Social Icons

Minggu, 28 Juli 2013

Makalah tentang Landasan Pendidikan di Sd

Terimakasih Atas Kunjungannya :-)
Thanks For Visiting My Blog



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Negara kitadapat dikatakan sebagai negara yang gagal dalam melaksanakan sistim pendidikan.Karena,banyak hal yang tidak mendukung dalam proses belajar mengajar,terutama di Sekolah Dasar.Banyak Sekolah Dasra yang sarana dan prasarananya belum memadai.Untuk di tingkat Sekolah Dasar saja belum memadai apa lagi untuk tingkat selanjutnya.seharusnya pemerintah harus lebih memperhatikan anak-anaknya yang masih dini ini menjadi generasi penerus yang dapat diandalkan.
Jadi,dalam membuat makalah in,kami mengangkat tema yang bersangkutan dengan apa saja yang ada di dalam Sekolah Dasar itu.
Semua hal yang disebutkan diatas adalah merujuk pada satu tema yaitu Landasan Pendidikan di Sekolah Dasar.Landasan pendidikan sangat penting untuk membangun kepribadian anak didik.Mereka harus menanamkan landasan sebagai pedoman kegiatan mereka.
Dalam makalah ini,kami (penulis) akan menjabarkan bagaimana landasan pendidikan,apa saja yang mencakup itu semua,dan berusaha menelaah lebih jauh tentang kesalah penggunaan landasan pendidikan.
B.     Tujuan Landasan Pendidikan di Sekolah Dasar
            Misi utama dalam pendidikan di Sekolah Dasartenaga kependidikan tidak tertuju kepada pengembangan aspek keterampilan khusus mengenai pendidikan sesuai spesialisasi jurusan atau program pendidikan, melainkan tertuju kepada pengembangan wawasan kependidikan,yaitu berkenaan dengan berbagai asumsi yang bersifat umum tentang pendidikan yang harus dipilih dan diadopsi oleh tenaga kependidikan sehingga menjadi cara pandang dan bersikap dalam rangka melaksanakan tugasnya.Seorang tenaga kependidikan akan berfungsi memberikan dasar rujukan konseptual dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan yang dilaksanakannya. Dengan kata lain, fungsi landasan pendidikan adalah sebagai dasar pijakan atau titik tolak praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

C.    RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimanakah pengertian landasan pendidikan?
2.      Apakah fungsi dan tujuan dari landasan pendidikan?
3.      Seperti apakah landasan pendidikan di MI / SD ?

D.    Manfaat Landasan pendidikan di Sekolah Dasar
Manfaat Landasan Pendidikan di Sekolah Dasar,antara lain:
·         Pendidik dan peserta didik mampu mengetahui Landasan Pendidikan.
·         Pendidik mengetahui apa saja kewajibannya sebagai seorang pengajar.
·         Pendidik mengetahui aturan-aturan dalam pengajaran.
·         Peserta didik mengetahui hak-hak yang harus diperolehnya.





BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian dan Jenis Landasan Pendidikan
1.     Pengertian Landasan Pendidikan
            Landasan berarti tumpuan, dasar atau alas, karena itu landasan merupakan tempat bertumpu atau titik tolak atau dasar pijakan.Titik tolak atau dasar pijakan ini dapat bersifat material; dapat pula bersifat konseptual.Landasan yang bersifat koseptual identik dengan asumsi, adapun asumsi dapat dibedakan menjadi tiga macam asumsi, yaitu aksioma, postulat dan premis tersembunyi.
            Pendidikan dapat dipahami dari dua sudut pandang, pertama dari sudut praktek sehingga kita mengenal istilah praktek pendidikan, dan kedua dari sudut studi sehingga kita kenal istilah studi pendidikan.Praktek pendidikan adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang atau lembaga dalam membantu individu atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan pedidikan. Kegiatan bantuan dalam praktek pendidikan dapat berupa pengelolaan pendidikan (makro maupun mikro), dan dapat berupa kegiatan pendidikan (bimbingan, pengajaran dan atau latihan).Studi pendidikan adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang dalam rangka memahami pendidikan.
            Landasan pendidikan adalah asumsi-asumsi yang menjadi dasar pijakan atau titik tolak. dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.

2.     Fungsi Landasan Pendidikan
Misi utama landasan pendidikan ini tertuju kepada pengembangan wawasan kependidikan, yaitu berkenaan dengan berbagai asumsi yang bersifat umum tentang pendidikan yang harus dipilih dan diadopsi oleh tenaga kependidikan sehingga menjadi cara pandang dan bersikap dalam rangka melaksanakan tugasnya.Berbagai asumsi pendidikan yang telah dipilih dan diadopsi oleh seseorang tenaga kependidikan akan berfungsi memberikan dasar rujukan konseptual dalam rangka praktek pendidikan dan atau studi pendidikan yang dilaksanakannya. Dengan kata lain, fungsi landasan pendidikan adalah sebagai dasar pijakan atau titik tolak praktek pendidikan dan atau studi pendidikan.
3.     UUD Pendidikan
a.       UUD 1945
yang merupakan hukum tertinggi di indonesia ada 2 pasal yaitu pasal 31 dan 32
- pasal 31 (1)
"Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran"
- pasal 31 (1)
" Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya".
berkaitan wajib belajar 9 tahun yaitu SD, SMP.
-pasal 32 (1)
" Memajukan budaya nasional serta memberi kebebasan kepada masyarakat untuk mengembangkannya".
-pasal 32 (2)
" Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai budaya nasional"
b.      UUD RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional
- pasal 1 (2)
" Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasar pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntunan perubahan zaman.
- pasal 1 (5)
" tenaga pendidikan untuk anggota masyarakat yang mengabdikan diri dalam penyelenggaraan pendidik.
-pasal 36 (1)
" Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
-UU RI No.20/2003 pasal (58) mengatakan evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh lembaga mandiri yang mengacu pada kriteria standar nasional.

4.      Tujuan Pendidikan
            Mendidik adalah kegiatan memberi pengajaran, membuat seorang memahami, dan dengan pemahaman yang dimiliki peserta didik dapat mengembangkan potensi diri dengan menerapkan apa yang dipelajari. Tujuan pendidikan secara umum dapat dilihat pada:
·         UU No2 Tahun 1985 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan dan bertagwa kepada tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan berbangsa.
·         Tujuan Pendidikan nasional menurut TAP MPR NO II/MPR/1993 yaitu Meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja profesional serta sehat jasmani dan rohani.

Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan memepertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawaan sosial, serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para
pahlawan, serta berorientasi masa depan.
·         TAP MPR No 4/MPR/1975, tujuan pendidikan adalah membangun di bidang pendidikan didasarkan atas falsafah negara pancasila dan diarahkan untuk membentuk manusia-manusia pembangun yang berpancasila dan untuk membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab dapat menyuburkan sikap demokratis dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945, Bab II (Pasal 2, 3, dan 4).


5.     LANDASAN PENDIDIKAN MI / SD
·        
·         Gmbr. Landasan Pendidikan MI
·                    Masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Mutu bangsa di kemudian hari bergantung pada pendidikan yang dikecap oleh anak-anak sekarang, terutama melalui pendidikan formal yang  diterima di sekolah. Apa yang akan dicapai di sekolah, ditentukan oleh landasan dan kurikulum sekolah itu. Jadi barangsiapa yang memegang landasan yang benar dan menerjemahkan dalam kurikulum akan memegang nasib bangsa dan negara. Berikut saya uraikan landasan-landasan pendidikan.
·                     a.      Yuridis
·         Landasan yuridis memberikan lampu hijau penyelenggaraan lembaga pendidikan di sebuah negara. Di Indonesia UU RI No.20 tahun 2003 tentang sisdiknas: “Setiap warga negara yang berusia 7 s.d. 15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar” (pasal 6)
·         “Setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikutip rogram wajib belajar” (pasal 34) menjadi dasar penerimaan siswa baru di SD.
·         UU No.2 tahun 1989 tentang Sisdiknas pasal 39 menyatakan: “Isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarga-negaraan.
·         Dan masih banyak sumber UU negara Indonesia yang dijadikan dasar yuridis penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.


·                     b.   Historis
·         “Jas Merah” Jangan lupakan sejarah (Bung Karno). Kita tidak bisa melupakan sejarah pendidikan di Indonesia agar tidak melupakan jati diri kita sebagai warga negara dan menghargai jasa pendahulu kita.
·         Ada tiga tokoh pendidikan yang mewarnai pendidikan di negara ini. Mohamad Syafei yang mendirikan Sekolah Indonesisch Nedrlands School / Kayutanan di Sumatra Barat (1926) yang memiliki konsep; mendidik anak-ana agar dapat berdiri sendiri atas usaha sendiri dengan jiwa yang merdeka karena sekolah Hindia Belanda hanya menyiapkan anak-anak menjadi pegawai mereka saja.
·         Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa di Yogjakarta (1922) melahirkan falsafah “Tut Wuri Handayani” 'Tut Wuri Handayani' (mengikuti sambil mempengaruhi) Mengikuti, namun maknanya ialah mengikuti perkembangan  sang anak dengan penuh perhatian berdasarkan cinta kasih &  tanpa pamrih, tanpa keinginan menguasai & memaksa,  & makna Handayani ialah mempengaruhi dlm arti merangsang, memupuk, membimbing, memberi teladan agar sang anak mengembangkan pribadi masing-masing melalui disiplin pribadi".
·         K. H. Ahmad Dahlan mendirikan Oganisasi Islam (1912) di Yogjakarta ingin mewujudkan orang muslim yang berakhlak mulia cakap, percaya kepada diri sendiri, berguna masyarakat & negara.
·                     c.  Filosofis
·         Filsafat sangat penting karena harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan tentang setiap aspek kurikulum. Untuk tiap keputusan harus ada dasarnya. Filsafat adalah cara berpikir yang sedalam-dalamnya, yakni sampai akarnya tentang hakikat sesuatu.
·         Filsafat pendidikan terdiri dari filsafat tradisionalis yaitu esensialis, parenialis, dan filsafat tradisionalis yaitu progresivis, eksistensialis, dan rekontuksionis.  
·         Parenialis menghendaki agar pendidikan kembali kepada jiwa yang menguasai abad pertengahan, karena ia telah merupakan jiwa yang menuntun manusia hingga dapat dimengerti adanya tata kehidupan yang telah ditentukan secara rasional.
·         Essentialis menghendaki pendidikan yang berpendikan atas nilai-nilai yang tinggi, yang hakiki kedudukannya dalam kebudayaan. Nilai-nilai ini hendaklah yang sampai kepada manusia melalui sivilisasi dan yang telah teruji oleh waktu. Tugas pendidikan adalah perantara atau pembawa nilai-nilai yang ada dalam gudang di luar ke dalam jiwa peserta didik, sehingga perlu dilatih agar mempunyai kemampuan absorbi (penerapan) yang tinggi.
·         Progressivism menghenadi pendidikan yang pada hakikatnya progresif, tujuan pendidikan hendaknya diartikan sebagai rekonstruksi pengalaman yang terus menerus, agar peserta didik dapat berbuat sesuatu yang intelligent dan mampu mengadakan penyesuaian dan penyesuaian kembali sesuai dengan tuntuan dari lingkungan.
·         Reconstructionsm menghendaki agar peserta didik dapat dibangkitkan kemampuannya untuk secara konstruktif menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan dan perkembangan masyarakat sebagai akibat adanya pengaruh dari ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik tetap berada dalam suasana aman dan bebas.
·         Existentialism menghendaki agar pendidikan selalu melibatkan peserta didik dalam mencari pilihan-pilihan untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing dan menemukan jati dirinya, karena masing-asing individu adalah makhluk yang unik dan bertanggung jawab atas diri dan nasibnya sendiri.

d. Psikologis
·         Mengetahui landasan psikologis dalam penerapan dengan pendidikan sangatlah urgent. Dengan mengetahui psikologis pendidikan (Psikologi perkembangan, psikologi belajar, dan psikologi social) maka pemberian porsi materi serta pendekatan yang digunakan dalam kegiatan kependidikan akan pas sesuai dengan tingkat perkembangannya
·         e.  Sosiologis
·         Menurut Ibnu Taimiyyah "anak terlahir dalam keadaan fitrah"; dalam suatu keadaan kebajikan bawaan & lingkungan sosial itulah yang mempengaruhi tingkah laku manusia.
·         Pada tingkat dan skala mikro pendidikan merupakan gejala sosial yang mengandalkan interaksi manusia sebagai sesama (subyek) yang masing-masing bernilai setara.
f.  Antropologis
·         Antropologi pendidikan mencoba mengungkapkan proses-proses transmisi budaya atau pewarisan pengetahuan melalui proses enkulturasi dan sosialisasi.
·         G.D. Spindler berpendirian bahwa kontribusi utama yang bisa diberikan antropologi terhadap pendidikan adalah menghimpun sejumlah pengetahuan empiris yang sudah diverifikasikan dengan menganalisa aspek-aspek proses pendidikan yang berbeda-beda dalam lingkungan sosial budayanya.
g.   Ekonomi
·         Pada zaman pasca modern atau globalisasi sekarang ini, yang sebagian besar manusianya cenderung mengutamakan kesejahteraan materi dibanding kesejahteraan rohani, membuat ekonomi mendapat perhatian yang sangat besar.
·         Fungsi ekonomi dalam dunia pendidikan adalah untuk menunjang kelancaran proses pendidikan. Bukan merupakan modal untuk dikembangkan, bukan untuk mendapatkan keuntungan.
·         Perkembangan lain yang menggembirakan di bidang pendidikan adalah terlaksananya sistem ganda dalam pendidikan. Sistem ini bisa berlangsung pada sejumlah lembaga pendidikan, yaitu kerjasama antara sekolah dengan pihak usahawan dalam proses belajar mengajar para siswa.
h. Religi
·         Manusia terdiri dari tiga komponen; “Jasmani, Rohani dan Akal”. Ketiga komponen tersebut akhirnya akan kembali kepada sang khaliq untuk mempertanggungjawabkan kinerja ketiga komponen itu. Manusia diutus ke dunia sebagai khalifah.
·         Selain dibekali jasmani, rohani, dan akal, manusia juga dibekali oleh ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat qauliyah. Ayat kauniyah berupa gejala-gejala alam yang perlu direnungkan oleh  manusia dengan menggunakan rohani dan akalnya. Sedangnya ayat-ayat qauliyah berupa kitab Al-Qur’an dan Hadits. Landasan pendidikan religi ini berkiblat kepada Al-Qur’an dan Sunah. 
6.      AYAT-AYAT AL-QUR’AN DAN HADIST TENTANG PENDIDIKAN
1.      Surat Al-a’alq ayat 1-5:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ {1} خَلَقَ الإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ {2} اقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ {3} الَّذِي عَلَّمَ ابِالْقَلَمِ {4} عَلَّمَ اْلإِنسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ {5}
Artinya :”Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan tuhanmu lah yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui.
2.      Surat Al-Mujadalah ayat 11:
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ............
Artinya :”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan.”(QS.Al-Mujadalah:11)
3.      Surat Thoha ayat 114:
وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Artinya :”Dan katakanlah (olehmu muhammad),”ya tuhanku, tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan.”
4.      Surat Shod ayat 29:
كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا ءَايَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ {29}
Artinya :”ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan keberkahan supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya, dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.”
6.      Hadist Nabi:
Artinya : “mencari ilmu adalah  diwajibkan bagi setiap muslim laki-laki dan wanita dari mulai lahir sampai ke liang lahat.”
7.      Hadist Nabi :
Artinya :”Carilah ilmu walupun ke negri cina.”
8.      Hadist Nabi :
Artinya :”Didiklah anak-anak kalian, karena sesungguhnya mereka itu dijadikan untuk menghadapi masa yang berlainan dengan masa kalian ini.”
9.      Hadist Nabi :
Artinya :”Tidaklah henti-hentinya seseorang tiu dapat dianggap orang berilmu selama ia masih terus belajar ilmu. Apabila ia menyangka bahwa sesungguhnya ia sudah serbatahu, maka sungguh ia seorang yang jahil.”
10.  Hadist Nabi :
Artinya :”Barang siapa yang menginginkan dunia, hendaklah ia berilmu, Barang siapa yang menginginkan akhirat hendaklah ia berilmu, Barang siapa yang menginginkan kedua-duanya sekaligus, ia pun harus berilmu.”
11.  Hadist Nabi:
Artinya :”manusia itu ada dua macam:”orang alim(berilmu) dan orang yang belajar ilmu, dan tidaklah ada kebaikan selain dari dua golongan itu”

7.      PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK

            Akibat yang mungkin nampak dari tindakan pengajaran adalah siswa akan (1) belajar sesuatu yang mereka tidak akan pelajari tanpa adanya tindakan pengajaran, atau (2) mempelajari sesuatu dengan cara yang lebih efisien. Tujuan tindakan pengajaran pada hakekatnya adalah mempengaruhi siswa agar mau dan tertarik untuk belajar. Peran guru sebagai bagian dari variabel-variabel eksternal cukup berpengaruh dan penting bagi terciptanya suasana pembelajaran yang menyenangkan dan mendidik. Guru dalam proses belajar mengajar merupakan unsur penguat motivasi siswa dalam belajar.Tindakan guru dan perhatiannya terhadap siswa memiliki dampak positif bagi bertumbuh-kembangnya minat siswa terhadap matapelajaran dan keinginanmya untuk belajar. Komponen siswa sebagai bagian tak terpisahkan dari sejumlah komponen pembelajaran lainnya merupakan suatu unsur unik yang perlu diperhatikan secara seksama oleh guru. Oleh karena itu seorang guru harus mampu mengenali perkembangan psikologis yang tengah terjadi pada diri para siswanya.
           
Pemahaman guru terhadap keunikan kepribadian siswa ini diperlukan dalam upaya menetapkan strategi pengorganisasian,penyampaian hingga pada strategi pengelolaan kelas yang memperhatikan berbagai persoalan psikologis individual (siswa). Karakteristik siswa merupakan kajian yang tak terpisahkan dalam variabel-variabel metode pembelajaran disamping 2 kelompok lainnya yaitu (1) tujuan dan karakteristik bidang studi; (2) kendala dan karakteristik bidang studi (Degeng, 1989).
            Reigeluth (1983, 2000) dengan jelas menunjukkan bahwa variabel kondisional yang paling berpengaruh dalam menetapkan strategi penyampaian dan pengelolaan kelas adalah karakteristik siswa. Disamping itu, sebagai media belajar, seorang guru dapat bertindak sebagai motivator bagi siswa. Guru yang mendidik adalah guru yang mampu membelajarkan siswanya. Dalam konteks ini, melalui tindakan pengajaran siswa diharapkan memiliki keinginan dan motivasi yang kuat untuk belajar yang pada akhirnya berdampak pada prestasi belajar siswa yang lebih baik. Berbagai temuan dan pengalaman empirik dari sisi psikologi pendidikan menunjukkan bahwa kepiawaian guru dalam mengelola interaksi dengan siswa menyebabkan siswa memiliki keinginan kuat untuk belajar, sehingga prestasi belajar siswa berubah secara cukup signifikan.`Sebaliknya, guru yang kurang piawai dalam melakukan pendekatan pengajaran kepada siswa akan menimbulkan kebosanan bahkan kesulitan siswa dalam memahami makna matapelajaran yang dibawakan guru tersebut.
            Tugas guru selain mengajarkan kepada siswa bidang studi yang menjadi tanggungjawab akademisnya, juga harus dapat membantu siswa agar menyenangi bidang studi yang diajarkan. Apabila kondisi seperti ini terjadi, maka tujuan pembelajaran yang diartikan sebagai upaya untuk membelajarkan siswa memahami matapelajaran yang dipelajari akan dengan mudah dapat dicapai. Namun, dalam banyak kesempatan guru kurang mampu memanfaatkan pemahaman atas perkembangan psikologis anak didik secara akurat dan optimal. Hal ini telah dibuktiikan melalui pemberitaan media massa diatas bahwa pendekatan pengajaran guru dinilai masih kurang tepat, sehingga tidak memiliki daya tarik dan minat siswa terhadap matapelajaran yang diajarkannya tersebut..
            Seorang guru yang sehari-hari berhadapan dengan anak didik dengan berbagai karakter dan perilakunya diharapkan mampu mencermati kebutuhan-kebutuhan psikologis mereka. Salah satu kebutuhan itu adalah perlunya kedekatan psikologis antara anak didik dan guru. Contohnya, seorang guru yang memiliki kecakapan inter-personal diharapkan mampu menjalin kedekatan psikologis dengan anak didik. Secara teoretik, kedekatan ini akan mampu menghasilkan perasaan trust pada diri individu terhadap orang lain. Adanya trust akan "membolehkan" orang lain memasuki wilayah emosi kita. Jika trust ini dimiliki baik oleh siswa maupun guru, maka niscaya akan terjalin dan berkembang suatu interaksi antar-individu (inter-personal) yang diwarnai empati (Sussman, 2005). Pada akhirnya, kecakapan inter-personal guru terhadap anak didik bisa membuat kondisi nyaman dan menyenangkan bagi siswa menekuni matapelajaran yang memang harus dia tekuni.
            Persoalan kronis yang mengemuka di dunia pendidikan Indonesia dalam tata pandang pendekatan mengajar adalah kemampuan guru "membawa" anak didiknya dari ketidak-sukaan terhadap mata-mata pelajaran yang dianggap sulit, menjadi suka, tertarik dan termotivasi untuk mempelajari mata-mata pelajaran tersebut. Meningkat dan tingginya keinginan dan kemauan siswa terhadap suatu matapelajaran tidak terlepas dari peran guru yang memperkenalkan matapelajaran sulit secara sederhana dan mudah dimengerti. Pengejawantahan kemampuan inter-personal guru dapat dilihat pada kualitas interaksinya dengan anak didik. Semakin baik kualitas kecakapan inter-personal guru semakin nyaman dan senang siswa terhadap gurunya itu. Semakin senang siswa itu terhadap gurunya, semakin termotivasi diri siswa dalam mempelajari pelajaran yang diajarkan gurunya.

8.     PENILAIAN KOMPETENSI PEDAGOGIK,KEGIATAN PEMBELAJARAN     YANG MENDIDIK
            Indikator:
9.      Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang tujuannya.
10.  Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik,bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan.
11.  Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik.
12.  Guru menyikapi kesalahan yang dilakukan peserta didik sebagai tahapan proses  pembelajaran, bukan semata-mata kesalahan yang harus dikoreksi. Misalnya: dengan mengetahui terlebih dahulu peserta didik lain yang setuju/tidak setuju dengan jawaban tersebut, sebelum memberikan penjelasan tentang jawaban yang benar.
13.  Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai isi kurikulum dan mengkaitkannya dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik.
14.  Guru melakukan aktivitas pembelajaran secara bervariasi dengan waktu yang cukup untuk kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar dan mempertahankan perhatian peserta didik.
15.  Guru mengelola kelas dengan efektif tanpa mendominasi atau sibuk dengan kegiatannya sendiri agar semua waktu peserta dapat termanfaatkan secara produktif.
16.  Guru mampu menyesuaikan aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan kondisi kelas.
17.  Guru memberikan banyak kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya,  mempraktekkan dan berinteraksi dengan peserta didik lain.
18.  Guru mengatur pelaksanaan aktivitas pembelajaran secara sistematis untuk membantu proses belajar peserta didik. Sebagai contoh: guru menambah informasi baru setelah mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi sebelumnya.
19.  Guru menggunakan alat bantu mengajar, dan/atau audio-visual (termasuk TIK) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Proses Penilaian:
A.     Sebelum Pengamatan
20.  Mintalah RPP pada guru dan periksalah RPP tersebut. Tanyakan tentang topik dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Tanyakan apakah kemungkinan akan ada kesulitan dalam membahas topik tersebut untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
21.  Bila ada peserta didik yang mengalami kesulitan untuk memahami materi  tersebut, bagaimana strategi guru untuk mengatasinya.
22.  Tanyakan bagaimana cara menentukan tingkat pemahaman peserta didik terhadap topik tersebut.
B.     Selama Pengamatan
23.  Amati apakah guru menyesuaikan kemampuan peserta untuk berkonsentrasi dalam menerima pelajaran sesuai dengan tingkat perkembangannya.
24.  Amati apakah semua kegiatan yang dilaksanakan dalam pembelajaran dapat membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran.
25.  Amati bagaimana guru mengelola aktivitas (misalnya apakah waktunya sesuai dengan RPP atau yang direncanakan, apakah guru melaksanakan pembelajaran sesuai/tidak dengan tujuan pembelajaran yang direncanakan
26.  Amati seberapa lama waktu yang digunakan oleh peserta didik untuk melaksanakan kegiatan/aktivitas pembelajaran untuk menghasilkan sesuatu yang bersifat produktif, dan berapa lama peserta didik hanya menerima keterangan, informasi atau instruksi dari guru dalam pembelajarannya
27.  Amati bagaimana guru membantu setiap peserta didik untuk melakukan kegiatannya masing-masing, apakah ada peserta didik yang tidak terlibat aktif dalam pembelajarannya dan bagaimana guru menangani peserta didik tersebut.
28.  Amati bagaimana guru menggunakan media pembelajaran tersebut di bawah ini, apakah sesuai dengan tujuan pembelajaran, apakah dapat membantu cara belajar atau memotivisai peserta didik, serta seberapa terampil guru menggunakannya.
C.    Setelah pengamatan
Mintalah guru untuk menjelaskan seberapa jauh tingkat keberhasilan dalam pembelajaran yang dilaksanakan, dan mengidentifikasikan bagian apa yang perlu diperbaiki.
9. Tujuan Pendidikan Islam
a. Surah al-Baqarah (1-5):1. Menambah ketaqwaan manusia pada Allah2. Agar manusia mempercayai akan keberadaan Allah3. mewujudkan manusia yang banyak beramal shaleh4. Mewujudkan manusia yang percaya akan hari akhir5. Mewujudkan kesuksesan dalam hidup.
b. Surah A1i lmran: 138-139:1. Mewujudkan bimbingan pada manusia agar tidak binasa dengan hukum-hukum alam 2. Mewujudkan kebahagiaan pada hambanya 3. menjadikan manusia yang intelek dan mempunyai derajat yang tinggi
c. Surah al-Fath:29:1. Mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran2. Mewujudkan manusia yang selalu bertawaqqal pada Allah.
e. Surah adz-Dzariyat: 56:1. Mewujudkan seorang hamba yang shaleh2. Mewujudkan akan keesaan Tuhan3. Mewujudkan manusia yang ahli do’a4. Menunjukkan akan luasnya ilmu Tuhan
a. Subjek Pendidikan
a. Ar-Rahman:1-4(Rabb):Yang Maha Pemurah, (QS. 55:1)Yang telab mengajarkan al Qur’an. (QS. 55:2)Dia menciptakan manusia, (QS. 55:3)Mengajarnya pandai berbicara (QS. 55:4)
b. Surah an Nahl: 43-44:mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya.
b. Objek Pendidikan
a.Surah asy-Syu’ara: 214:Demikianlah ayat ini mengajarkan kepada rasul SAW dan umatnya agar tidak pilih kasih, atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian peringatan. Ini berarti Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau tidak kebal hukum, tidak juga terbebaskan dari kewajiban. Mereka tidak memiliki hak berlebih atas dasar kekerabatan kepada rasul SAW, karena semua adalah hamba Allah, tidak ada perbedaan antara keluarga atau orang lain. Bila ada kelebihan yang berhak mereka peroleh, maka itu disebabkan karena keberhasilan mereka mendekat kepada Allah dan menghiasi diri dengan ilmu serta akhlak yang mulia.
b.Surah an Nisa: 170:Rasul SAW telah membawa kebenaran dari Allah sambil membuktikan keliruan bahkan kesesatan pandangan ahl kitab, kini menjadi sangat wajar menyampaikan ajakan kepada seluruh manusia bukan hanya ahl kitab: wahai seluruh manusia, sesungguhnya telah datang kepada kamu rasul yakni Muhammad SAW, dengan membawa tuntunan al-Qur’an dan syari’at yang mengandung kebenaran dari Tuhan Pembimbing dan Pemelihara kamu, maka karena itu berimanlah dengan iman yang benar. Itulah, yakni keimanan itu yang baik bagimu. Dan jika kamu terus menerus kafir, maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun, tidak juga mengurangi kekuasaan dan kepemilikan-Nya, karena sesurgguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah di bawah kendali-Nya.Kehadiran rasul yang dinyatakan dating kepadamu, serta pernyataan bahwa yang beliau bawa adalah tuntunan dari Tuhan pembimbing dan pemelihara kamu dimaksudkan sebagai rangsangan kepada mitra bicara, agar menerima siapa yang datang dan menerima apa yang di bawanya.
c. Kewajiban Belajar Mengajar
a Surah al-Ankabut: 19-20: memerintahkan untuk melakukan perjalanan, dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam, maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya. Pandangan kepada hal-hal itu akan mengantarkan seseorang yang menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini, dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu, wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar lagi Maha Esa yaitu Allah SWT:
d.Metode Pendidikana
a.Surah al-Maidah: 67:ayat ini merupakan janji Allah kepada nabi-Nya Muhammad SAW bahwa beliau akan dipelihara Allah dari gangguan dan tipu daya orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena ayat-ayat yang mendahuluinya demikian juga sesudahnya berbicara tentang mereka.Thahir ibn Asyur menambahkan bahwa ayat ini mengingatkan rasul agar menyampaikan ajaran agama kepada ahl kitab tanpa menghiraukan kritik dan ancaman mereka, apalagi teguran-teguran pada ayat-ayat yang lalu merupakan teguran yang keras. Teguran keras ini pada hakikatnya tidak sejalan dengan sifat nabi yang cenderung memilih sikap lembut, bermujadalah dengan yang terbaik. Tetapi di sini Allah memerintahkan bersikap lebih tegas menerapkan pengecualian yang diperintahkan-Nya pada Qur’an surah an-Nisa ayat 148
b. Surah al A’raf: 176-177:Ayat ini menguraikan keadaan siapapun yang melepaskan diri dari pengetahuan yang telah dimilikinya. Allah SWT menyatakan bahwa sekiranya Kami menghendaki, pasti Kami menyucikan jiwanya dan meninggikan derajatnya dengannya yakni melalui pengamalannya terhadap ayat-ayat itu, tetapi dia mengekal yakni cenderung menetap terus menerus di dunia menikmati gemerlapnya serta merasa bahagia dan tenang menghadapinya dan menurutkan dengan antusias hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya adalah seperti anjing yang selalu menjulurkan lidahnya.
e.Evaluasi Pendidikan
Surah al-Baqarah: 184:(yaitu) dalam beberapa hari yang tertextu. Maka jika di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblab baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa), membayar fidyab, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebib baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetabui. (QS. 2: 184)










BAB III
PENUTUP

            Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap umat sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah,SWT.Selain itu menuntut ilmu juga telah diatur dalam UNDANG-UNDANG dan AL-QUR'AN.Maka rugilah setiap orang yang tidak mau menuntut ilmu
yang jauh lebih tinngi,padahal kesempatan menuntut ilmu terbuka lebar.Menuntut ilmu tidak
hanya disekolah saja tetapi dimana pun kita berada,dan menutut ilmu tidak dibatasi oleh usia.



















DAFTAR PUSTAKA

Djumali,dkk.2008.Landasan Pendidikan.Surakarta:FKIP.UMS
SNP(STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN)
http://sischa-dhea.blogspot.com/HYPERLINK "http://sischa-dhea.blogspot.com/2010/12/landasan-pendidikan-sekolah-dasar.html"2010HYPERLINK "http://sischa-dhea.blogspot.com/2010/12/landasan-pendidikan-sekolah-dasar.html"/HYPERLINK "http://sischa-dhea.blogspot.com/2010/12/landasan-pendidikan-sekolah-dasar.html"12HYPERLINK "http://sischa-dhea.blogspot.com/2010/12/landasan-pendidikan-sekolah-dasar.html"/landasan-pendidikan-sekolah-dasar.html
http://sulipan.wordpress.com/HYPERLINK "http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-dan-jenis-landasan-pendidikan/"2009HYPERLINK "http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-dan-jenis-landasan-pendidikan/"/HYPERLINK "http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-dan-jenis-landasan-pendidikan/"10HYPERLINK "http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-dan-jenis-landasan-pendidikan/"/HYPERLINK "http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-dan-jenis-landasan-pendidikan/"02HYPERLINK "http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-dan-jenis-landasan-pendidikan/"/pengertian-dan-jenis-HYPERLINK "http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-dan-jenis-landasan-pendidikan/"http://www.tuanguru.com/HYPERLINK "http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-dan-jenis-landasan-pendidikan/"2012HYPERLINK "http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-dan-jenis-landasan-pendidikan/"/HYPERLINK "http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-dan-jenis-landasan-pendidikan/"10HYPERLINK "http://sulipan.wordpress.com/2009/10/02/pengertian-dan-jenis-landasan-pendidikan/"/penilaian-pedagogik-kegiatan-pembelajaran-yang-mendidik.html

















ALWAYS REMEMBER : http://aakkuucintaindonesia.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar