (PSII).
Tujuannya adalah mempererat hubungan tali persaudaraan antar organisasi, menyamakan langkah dan persepsi untuk membela kejayaan Islam. Sebagai organisasi yang hidup pada masa pergerakan nasional, MIAI yang semula bergerak di bidang agama mulai melibatkan diri dalam politik. MIAI ikut mendukung aksi GAPI yang menuntut Indonesia berparlemen.
o. GAPI (Gabungan Politik Indonesia)
GAPI dibentuk tahun 1939 atas inisiatif Parindra dan didukung organisasi-organisasi lain seperti PSII, Gerindo, Pll, Pasundan, Persatuan Minahasa, Partai Katholik, Ketua GAPI dipegang Moh. Husni Thamrin. Sebab GAPI dibentuk adalah adanya perasaan kecewa tokoh-
tokoh pergerakan nasional karena Petisi Sutarjo yang berisi tuntutan pemberian status dominion bagi Indonesia ditolak oleh Belanda tanpa diperdebatkan dalam parlemen. Oleh karena itu, GAPI menuntut agar dibentuk Indonesia,Berparlemen. Menindaklanjuti tuntutan GAPI, pihak Belanda membentuk Komisi Visman untuk menyelidiki apakah rakyat tetap ingin diperintah
Belanda atau tidak. Namun berdasarkan hasil komisi Visman tersebut tuntutan GAPI akhirnya ditolak oleh pemerintah kolonial Belanda.

p. Perhimpunan Indonesia sebagai Manifesto Politik
Perhimpunan Indonesia (PI) merupakan organisasi yang didirikan para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda. Pada mulanya bernamaIndische Vereniging dan berdiri tanggal 22 Desember 1908. Tujuan awalnya adalah memperbaiki dan meningkatkan kepentingan bersama orang Indonesia di Belanda dan memelihara hubungan dengan Hindia Belanda (Indonesia). Nama Indische Vereeniging kemudian diganti menjadilndonesischeVereeniging dan semenjak itulah Perhimpunan Indonesia mulai memperlihatkan corak politik. Untuk menyebarluaskan gagasannya, Perhimpunan Indonesia mempunyai majalah Hindia Putra yang kemudian berubah menjadi Indonesia Merdeka. Asas Perhimpunan Indonesia yang disampaikan pada tahun 1925 di bawah pimpinan Soekiman Wiryosandjoyo antara lain:
1) Hanyalah Indonesia yang bersatu, dengan menyingkirkan perbedaan golongan, yang mampu mematahkan kekuasaan penjajahan. Tujuan bersama yang hams dimiliki yakni kemerdekaan Indonesia berdasarkan pada kesadaran dan bertumpu pada kekuatan aksi masa nasionalistis.
2) Dalam setiap masalah tata negara kolonial, yang mendominasi adalah perlawanan kepentingan antara penjajah dan yang dijajah.
3) Keikutsertaan semua lapisan masyarakat dalam perjuangan pembebasan adalah suatu syarat mutlak untuk mencapai tujuan tersebut.
4. Upaya Kemerdekaan Bangsa Indonesia
Memasuki akhir tahun 1944 kedudukan Jepang semakin terjepit oleh pasukanSekutu. Hal tersebut disebabkan oleh kekalahan beruntun yang dihadapi Jepang dalam perang Asia Timur Raya. Dalam kondisi yang semakin terjepit tersebut, untuk tetap mendapatkan simpati dari rakyat Indonesia, Perdana Menteri Jepang Koiso pada tanggal 7 September 1944 memberikan janji kemerdekaan bagi Indonesia di kemudian hari. Untuk meyakinkan rakyat Indonesia mengenai janji tersebut, Jepang kemudian memperkenankan bendera merah putih berkibar di samping bendera Jepang.
Pada tanggal 1 Maret 1945 pemimpin pemerintahan militer Jepang di Indonesia, Jendral Kumakici Harada, mengumumkan pembentukan Dokuritzu Zunbi Coosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI). Badan ini bertugas untuk menyelidiki hal-hal penting yang menyangkut segi politik dan ekonomi yang perlu bagi usaha pembentukan Negara Indonesia Merdeka. Badan ini diremikan pada tanggal 29 April 1945 dengan ketuanya K.R.T. Rajiman Widyodiningrat dengan wakilnya RP Suroso. BPUPKI memiliki beberapa panitia kerjayaitu:
  1. Panitia Perumus Pembukaan UUD yang beranggotakan 9 orang dan diketuai oleh Soekarno Pelaksanaan kongres kedua ini diketuai oleh Sugondo Joyo Puspito dengan wakilnya Joko Marsaid
b. Panitia Perancang Undang-Undang Dasar diketuai oieh Soekarno dan dibentuk panitia kecil yang diketuai oleh Mr. Supomo.
c. Panitia ekonomi dan Keuangan diketuai oleh Drs. Moh.Hatta.
d. Panitia pembela Tanah Air yang diketuai oleh Abikusno Cokrosuyoso.
BPUPKI mengadakan sidang dalam 2 (dua) tahap, yaitu:
  1. Sidang Pertama BPUPKI (29 Mei -1 Juni 1945).
Sidang ini membahas tentang rumusan dasar negara. Dalam kesempatan tersebut tampil 3 (tiga) pembicara yaitu Moh. Yamin, Supomo, dan Soekarno.
1) Moh Yamin mengusulkan 5 (lima) dasar negara kebangsaan Indonesia yaitu:
a) Peri Kebangsaan. d) Peri Kerakyatan.
b) Peri Kemanusiaan. e) Kesejahteraan Rakyat.
c) Peri Ketuhanan.
2) Supomo menyampaikan:
a) Paham negara kesatuan. d) Sosialisme negara.
b) Perhubungan negara dan agama. e) Hubungan antar bangsa.
c) Sistem Badan Permusyawaratan.
3) Soekarno menyampaikan:
a) Kebangsaan Indonesia.
b) Internasionalisme dan peri kemanusiaan.
c) Mufakatataudemokrasi.
d) Kesejahteraan sosial.
e) Ketuhanan Yang Maha Esa. . . .
Selama masa reses menanti sidang kedua (10-17 Juli 1945) anggota BPUPKI membentuk Panitia Kecil/Panitia Sembilan yang diketuai oleh Soekarno. Panitia kecil ini bertugas untuk merumuskan rancangan pembukaan Undang-Undang Dasar. Dalam pertemuannya tanggal 22 Juni 1945 mereka menghasilkan rumusan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisi falsafah negara dan tujuan Indonesia merdeka.
b. Sidang Kedua (10-17 Juli 1945).
Sidang ini membahas tentang rancangan Undang Undang Dasar serta pembukaan UUD. Panitia perancang UUD yang diketuai Soekarno mengetahui bahwa pembukaan UUD diambil dari Piagam Jakarta. Untuk merumuskan UUD, panitia membentuk panitia kecil yang diketuai oleh Prof. Dr. Husein. Pada tanggal 14 Juli 1945 Sukarno melaporkan hasil kerja Panitia Perancang UUD kepada sidang BPUPKI. Hasil kerja terdiri dari 3 (tiga) hal yaitu:
1) Pernyataan Indonesia merdeka.
2) Pembukaaan UUD.
3) UUD(batangtubuh).
Setelah berhasil menjalankan tugasnya BPUPKI kemudian dibubarkan. Selanjutnya pada tanggal 7 Agustus 1945 Jepang membentuk PPKI. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritzu Zunbi linkai) yang diketuai oleh Soekarno. Keanggotaan PPKI dipilih langsung oleh Panglima Perang Tertinggi Jepang untuk Kawasan Asia Tenggara yaitu Jendral Terauci. PPKI beranggotakan 21 orang dengan penasehat Ahmad Subarjo. PPKI belum melakukan siding yang berarti karena Jepang akhirnya menyerah kepada Sekutu.
5. Gagasan Persatuan dan Kesatuan Bangsa serta Terbentuknya Identitas Kebangsaan Indonesia
Identitas kebangsaan Indonesia mulai terbenluk sejak zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Identitas kebangsaan Indonesia tersebut menjadi semakin nyata sejak masa pergerakan
nasional dan dikrarkan melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1945 serta diiproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Timbulnya kesadaran nasional bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan tidak dapat dilepaskan dari peranan golongan terpelajar, kaum profesional, dan pers nasional. Berkat adanya kontribusi dan peranan mereka inilah, maka identitas kebangsaan Indonesia dapat diwujudkan secara nyata. Peranan dan kontribusi golongan terpelajar dan profesional dalam menumbuhkembangkan semangat nasional dan terbentuknya identitas kebangsaan Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Dengan cara mempelopori kebangkitan nasional Indonesia dengan mendirikan organisasi kebangsaaan, seperti Budi Utomo, Serikat Islam, Indische Partij, PNI, dan sebagainya.
b. Menumbuhkan semangar nasionalisme dan terbentuknya identitas kebangsaan Indonesia melalui persatuan media massa.
c. Menyadarkan bangsa Indonesia melalui lembaga pendidikan seperti taman Siswa, Muhammadiyah, NahdatuI Ulama, Pondok Pesantren, dan sebagainya.
d. Menumbuhkan semangat nasionalisme dan identitas kebangsaan melalui Sumpah Pemuda 280ktober1928.
e. Menempatkan wakil-wakil rakyat bangsa Indonesia untuk duduk dalam dewan rakyat.
6. Peranan Pers dalam Menumbuhkan Nasionlisme dan Terbentuknya Identitas
Kebangsaan Indonesia
Peranan dan kontribusi pers nasional sangat penting dan menentukan dalam menumbuhkan identitas kebangsaan Indonesia? Bagaimanakah peranan dan kontribusi pers dalam menumbuhan semangat dan identitas kebangsaan Indonesia itu? Pada masa pergerakan nasional, pers (surat kabar dan majalah) merupakan media informasi dan komunikasi yang sangat penting dan efektif. Pada mulanya, surat kabar dan majalah digunakan oleh orang-orang Belanda dan Cina. Tujuan penerbitannya pun terbatas untuk kepentingan mereka. Waktu itu kebebasan pers dibatasi oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Sekalipun demikian, di kalangan pers Melayu-Cina sudah mulai ada berita-berita yang bersifat politik. Cita-cita pergerakan nasional Cina diawali oleh Dr. Sun Yat Sen, misalnya telah banyak diketahui golongan terpelajar Indonesia.
Surat kabar berbahasa Melayu yang terbit di Sumatera, di antaranya Sinar Soematra, Tjahaya Soematra, Pemberita Atjeh, dan Pertja Barat. Surat kabar yang terbit di Pulau Jawa, antara lain Bromantani, Pewarta Hindia, Bintang Pagi, Sinar Djawa, Terompet Melajoe, dan Putra Hindia. Surat kabar yang terbit di Kalimantan yaitu Pewerta Menado. Timbulnya kesadaran dan identitas kebangasan Indonesia ditandai oleh didirikannya organisasi kebangsaan, seperti Budi Utomo, Sarikat Islam, Indische Partij, PNI, dan sebagainya. Organisasi- organisasi kebangsaan masing-masing memiliki surat kabar sendiri. Kaum terpelajar dan majalah telah mendidik dan menyadarkan semangat kebangsaan Indonesia. Organisasi-organisasi kebangsaan yang memiliki surat kabar antara lain:
a. Budi Utomo menerbitkan surat kabar Darmo Kando.
b. Sarikat Islam menerbitkan surat kabar Oetoesan Hindia.
c. Perhimpulan Indonesia menebitkan surat kabar Indonesia Merdeka.
d. Indische Partij menerbitkan surat kabar Het Tijschrift dan de Expres.
Melalui media pers tokoh-tokoh kaum pergerakan nasional dapat saling berkomunikasi, aspirasi rakyat Indonesia terus bergelora. Jelaskan peranan dan kontribusi pers pada masa pergerakan nasional sangat menentukan bagi terbentuknya identitas kebangsaan Indonesia. Pada waktu itu, pers telah tampil sebagai alat perjuangan dalam merintis kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Bagaimanakah sikap pemerintahan kolonial Hindia-Belanda terhadap perkembangan pers nasional?
Untuk mengimbangi peredaran surat kabar dan majalah, kaum pergerakan nasional, pemerintahan kolonial Hindia-Belanda kemudian mendirikan badan penerbitan yang diberi nama Balai Pustaka. Diterbitkanlah buku-buku yang bersifat netral untuk mebelokkan perhatian rakyat Indonesia agartidak menyenangi artikel-artikel yang ditulis kaum pergerakan. Sekalipun demikian tokoh-tokoh kaum pergerakan tetap aktif menyuarakan perjuangan kemerdekaan. Melalui tulisan-tulisan mereka itulah kebangsaan tumbuh di kalangan rakyat Indonesia melalui pers bangsa Indonesia dididik berpolitik dan dibangkitkan semangat kebangsaannya. Pada waktu itu, surat kabar dan majalah merupakan media pendidikan. Itulah sebabnya pers pada masa pergerakan nasional disebut pers perjuangan.
AKTIVITAS SISWA
Organisasi pergerakan nasional Indonesia satu per satu mengalami kemunduran dan bahkan
kehancuran. Akan tetapi masih ada yang bertahan sampai Indonesia merdeka bahkan sampai sekarang. Organisasi-organisasi tersebut diantaranya PNI, SDI, Muhammadiyah, NahdatuI Ulama, Masyumi, dan sebagainya. Nah, agar Anda dapat memperdalam pengetahuan mengenai organisasi pergerakan tersebut coba Anda teliti tentang Organisasi-organisasi tersebut. Permasalahan yang Anda kaji adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana organisasi tersebut mampu bertahan sampai sekarang.
2. Apakah ideologi yang diperjuangankan ketika pertama kali organisasi berdiri masih ada.
3. Perjuangan apa saja yang terus diperjuangkan sampai sekarang.
4. Apakah terjadi perubahan tujuan organisasi.
5. Sebutkan tokoh-tokoh yang berpengaruhnya.










  1. Berilah tanda silang pada jawaban yang paling benar !

  1. Tokoh Belanda yang memiliki pandangan konservatif setelah berakhirnya pemerintahan VOC di Indonesia adalah ....
a. VanHagendorb d. Johanes Siberg
b. J.P.Coen e. Weisel
c. Nederburg
02. Pemimpin Belanda yang ditugaskan untuk mempertahankan Indonesia dari ancaman Inggris adalah....
a. Napoleon d. Nederburg
b. W. Daendels e. ComelisdeHoutman
c. Weisel
03. Thomas Stamford Raffles diangkat oleh pemerintah Inggris untuk menjadi gubernur
di Indonesia pada tanggal....
a. 11 September 1811 d. 18Desember1811
b. 18 September 1811 e. 11 November 1811
c. 11 Desember1811
04. Pada bidang politik kebijakan pemerintahan Raffles adalah membagi Pulau Jawa
menjadi beberapa karesidenan yaitu berjumlah ....
a. 16 d. 18
b. 17 e. 14
c. 15
05. Di bawah ini tokoh yang membentuk PETA, kecuali ....
a. Ki Hajar Dewantoro d. MasMansyur
b. Ir.Soekarno e. DouwesDekker
c. Mohammad Hatta
06. Organisasi Budi Utomo berdiri pada tanggal....
a. 280ktober1928 d. 28 Oktober 1927
b. 20Mei1907 e. 20Mei1906
c. 20Mei1908
07. Pada tahun 1930 Dr. Sutomo merasa tidak puas dengan berdirinya Budi Utomo dan
kemudian mendirikan....
a, Persatuan Indonesia
b. Persatuan Rakyat Indonesia
c. Persatuan Pemuda Indonesia
d. Persatuan Bangsa Indonesia
e. Persatuan Pelajar Indonesia
08. Organisasi yang merupakan cikal bakal dari PKI adalah ....
a. STOVIA d. Sl
b. ISBV e. SDI
c. ISDV
09. Pada sistem sewa tanah di masa pemerintahan Raffles pajak untuk tanah kelas
(subur) adalah....
a. 1/4hasilbruto d. 1/6hasilbruto
b. 1/3hasil bruto e. 1/2hasil bruto
c. 1/8hasil bruto
10. Berakhirnya kekuasaan Inggris di Indonesia dikarenakan adanya....
a. Magna Charta
b. Convention of London
c. Kapitulasi Tuntang
d. Perjanjian London
e. Piagam Charter
11. Kebijakan tanam paksa dilakukan pada masa pemerintahan....
a. Stefano Raffles d. VanDerCoen
b. Van Den Bosch e. Van Nederburg
c. Van Der Capellen
12. Organisasi buatan Jepang yang anggotanya perempuan adalah....
a. Fujinkai d. Peta
b. Yaiku Hokokai e. Keimi Bunkosidoso
c. Isi Hokokai
13. Tujuan dibentuknya Badan Pertimbangan Pusat pada masa penjajahan Jepang
adalah....
a. mengambil kebijakan ekonomi
b. mempersiapkan kemerdekaan Indonesia
c. mengatur militer di Indonesia
d. mengatur permasalahan politik di Indonesia
e. membangun perbankan Indonesia
14. Kongres Pemuda Indonesia pada tahun 1926 dihadiri oleh berbagai perwakilan daerah di bawah ini, kecuali... .
a. JongSumatera d. JongAmbon
b. JongJava e. JongSunda
c. JongMinahasa
15. Tujuan Perkumpulan Pemuda Indonesia pada tahun 1915 adalah sakti, budi, dan bakti yang disebut sebagai....
a. Tritura d. Trikoro dharmo
b. Trikora e. TriDharma
c. Trimurti

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!
1. Sebutkan tokoh pendiri Budi Utomo!
Jawab: ...............................................................................................................................
2. Mengapa Serikat Islam terpecah menjadi dua organisasi?
Jawab: ...............................................................................................................................
3. Jelaskan program kerja Indische Partij!
Jawab: ...............................................................................................................................
4. Mengapa pemerintah Belanda mendirikan BPUPKI?
Jawab: .................................................................................................................................
5. Sebutkan dasar negara menurut Mohammad Yamin!
Jawab:..................................................................................................................................

6. Jelaskan paham komunisme yang berkembang di dunia!
Jawab: ...................................................................................................................................

7Siapa tokoh nasionalisme Indonesia?
Jawab:...............................................................................................................................
8. Bagaimana terjadinya nasionalisme di Jepang?
Jawab:.....................................................................................................................................
9. Sebutkan penyebab kegagalan pergerakan kemerdekaan pada zaman feodal!
Jawab: ...................................................................................................................................
10.Sebutkan 3 (tiga) golongan penyebab munculnya nasionalisme di Indonesia!
Jawab:....................................................................................................................................
Modul Imperialisme dan Kolonialisme s/d Munculnya
Pergerakan Nasionnal Indonesia
33 -



Sumber :http://dc426.4shared.com/doc/wPNRSlqU/preview.html
 Berkunjung lagi ya,
 Jangan Lupa .... http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar