Social Icons

Minggu, 28 Juli 2013

Laporan Hasil Diskusi tentang Pantaskah Seorang Koruptor Dihukum Mati?

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
 Thanks For Visiting My Blog

LAPORAN HASIL DISKUSI
PANTASKAH SEORANG KORUPTOR DIHUKUM MATI?
A.     Pendahuluan
Dewasa ini sedang marak tertangkapnya para koruptor.Semakin bertambahnya tahun bukannya berkurang namun semakin menjamur. Itu semua terjadi karena ketidak tegasan hukum dan pemerintah dalam menanganinya.Sehingga tidak ada rasa takut dan jera dari para pelakunya. Disini kami akan membahas masalah “Pantaskah Seorang Koruptor di Hukum Mati?” Menanggapi adanya tersebut pastilah ada pro dan kontra yang timbul di kalangan masyarakat.
            Tujuan dari kegiatan diskusi ini adalah agar peserta diskusi dapat ikut berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Dan juga peserta dapat menyadari bahwa tindakan korupsi itu merugikan banyak pihak entah itu di negara, keluarga maupun diri sendiri.
B.     Pelaksanaan
Dalam diskusi ini ditampilkan 2 pembicara.
1)      Titis Kaligis menyampaikan materi dengan judul “Koruptor Pantas Mendapat Hukuman Mati”
2)      Hafidz Paris Hutapea menyampaikan materi dengan judul “Indonesia Menjunjung Tinggi HAM dan Hukuman Mati Itu Tidak Pantas”
Diskusi ini dilaksanakan pada:
1) hari/tanggal         : Selasa, 11 Oktober 2011
2) jam                     : 08.00 s.d 12.00
3) tempat                : Aula SMA Negeri 1 Karanganyar
4) moderator           : Nurhikmah Widiasari
5) peserta               : 100 Orang siswa
                                20 Orang guru
                                20 Orang tokoh masyarakat    
C.     Penutup
Merangkai kata untuk perubahan memang mudah. Namun, melaksanakan rangkaian kata dalam bentuk gerakan terkadang teramat sulit. Dibutuhkan kecerdasan dan keberanian untuk mendobrak dan merobohkan pilar-pilar korupsi yang menjadi penghambat utama lambatnya pembangunan ekonomi nan paripurna di Indonesia. Korupsi yang telah terlalu lama menjadi wabah yang tidak pernah kunjung selesai, karena pembunuhan terhadap wabah tersebut tidak pernah tepat sasaran ibarat “ yang sakit kepala, kok yang diobati tangan “. Pemberantasan korupsi seakan hanya menjadi komoditas politik, bahkan retorika ampuh menarik simpati. Oleh sebab itu dibutuhkan kecerdasan masyarakat sipil untuk mengawasi dan membuat keputusan politik mencegah makin mewabahnya penyakit kotor korupsi di Indonesia
D.     Lampiran
1)      Daftar hadir peserta
2)      Notulen diskusi
3)      Makalah
4)      Mata acara
PRO
Bagi masyarakat yang mendukung wacana tersebut mereka akan mendukung 100 % 




ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar