Social Icons

Minggu, 13 Januari 2013

Pengertian Masyarakat Madani menurut beberapa ahli & Konsep dasar Masyarakat Madani

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog


  Pengertian masyarakar madani menurut beberapa ahli :
1.Dato Seri Anwar Ibrahim
 Masyarakat madani adalah masyarakat yang memiliki sistem sosialyang subur yang diasaskan kepada prinsip moral yang menjaminkeseimbangan antara kebebasan perorangan dengan kestabilanmasyarakat. Masyarakat mendorong daya usaha serta inisiatif individubaik dari segi pemikiran, seni, pelaksanaan pemerintah mengikutiundang-undang dan bukan nafsu atau keinginan individu menjadikanketerdugaan atau
 predict-ability 
serta ketulusan atau
transparency 
sistem.
2.Nurcholish Madjid, M. Dawan Rahardjo, dan Azyumardi Azra
Pada prinsipnya masyarakat madani adalah sebuah tatanan komunitasmasyarakat yang mengedepankan toleransi, demokrasi danberkeadaban serta menghargai akan adanya pluralisme(kemajemukkan).
.
3.Zbigniew Rau
(Dengan latar belakang kajian kawasan Eropa Timur dan Uni Soviet).Masyarakat madani merupakan suatu masyarakat yang berkembangdari sejarah, yang mengandalkan ruang dimana individu danperkumpulan tempat mereka bergabung, bersaing satu sama lainguna mencapai nilai-nilai yang mereka yakini. Ruang ini timbuldiantara hubungan-hubungan yang menyangkut kewajiban merekaterhadap negara dan bebas dari pengaruh keluarga serta kekuasaannegara yang diekspresikan dalam bentuk individualisme, pasar(
market 
) dan pluralisme.
.
4.Han Sung-joo
(Dengan latar belakang kasus Korea Selatan).Masyarakat madani merupakan sebuah kerangka hukum yangmelindungi dan menjamin hak-hak dasar individu, perkumpulansukarela yang terbatas dari negara, suatu ruang publik yang mampumengartikulasikan isu-isu politik, gerakan warga negara yang mampumengendalikan diri dan independen, yang secara bersama-samamengakui norma-norma dan budaya yang menjadi identitas dansolidaritas yang terbentuk serta pada akhirnya akan terdapat kelompok inti dalam society civil ini,





Konsep masyarakat madani
:
1.Sifat partisipatif 
, yaitu masyarakat madani tidak akanmenyerahkan seluruh nasibnya pada negara, tetapi merekamenyadari bahwa yang akan dominan menentukan masa depanmereka haruslah berasal dari diri sendiri. Simulus dan negarabukanlah penentu aktivitas dan program-program kemajuanmasyarakat ke depan, tetapi harus kekuatan masyarakatlah yangmewarnainya, sehingga apapun konsekuensi dari setiapkebijakan, program aksi atas nama negara selalu terdapat warnakeinginan masyarakat madani di dalamnya. Dalam tataran praktismasyarakat madani bisa terlihat dalam setiap proses politik diberbagai bidang, yang akan dikeluarkan negara.

2.Otonom
, yaitu selain sebagai masyarakat pertisipatif,masyarakat madani juga memiliki karakter mandiri, yaitu dalammengembangkan dirinya tidak tergantung dan menunggu“bantuan” negara. Masyarakat terbiasa dengan inisiatifnyamampu berinovasi, sekaligus independen secara politik danekonomi. Meskipun mengakui pluralisme, masyarakat konsisten
memanfaatkannya. Begitu pula secara ekonomi, masyarakatmadani relatif mandiri dengan mengembangkan aktivitasnya,dengan menghasilkan dan membiayai sendiri.

3.Tidak bebas nilai
, yaitu seluruh komponen masyarakat madanimemiliki keterikatan terhadap nilai-nilai, yang merupakankesepakatan hasil musyawarah demokratis (bukan sekedarkonsensus). Setiap anggota masyarakat, dalam melakukanaktivitasnya tidak terlepas dari nilai, yang akan memagari agarmanifestasi kreativitas dan inovasinya berada dalam koridor“kebaikan” dan tidak merugikan komponen masyarakat lainnyaserta berimplikasi positif. Nilai yang dianut bisa bersumber dariagama dan digali dari tradisi yang kondusif.
:
4.Merupakan bagian dari sitem dengan struktur non-dominatif (plural)
, yaitu meskipun eksistensinya yangpartisipatif dan otonom terhadap kekuatan negara, namunmasyarakat madani adalah bagian dari komponen-komponennegara. Di luar masyarakat madani, diakui keberadaan negaradan unsur-unsur masyarakat lainnya. Namun masyarakat madanimengakuinya, dengan syarat kekuatan-kekuatan yang berada diluar dirinya tidak mengembangkan interaksi dominatif, sepertitetap memegang prinsip kompetisi,
non-privilege
, dan tidakmemaksa, yang intinya mengakui pluralisme sebagai satudinamika yang dimaknai dan ditangai secara tepat.


5.Termanifestasi dalam organisasi
, yaitu prinsip-prinsiporganisasi dipegang oleh masyarakat madani, sebagaiperwujudan identitasnya secara material. Artinya, masyarakatmadani bukan merupakan individu-individu yang partisipatif danotonom saja, tetapi terdiri dari sekumpulan individu warga negarayang tergabung dalam asosiasi-asosiasi yang memiliki tatananyang mampu menjamin anggotanya untuk mampumengekspresikan diri, mengembangkan minat, saling tukarinformasi, memediasi perbedaan-perbedaan, dan menciptakanpola-pola hubungan yang stabil. Di samping itu, mereka jugatertata dalam organisasi modern, yang mengembangkan nilai-nilainya sendiri secara konsisten



 ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar